Home » Kesehatan Anak » Mengatasi Demam Pada Bayi Dan Anak

Mengatasi Demam Pada Bayi Dan Anak

demam-bundanetDemam adalah peningkatan suhu tubuh di atas nilai normal. Demam bukanlah suatu penyakit, melainkan suatu tanda dari berbagai proses dalam tubuh. Kita sering khawatir bila kita atau anggota keluarga kita mengalami demam. Namun demam tidak selalu berdampak buruk bagi tubuh kita, bahkan sesungguhnya demam merupakan mekanisme pertahanan tubuh kita terhadap berbagai penyakit terutama infeksi.

Memahami demam dengan lebih baik dapat mengurangi kekawatiran kita sekaligus mengambil tindakan yang tepat saat kita atau keluarga kita demam.

NILAI NORMAL SUHU TUBUH DAN CARA PENGUKURAN

Suhu tubuh manusia mempunyai variasi tiap harinya dimana pada pagi hari suhu tubuh relatif lebih rendah dan pada sore atau malam hari relatif lebih tinggi. Perbedaan suhu tersebut berkisar 0,5° C. Perbedaan itu normal dan sering disebut variasi diurnal. Nilai normal suhu tubuh juga dapat dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, suhu udara, dan faktor lingkungan.

Tabel. Nilai Normal Suhu Tubuh

Teknik Pengukuran Nilai Normal Demam Bila… Keterangan
Meraba dengan tangan
  • Sangat tidak akurat, dan tidak direkomendasikan
Suhu di dalam mulut (Oral) 35,5° – 37,5° C

 

> 37,5° C

 

  • Aman dan akurat
  • Lebih akurat dibandingkan dengan suhu ketiak
  • Tidak dianjurkan pada anak usia < 5 tahun atau anak sulit bekerja sama
Suhu ketiak (aksila) 34,7° – 37,3° C > 37,3° C
  • Cukup akurat
  • Hasil lebih rendah 0,5° C dibandingkan dengan suhu oral
  • Mudah dilakukan pada semua usia
Suhu rektal (anus) 36,6° – 37,9° C > 37,9° C
  • Akurat
  • Tidak nyaman bagi anak
Suhu telinga 35,7° – 37,5° C > 37,5° C
  • Keakuratannya masih diperdebatkan oleh para ahli
  • Tidak dianjurkan pada bayi usia < 3 bulan

Dalam mengukur suhu kita perlu memahami bahwa suhu tubuh bervariasi, tergantung pada teknik pengukuran yang dipakai. Dan lebih baik menggunakan 1 teknik pengukuran untuk memudahkan monitor perubahan suhu.

Berikut ini adalah cara mengukur suhu tubuh pada anak:

Mengukur suhu di dalam mulut (oral)

  • Bila anak baru saja minum atau makan, tunggu 20 – 30 menit sebelum mengukur temperatur di dalam rongga mulut
  • Pastikan tidak ada makanan, permen, dan lain-lain di dalam mulut anak Bunda
  • Letakkan ujung termometer di bawah lidah, minta anak untuk mengatupkan bibirnya di sekeliling termometer. Ingatkan dia untuk tidak menggigit termometer atau berbicara saat ada termometer di dalam mulutnya. Minta anak untuk rileks dan bernafas biasa melalui hidung.
  • Setelah terdengar nada beep, baca angka yang tertulis

Mengukur suhu ketiak (aksila)

  • Buka baju anak dan dalamannya (termometer harus menyentuh kulit, bukan baju)
  • Taruh termometer di ketiak, lipat tangan anak serongkan ke dada sehingga termometer terjepit
  • Tunggu sampai terdengar nada “beep”. Baca angka yang tertera.

 Mengukur temperatur rektal (Anus)

  • Lumasi ujung termometer dengan jelly pelicin yang larut air (jangan pergunakan petroleeum jelly)
  • Baringkan anak di pangkuan Bunda atau di atas tempat yang rata dan agak keras
  • Satu tangan memegang bagian bawah pantat anak agar tidak bergerak-gerak. Tangan yang lain memasukkan termometer melalui anus sejauh 1 – 2 cm,  tetapi bila terasa ada tahanan, jangan masukkan lebih jauh dari 1 cm.
  • Termometer dikepit di antara dua jari saat bagian tangan Bunda yang lain memegang pantat anak. Tenangkan anak atau bayi, ajak bicara sambil Bunda memegang termometer tersebut.
  • Tunggu sampai terdengar nada “beep” dan bacalah angka yang tertera

PENYEBAB DEMAM

Demam bukanlah suatu penyakit, melainkan salah satu tanda dari penyakit. Sebagian besar demam disebabkan oleh adanya infeksi dalam tubuh. Infeksi dapat disebabkan oleh virus, bakteri, jamur dan parasit.

Demam merupakan salah satu mekanisme pertahanan tubuh untuk melawan dan mengeliminasi infeksi. Demam dapat timbul berhari-hari selama proses infeksi masih berlangsung dalam tubuh, dan bila infeksi sudah teratasi maka suhu tubuh akan kembali turun hingga normal. Oleh karena itu demam biasanya menjadi tanda dari perjalanan suatu penyakit.

