Home » Menyusui » Bendungan ASI

Bendungan ASI

bendungan-asi-bundanetBeberapa dari kasus pembengkakan ringan pada payudara biasanya merupakan tanda bahwa menyusui tidak berjalan dengan baik. Bendungan ASI (Engorgement) merupakan pembendungan Air Susu Ibu karena penyempitan Duktus Laktiferus atau oleh kelenjar – kelenjar ASI yang tidak dikosongkan dengan sempurna atau karena kelainan pada puting susu, payudara yang membengkak ini biasanya terjadi sesudah melahirkan pada hari ketiga atau ke empat. Hal ini dapat dicegah dengan memastikan bayi melekat dengan baik sedari awal menyusui.

Gejala

Bendungan ASI biasanya terjadi pada payudara Ibu yang memiliki produksi ASI banyak, jika diraba terasa keras dan terkadang menimbulkan nyeri serta seringkali disertai peningkatan suhu badan ibu, tetapi tidak terdapat tanda – tanda kemerahan di payudara dan demam.

Penyebab

Bendungan ASI biasanya di sebabkan oleh:

  1. Posisi mulut bayi dan payudara ibu yang kurang tepat saat menyusui
  2. Produksi ASI berlebihan
  3. Terlambat menyusui
  4. Pengeluaran ASI yang jarang
  5. Waktu menyusui yang terjadwal atau dibatasi
  6. Bunda tiba – tiba berhenti menyusui

Pencegahan

Cara terbaik untuk mencegah bendungan ASI adalah dengan melakukan menyusui sedini mungkin pasca melahirkan, memastikan posisi dan perlekatan menyusui benar, rutin mengosongkan payudara serta tidak membatasi waktu menyusui. Apabila bayi tidak dapat menyusu atau kurang melekat dengan sempurna dikarenakan payudara yang tegang atau kurang elastis, sebaiknya ASI dikeluarkan terlebih dahulu dengan cara di perah menggunakan tangan atau alat pompa yang banyak beredar di pasaran, ini bermanfaat untuk membuat payudara menjadi elastis dan memudahkan mulut bayi untuk melekat di payudara Ibu.

Coba cara ini jika rasa sakit, bengkak, atau kepenuhan menciptakan masalah selama hari-hari awal belajar menyusui. Kuncinya adalah membuat areola sangat lembut tepat di pangkal puting, agar bayi dapat melekat lebih baik.

pijat-payudara-bundanet

penanganan_bendungan_asi_bundanet

  1. Membuat areola (permukaan hitam di payudara) menjadi elastis. Areola yang elastis dapat masuk lebih dalam jauh di mulut bayi untuk membantu lidah bayi menghisap ASI lebih optimal. (Gambar 1 atau 2)
  2. Tekan jari – jari Anda ke dalam menuju dinding dada dan hitung perlahan-lahan hingga hitungan ke 50.
  3. Tekanan harus mantap dan tegas, namun tetap lembut untuk menghindari rasa sakit.
  4. Jika ibu ingin, orang lain dapat membantu dengan menggunakan ibu jari (Gambar. 5).
  5. Hindari kuku yang panjang saat melakukan perawatan ini.
  6. Jika payudara cukup besar atau sangat bengkak, lakukan perawatan ini dengan posisi ibu berbaring telentang. Posisi ini dapat menunda kembalinya pembengkakan areola serta memberikan lebih banyak waktu untuk menekan areola dengan menggunakan jari – jari.
  7. Lunakkan areola setiap sebelum menyusui (atau memompa) sampai bengkak hilang.
  8. Untuk beberapa ibu, bendungan asi ini memakan waktu 2-4 hari.
  9. Buatlah sesi memompa singkat, dengan jeda untuk kembali melunakkan areola kembali jika diperlukan.
  10. Gunakan hisapan alat pompa dengan kekuatan sedang atau ringan, untuk mengurangi kembalinya pembengkakan ke areola.

 Penanganan

Cara untuk menangani bendungan ASI adalah dengan:

  1. Susui bayi semau dan sesering mungkin tanpa jadwal dan tanpa batas waktu.
  2. Bila bayi sukar menghisap, keluarkan ASI dengan bantuan tangan atau pompa ASI yang efektif.
  3. Sebelum menyusui untuk merangsang reflek oksitosin dapat dilakukan kompres hangat untuk mengurangi rasa sakit, lakukan pijatan lembut pada payudara, leher dan punggung.
  4. Setelah menyusui, kompres payudara dengan air dingin untuk mengurangi bengkak

Cara lain yang bisa digunakan adalah dengan menggunakan daun kubis hijau atau kol. Daun kubis juga dapat digunakan untuk membantu mengurangi pembengkakan. Beberapa studi menunjukkan kubis dapat mengurangi pembengkakan lebih cepat. Jika bayi sedang tidak menyusu, mulailah dengan mengeluarkan ASI dengan menggunakan tangan atau alat pompa ASI. Setelah itu, lakukan Perawatan Daun Kubis. Bagaimana melakukannya?

  1. Gunakan daun kubis hijau yang sudah didinginkan didalam kulkas
  2. Pipihkan daun kubis dengan rolling pin jika daun tidak berbentukkompres_payudara_bundanet sesuai payudara Anda.
  3. Bungkus daun kubis di sekitar payudara dan biarkan selama sekitar 20 menit. Lakukan dua sampai tiga kali sehari sudah cukup. Lakukan perawatan daun kubis ini setiap selesai menyusui dan diamkan hingga daun kubis layu. Tak perlu khawatir jika melakukan perawatn daun kubi ini terlalu sering akan mengurangi pasokan ASI. Sampai saat ini belum ada yang mengatakan perawatan daun kubis dapat mengurangi pasokan ASI.
  4. Perawatan daun kubis ini dapat dengan segera mengurangi pembengkakan dan membuat Bunda menjadi lebih nyaman.
  5. Kompres es batu juga dapat membantu mengurangi pembengkakan.
  6. Pada beberapa kasus bendungan ASI, ada beberapa wanita yang juga memiliki benjolan besar di ketiak sekitar tiga atau empat hari setelah melahirkan. Perawatan daun kubis ini dapat digunakan di daerah itu juga untuk membantu menghilangkan benjolan tersebut.

tanda_mastitis_bundanetKapan Harus Menghubungi Konselor Laktasi atau Ke Rumah Sakit?

  • Apabila terdapat kemerahan di payudara
  • Nyeri sudah dirasa mengganggu
  • Suhu tubuh lebih dari 37,5 °C
  • Demam tidak berkurang setelah 24 jam

Referensi:

  1. Buku Ilmu Kebidanan (Sarwono Prawirohardjo)
  2. Engorgement – International Breastfeeding Centre (dr. Jack Newman)
  3. Pict by: Wiki How
Similar posts