Home » Kesehatan Anak » Asma Pada Anak

Asma Pada Anak

Asma-bundanetAsma merupakan penyakit peradangan kronik saluran napas yang menyebabkan respon yang berlebihan dari jalan nafas. Asma ditandai dengan timbulnya gangguan pernapasan yang hilang timbul dan berulang berupa mengi (nafas berbunyi ngik), sesak nafas, dada/napas terasa berat dan batuk-batuk terutama malam menjelang dini hari. Gejala tersebut timbul berkaitan dengan penyempitan pada saluran pernapasan disebabkan adanya peradangan kronik. Berbagai gejala asma bersifat reversible, yang berarti dapat kembali normal saat tidak terjadi serangan asma.

Pada Pendoman Nasional Asma Anak Indonesia, asma didefinisikan sebagai kumpulan tanda dan gejala Mengi dan atau batuk dengan karakteristik berikut ini :

  • Timbul episodik dan atau kronik
  • Timbul cenderung pada malam hari/dinihari
  • Timbul musiman
  • Adanya faktor pencetus seperti aktivitas fisik, infeksi saluran napas (batuk, pilek, flu, common cold), perubahan cuaca, alergen (debu rumah, tungau debu rumah, bulu binatang, obat-obatan, asap, dan lain-lain).
  • Bersifat reversibel (bisa sembuh seperti sedia kala) baik secara spontan maupun dengan pengobatan.
  • Adanya riwayat asma atau atopi (penyakit alergi) pada pasien atau keluarganya.
  • Sedangkan sebab-sebab lain sudah disingkirkan.


ANAK YANG BERISIKO ASMA

Asma adalah penyakit yang dapat terjadi pada siapa saja dan dapat timbul pada segala usia. Namun asma lebih sering terjadi pada anak-anak usia dibawah lima tahun. Asma merupakan penyakit yang berkaitan dengan faktor genetik/keturunan, yang berarti seorang anak mempunyai risiko asma lebih besar dibandingkan anak lainnya bila orang tua anak tersebut mempunyai penyakit asma atau penyakit alergi lainnya.


GEJALA ASMA

Secara umum gejala asma adalah sesak napas, batuk berdahak dan suara napas yang berbunyi ngik-ngik dimana seringnya gejala ini timbul pada pagi hari menjelang waktu subuh, hal ini karena pengaruh keseimbangan hormon kortisol yang kadarnya rendah ketika pagi dan berbagai faktor lainnya.

Penderita asma akan mengeluhkan sesak nafas karena udara pada waktu bernafas tidak dapat mengalir dengan lancar pada saluran nafas yang sempit dan hal ini juga yang menyebabkan timbulnya bunyi ngik-ngik pada saat bernafas. Pada penderita asma, penyempitan saluran pernafasan yang terjadi dapat berupa pengerutan dan tertutupnya saluran oleh dahak yang diproduksi secara berlebihan dan menimbulkan batuk sebagai respon untuk mengeluarkan dahak tersebut.

Salah satu ciri asma adalah hilangnya keluhan di luar serangan. Artinya, pada saat serangan, penderita asma bisa kelihatan amat menderita (banyak batuk, sesak napas hebat dan bahkan sampai seperti tercekik), tetapi di luar serangan dia sehat-sehat saja (bisa main tenis 2 set, bisa jalan-jalan keliling taman, dan lain-lain). Inilah salah satu hal yang membedakannya dengan penyakit lain.


FAKTOR PENCETUS SERANGAN ASMA

A. Faktor pasien (faktor penjamu)

  • Aspek genetik
  • Kemungkinan alergi
  • Saluran napas yang memang mudah terangsang
  • Jenis kelamin
  • Ras/ etnik
B. Faktor Lingkungan (faktor penjamu)

  • Alergen di dalam ruangan : Tungau debu rumah, bulu binatang, kecoa, debu
  • Alergen di luar ruangan: Tepung sari bunga, jamur, debu
  • Obat-obatan tertentu
  • Iritan (parfum, bau-bauan merangsang, household spray)
  • Ekspresi emosi yang berlebihan (stress)
  • Asap rokok dari perokok aktif dan pasif
  • Polusi udara dari luar dan dalam ruangan
  • Infeksi saluran napas seperti flu, common cold, ISPA.
  • Exercise induced asthma, asma kambuh ketika melakukan aktivitas fisik tertentu
  • Perubahan cuaca

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAGAIMANA ASMA DIOBATI?

Pada dasarnya penanganan asma yang paling efektif adalah dengan menghindari faktor-faktor pencetus asma dan menggunakan obat asma untuk mengurangi peradangan dan penyempitan saluran pernapasan. Pengobatan asma secara cepat atau jangka pendek yaitu dengan menggunakan obat pelega saluran pernafasan seperti inhaler dan nebulizer yang berfungsi menghentikan serangan asma. Pengobatan jangka panjang yang berfungsi untuk mencegah terjadinya serangan asma adalah dengan menggunakan obat-obatan seperti kortikosteroid berfungsi untuk tetap membuat saluran pernafasan terbuka dan menggurangi proses peradangan atau inflamasi.

SUMBER :

  1. http://www.klinikasmaalergi.com/articles/asma_pada_anak.html
  2. http://milissehat.web.id/?p=34
  3. http://www.infoasma.org/asma.html

 

Updated: 04/06/2016

Similar posts