Pada anak-anak, penyebab utama demam adalah infeksi virus. Yang termasuk infeksi virus di antaranya infeksi saluran napas akut (ISPA), sariawan, cacar air, campak, dan diare. Infeksi virus umumnya tidak memerlukan pemeriksaan khusus dan biasanya sembuh sendiri. Demam yang disebabkan infeksi bakteri di antaranya infeksi saluran kemih (ISK), pneumonia, meningitis, otitis media, diare dan tonsilitis-faringitis streptokokus.

GEJALA YANG SERING MENYERTAI DEMAM

Terlepas dari penyebab demam, demam sering disertai dengan gejala lain sebagai berikut:

  • Mengigil, merasa kedinginan, tangan dan kaki teraba dingin (gejala tersebut ada respon tubuh yang normal untuk meningkatkan suhu tubuh)
  • Sakit kepala
  • Badan terasa pegal
  • Nafsu makan menurun
  • Merasa lemas
  • Dehidrasi

PENANGANAN DEMAM

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, demam mempunyai manfaat melawan infeksi. Namun demam juga memberikan dampak negatif diantaranya tedemam-pada-anak-bundanetrjadi peningkatan metabolisme tubuh, dehidrasi ringan, dan dapat membuat anak sangat tidak nyaman. Oleh karena itu demam perlu ditangani dengan baik.

Penanganan demam yang baik bukan semata-mata untuk menurunkan suhu tubuh melainkan juga mencari penyebab deman dan mengatasi penyebab demam tersebut. Untuk mengetahui secara pasti penyebab demam pada anak Bunda, konsultasikan anak Bunda ke dokter.

Obat Penurun Panas (Antipiretik)

Antipiretik adalah obat yang mempunyai efek menurunkan suhu tubuh pada keadaan demam. Tujuan pemberian antipiretik bukan untuk menormalkan suhu tubuh melainkan untuk menurunkan suhu tubuh (tidak harus sampai normal) dan membuat anak merasa lebih nyaman. Yang termasuk antipiretik adalah parasetamol, obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), dan aspirin. Konsultasikan dengan dokter Bunda apabila Bunda akan memberikan obat penurun panas.

demam-pada-bayi-bundanet

Parasetamol (acetaminophen) merupakan obat pilihan pada anak-anak. Dosis yang dianjurkan adalah 10-15 mg/kg/kali setiap 4-6 jam (4 kali/hari). Parasetamol terbukti efektif dan aman apabila diberikan sesuai dosis yang direkomendasikan. Ibuprofen merupakan golongan OAINS yang sering diberikan. Dosis yang dianjurkan adalah 5-10 mg/kg/kali setiap 6 – 8 jam (3 – 4 kali/hari). Ibuprofen juga terbukti efektif dan aman sebagai antipiretik, namun tidak dianjurkan pada anak usia dibawah 6 bulan atau diberikan dalam jangka waktu lama. Baik parasetamol maupun ibuprofen terbukti efektif menurunkan demam dan direkomendasikan pada anak-anak. Namun pemberian kombinasi keduanya tidak direkomendasikan karena belum terdapat penelitian yang membuktikan efektivitasnya. Selain itu pemberian kombinasi ibuprofen dan parasetamol pada anak demam dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan hati dan ginjal.

Sedangkan aspirin tidak rekomendasikan pada anak meskipun efektif untuk mengurangi demam. Karena pemberian aspirin pada anak demam yang disebabkan infeksi virus dapat meningkatkan risiko terjadinya Sindrom Reye, sebuah penyakit yang ditandai dengan kerusakan fungsi hati dan ginjal.

Terapi Suportif

Selain pemberian antipiretik juga dianjurkan terapi penunjang, mengatasi-demam-bundanetdi antaranya:

  1. Meningkatkan asupan cairan

Memperbanyak minum dapat mencegah dehidrasi. Pemberian minum dapat berupa air, susu, ASI, kuah sup, atau jus buah.

2.  Mengompres anak dengan air hangat.

Mengompres juga dapat dilakukan dengan merendam anak di air hangat sambil membasuh badan anak. Mengompres/merendam anak dengan air hangat dapat membantu menurunkan suhu terutama apabila dilakukan setelah pemberian antipiretik. Namun apa bila anak menggigil atau semakin tidak nyaman, jangan melakukan pengompresan.

Apabila anak demam tidak dianjurkan untuk mengompres anak dengan air dingin atau alkohol. Mengompres anak dengan air dingin dapat mengakibatkan penyempitan pembuluh darah (vasokontriksi) sehingga justru meningkatkan suhu tubuh.

Kapan Harus Ke Dokter

Sebagian besar demam disebabkan oleh infeksi ringan dan dapat ditangani di rumah. Namun sebaiknya anda menghubungi/mengunjungi dokter bila:

  1. Demam pada anak usia di bawah 3 bulan
  2. Suhu anak lebih dari 40° C
  3. Demam pada anak yang mempunyai penyakit kronis dan defisiensi sistem imun
  4. Anak gelisah, lemah, atau sangat tidak nyaman
  5. Demam berlangsung lebih dari 3 hari (> 72 jam)
  6. Demam disertai sesak napas
  7. Muntah terus menerus dan sulit minum
  8. Leher anak (terasa) kaku

SUMBER :

  1. Avner JR. Acute Fever. Pediatr. Rev. 2009;30;5-13
  2. Fever in Children. www.rch.org.au/kidsinfo/
  3. Mayo Clinic Staf. Fever. http://www.mayoclinic.com/health/fever/DS00077/

 

Updated: 03/06/2016

Similar posts