Menyusui

BundaPop

Keluhan Selama Kehamilan
 

Gatal Pada Ibu Hamil

Gatal pada ibu hamil, keluhan ini terjadi kira-kira pada seperlima wanita hamil. Gatal ringan terjadi ...
Imunisasi Anak
 

Imunisasi BCG

Tujuan Imunisasi BCG Imunisasi BCG bertujuan untuk mencegah penyakit tuberkulosis (TBC) dan mencegah terjadinya infeksi ...
Menyusui
 

Manajemen ASI Perah

Haloooo Bunda, menyambung artikel yang sebelumnya, kali ini BundaNet akan membahas tentang penyimpanan ASIP (ASI ...
Kesehatan Anak
 

Tips Mengatasi Anak Susah Makan

Siapa yang tidak pusing bila si buah hati susah makan? Berbagai upaya tentu akan dilakukan ...
Menyusui
 

Mastitis (Radang Kelenjar Payudara)

Proses menyusui merupakan proses yang di nanti-nanti para ibu yang telah mengalami proses kehamilan. Namun ...

BundaTips

Mengenal Vaksin Human Papiloma Virus (HPV)

Mengenal Pemeriksaan Pap Smear

Tips Menyapih Anak

BundaChoices

Persiapan Melahirkan

Menanti waktu melahirkan merupakan hal yang menegangkan sekaligus menyenangkan. Saat ini waktu terasa berjalan jauh ...
Syarat Pendonor ASI

Syarat Pendonor ASI »

18 May, 2017

Dapat memberikan ASI secara eksklusif merupakan keinginan setiap ibu yang menyusui anaknya. Bagi ibu yang memiliki produksi ASI yang banyak bahkan cenderung berlebihan, tentu memiliki keinginan untuk dapat menjadi pendonor ASI. Lalu bolehkah sebetulnya mendonorkan ASI jika kita memiliki produksi ASI yang berlebih?

Tips Menyapih Anak

Tips Menyapih Anak »

18 May, 2017

Jika saat ini Bunda sedang menyusui, mungkin akan timbul pertanyaan pada benak Bunda. Kapan waktu terbaik untuk menyapih anak? Bagaimana caranya menghindari pembengkakan saat sudah tidak menyusui lagi? Anak dianggap disapih saat ia berhenti menyusu dan mendapatkan semua kebutuhan nutrisi dari sumber selain payudara. Berhenti menyusui bukan tanda berhentinya ikatan batin antara Bunda dan anak yang telah terjalin melalui menyusui. Menyapih merupakan kegiatan merawat dan memberi makan anak dengan cara yang berbeda.

Depresi Pasca Melahirkan

Depresi Pasca Melahirkan »

18 May, 2017

Proses persalinan tidak hanya melahirkan seorang bayi, tapi juga “melahirkan” seorang Ibu. Menjadi seorang Ibu baru dan memiliki bayi yang harus di asuh membuat Bunda mengalami banyak perubahan, seperti perubahan jam tidur, perubahan waktu makan, perubahan waktu mandi atau mengalami kesakitan pada payudara yang disebabkan oleh belum tepatnya posisi menyusui. Sebuah studi yang dilakukan pada 10.000 ibu dengan bayi yang baru lahir, ditemukan bahwa 1 dari 7 mengalami depresi pasca melahirkan.

Perubahan Suasana Hati Pasca Melahirkan (Post Partum Blues)

Perubahan Suasana Hati Pasca Melahirkan (Post Partum Blues) »

18 May, 2017

Sebagai ibu baru, Bunda tentu akan menghadapi banyak tantangan baru seperti mengemban tanggung jawab baru, perubahan gaya hidup, perubahan jam tidur serta pergeseran jam makan atau bahkan merasakan nyeri pada payudara jika Bunda menyusui tanpa adanya bimbingan. Perubahan tersebut mungkin akan membuat Bunda merasa lelah, cemas, sedih dan terperangkap dalam kebingungan. Bahkan pada beberapa wanita akan menangis karena hal-hal yang biasanya tidak akan mengganggu mereka. Semua perasaan tersebut adalah sesuatu yang normal selama beberapa minggu pasca melahirkan dan sebanyak 40 hingga 80 persen ibu baru akan mengalami perubahan suasana hati pasca melahirkan.

7 Kontak Laktasi Plus

7 Kontak Laktasi Plus »

28 Apr, 2017

Menyusui merupakan sesuatu yang alamiah, namun harus dipelajari. Banyak para calon orangtua yang berpikir “kan belum ada bayinya, untuk apa konsultasi dengan konselor laktasi?” atau “nanti saja konseling dengan konselor laktasi kalau ada masalah”.

Berpuasa Saat Menyusui

Berpuasa Saat Menyusui »

20 Apr, 2017

Bagi Ibu menyusui yang ingin ikut berpuasa, dianjurkan saat bayi telah berusia lebih dari enam bulan atau telah selesai masa ASI Eksklusif, dimana bayi telah mendapatkan asupan nutrisi selain ASI yaitu Makanan Pendamping ASI (MPASI). Lalu, jika seorang Ibu menyusui ingin ikut berpuasa Ramadhan, amankah untuk sang bayi? Bagaimana cara berpuasa bagi Ibu menyusui yang baik dan sehat?