Home » Menyusui » Bayi Menolak Menyusu (Nursing Strike)

Bayi Menolak Menyusu (Nursing Strike)

bayi-menolak-menyusu-bundanetBayi menolak menyusu atau nursing strike merupakan keadaan dimana bayi tiba-tiba menolak menyusu di payudara setelah sebelumnya tidak ada masalah selama proses menyusui. Penolakan oleh bayi merupakan alasan umum untuk berhenti menyusui, akan tetapi kondisi ini sering kali dapat diatasi. Menolak menyusu merupakan cara bayi untuk memberitahukan pada ibu bahwa ada sesuatu yang salah dalam proses menyusui. Ada begitu banyak faktor yang dapat menyebabkan bayi menolak untuk menyusu. Apa saja biasanya penyebab bayi menolak menyusu?

Penyebab Bayi Menolak Menyusu

  1. Rasa sakit atau ketidaknyamanan. Sariawan, tumbuh gigi atau adanya sariawan di sekitar mulut dapat menyebabkan bayi atau anak merasa tidak nyaman saat menyusu
  2. Infeksi telinga. Adanya infeksi pada telinga juga dapat menyebabkan bayi merasa kesakitan pada saat menghisap ASI di payudara.
  3. Bayi terkena flu dan hidungnya tersumbat. Hidung yang tersumbat akan menyebabkan bayi kesulitan bernafas pada saat menyusu.
  4. Menyusui yang dijadwalkan atau terlambatnya memberi respon saat bayi menangis minta disusui.
  5. Perubahan mendadak pada pengaliran ASI (Let-down-reflect), dimana ASI menjadi terlalu deras atau produksi ASI mendadak berkurang tidak seperti biasanya. Menurunnya produksi ASI dapat disebabkan oleh penambahan susu formula dan penggunaan dot atau empeng.
  6. Saat menyusui, Bunda secara tidak sengaja atau tidak sadar telah membentak bayi atau berbicara bernada tinggi saat menyusui bayi.
  7. Bayi mengalami stres karena pemberian stimulasi yang berlebihan (over stimulation).
  8. Perubahan rasa ASI yang disebabkan oleh Bunda mengkonsumsi obat-obatan atau vitamin. Perubahan hormon yang dikarenakan oleh siklus menstruasi atau kehamilan juga terkadang mempengaruhi rasa dan produksi ASI.
  9. Adanya perubahan aroma tubuh Bunda yang disebabkan oleh berubahnya sabun mandi, lotion, deodorant atau parfum yang Bunda gunakan. Perubahan ini mungkin dapat menyebabkan bayi menjadi kurang berminat untuk menyusu.

Bayi yang mengalami penolakan menyusu, bukan berarti berakhirnya proses menyusui. Fase bayi menolak menyusu biasanya terjadi selama 3 – 5 hari atau bahkan lebih lama, tergantung dari faktor penyebabnya. Fase bayi menolak menyusu ini tentu akan membuat perasaan sangat tertekan dan tidak nyaman pada Bunda dan bayi. Bunda pun mungkin akan merasa frustasi karena mendapatkan penolakan dari bayi Bunda. Jangan merasa bersalah terlalu berlarut-larut, karena hal tersebut tidaklah mutlak karena kesalahan Bunda. Ketimbang terus menerus merasa frustasi dan bersedih, lebih baik Bunda melakukan hal-hal yang dapat membuat bayi kembali mau menyusu.

Selain dengan terus menerus dicoba untuk kembali mau menyusu, Bunda juga harus memompa ASI setiap beberapa jam sekali. Hal ini bertujuan agar produksi ASI tetap terjaga, mencegah sumbatan ASI, bendungan ASI dan mastitis. ASI perah yang sudah Bunda pompa dapat diberikan kepada bayi untuk mencegah bayi mengalami dehidrasi dengan menggunakan media seperti cupfeeder, softcupfeeder, spuit, pipet atau dengan sendok.

Apa Yang Bisa Dilakukan Saat Bayi Menolak Menyusu?

  1. Cobalah untuk menyusui bayi saat ia sedang mengantuk, karena banyak bayi yang menolak menyusu saat ia merasa terjaga dan baru mau menyusu saat sedang mengantuk.
  2. Kunjungi dokter spesialis anak untuk menyingkirkan faktor penyebab medis bayi menolak menyusu, seperti infeksi telinga, sariawan, hidung tersumbat, dll.
  3. Variasikan posisi menyusui Bunda. Bisa jadi bayi menolak menyusu karena ia bosan dengan posisi menyusu selama ini.
  4. Cobalah untuk menyusui di ruangan yang sejuk, sepi dan bercahaya redup. Jauhkan bayi dari suara televisi, radio atau telepon genggam.
  5. Lebih sering melakukan skin-to-skin contact, susuilah bayi dengan posisi kulit bayi bertemu dengan kulit Bunda (kangaroo mother care)
  6. Jika bayi menggigit saat menyusu, janganlah bereaksi terlalu cepat, cukup masukkan jari kelingking Bunda pada hisapan mulut bayi agar bayi melepaskan hisapannya dan ulangilah posisi serta perlekatan menyusui sembari memberi penjelasan kepada bayi agar saat menyusu tidak sambil menggigit.
  7. Evaluasi perubahan dalam rutinitas Bunda sehari-hari, apakah perubahan rutinitas tersebut mengganggu bayi? Apakah Bunda sedang stres? Apakah Bunda sedang mengkonsumsi obat? Apakah Bunda menggunakan sabun atau parfum beraroma baru?

Saat bayi menolak menyusu, pantau cairan yang masuk dan yang keluar, pastikan bayi (berusia diatas 6 hari) buang air kecil minimal enam kali selama dua puluh empat jam. Jangan ragu untuk menghubungi dokter spesialis anak untuk memastikan kondisi bayi dalam keadaan baik-baik saja dan konselor menyusui untuk membantu Bunda dan bayi agar mau menyusu kembali. Sangat penting untuk terus mencoba untuk menyusui bayi Bunda. Dengan kesabaran dan ketekunan Bunda tentu akan bisa kembali ke rutinitas menyusui seperti sedia kala.

Referensi:

  1. Why would a baby go on a breast-feeding strike? (Mayo Clinic)
  2. Menolak Menyusu (Pelatihan Konselor Menyusui – Perinasia)
Similar posts