Home » Kesehatan Anak » Gejala Kurang Cairan (Dehidrasi)

Gejala Kurang Cairan (Dehidrasi)

dehidrasi-bundanetDehidrasi adalah keadaan tubuh kekurangan cairan. Dehidrasi dapat terjadi karena tubuh tidak mendapatkan cairan yang cukup (contoh: mogok makan dan minum) atau karena tubuh kehilangan cairan berlebihan (contoh: diare, muntah). Diare dan muntah merupakan penyebab dehidrasi paling sering pada anak.

Dehidrasi dapat bersifat ringan hingga berat. Dehidrasi berat, khususnya pada anak, merupakan keadaan gawat darurat dan dapat mengancam nyawa.


TANDA-TANDA DEHIDRASI

Dehidrasi ringan hingga sedang :

  • Mulut keringtanda-dehidrasi-bundanet
  • Sedikit atau tidak ada air mata ketika menangis
  • Bayi rewel
  • Kurang dari empat popok basah per hari pada bayi (lebih dari 4 sampai 6 jam tanpa popok basah pada bayi ┬ádi bawah usia 6 bulan)
  • Tidak buang air kecil selama 6 sampai 8 jam pada anak-anak
  • Ubun-ubun pada kepala bayi yang terlihat lebih datar dari biasanya atau agak cekung
  • Timbul episodik dan atau kronik
  • Timbul cenderung pada malam hari/dinihari
  • Timbul musiman
  • Adanya faktor pencetus seperti aktivitas fisik, infeksi saluran napas (batuk, pilek, flu, common cold), perubahan cuaca, alergen (debu rumah, tungau debu rumah, bulu binatang, obat-obatan, asap, dan lain-lain).
  • Bersifat reversibel (bisa sembuh seperti sedia kala) baik secara spontan maupun dengan pengobatan.
  • Adanya riwayat asma atau atopi (penyakit alergi) pada pasien atau keluarganya.
  • Sedangkan sebab-sebab lain sudah disingkirkan.

Banyak bayi dan anak yang akhirnya harus mendapatkan perawatan yang intensif bahkan hingga tidak tertolong akibat dehidrasi berat. Karena itu, penting sekali untuk mengetahui tanda-tanda dehidrasi terutama dehidrasi berat. Dengan mengetahui tanda dehidrasi maka bunda akan lebih waspada dan tidak terlambat untuk membawa buah hati ke dokter jika mengalami diare atau muntah-muntah.

Updated: 04/06/2016

Similar posts