Home » Menyusui » Depresi Pasca Melahirkan

Depresi Pasca Melahirkan

depresi-pasca-melahirkan-bundanetProses persalinan tidak hanya melahirkan seorang bayi, tapi juga “melahirkan” seorang Ibu. Menjadi seorang Ibu baru dan memiliki bayi yang harus di asuh membuat Bunda mengalami banyak perubahan, seperti perubahan jam tidur, perubahan waktu makan, perubahan waktu mandi atau mengalami kesakitan pada payudara yang disebabkan oleh belum tepatnya posisi menyusui. Sebuah studi yang dilakukan pada 10.000 ibu dengan bayi yang baru lahir, ditemukan bahwa 1 dari 7 mengalami depresi pasca melahirkan.

Depresi pasca melahirkan merupakan depresi yang paling banyak dialami oleh banyak orangtua pasca kelahiran anaknya. Depresi pasca melahirkan tidak hanya dapat di alami oleh seorang Ibu, Ayah pun dapat mengalaminya meski dengan reaksi yang berbeda. Penyebab depresi pasca melahirkan yang di alami oleh seorang Ayah biasanya terjadi karena adanya perubahan prioritas hidup, gaya hidup yang berubah dan perubahan beban tanggung jawab yang di miliki.

PENYEBAB DEPRESI PASCA MELAHIRKAN

  • Hormon

Saat hamil, terjadi peningkatan kadar hormon, kemudian saat melahirkan, kadar hormon tersebut akan turun secara signifikan. Perubahan kadar hormon yang signifikan tersebut dapat memicu depresi pada beberapa wanita.

  • Riwayat Depresi

Jika Bunda pernah mengalami depresi di masa lalu atau dalam keluarga ada yang mengalami depresi, kemungkinan untuk mengalami depresi pasca melahirkan cenderung meningkat.

  • Stres dan Masalah

Jika Bunda mengalami kehamilan yang tidak di inginkan atau tidak direncanakan, pasangan dan keluarga tidak berperan aktif dalam membantu merawat bayi baru lahir, Bunda akan mengalami kemungkinan untuk mengalami depresi pasca melahirkan.

  • Pernikahan Usia Dini

Pernikahan yang dilakukan di usia muda dapat meningkatkan resiko depresi pasca melahirkan

GEJALA DEPRESI PASCA MELAHIRKAN

  • Perasaan sedih yang terus menerus dan suasana hati yang tidak ceria
  • Khawatir berlebihan terhadap kondisi bayi
  • Merasa lelah dan kekurangan energi sepanjang waktu
  • Kesulitan tidur di malam hari dan merasa mengantuk di siang hari
  • Kesulitan beradaptasi dengan pola asuh kepada bayi
  • Menarik diri dari keluarga dan lingkungan
  • Sulit untuk berkonsentrasi dan mengambil keputusan
  • Dalam kasus yang jarang terjadi, beberapa wanita yang mengalami depresi pasca melahirkan, akan mengalami delusi atau halusinasi yang dapat membahayakan bayi, seperti melukai bayi secara fisik atau menelantarkannya.

Banyak wanita yang tidak menyadari sedang mengalami depresi pasca melahirkan, karena depresi pasca melahirkan berkembang secara bertahap

DIAGNOSA DAN PENGOBATAN

Hanya dokter dan tim tenaga medis yang dapat menegakkan diagnosa depresi pasca melahirkan, namun jika Bunda merasa mengalami beberapa gejala seperti yang dijabarkan diatas, segeralah berkonsultasi dengan tenaga ahli. Jika benar menderita depresi pasca melahirkan, dokter akan menyarankan pengobatan yang dapat membantu Bunda merasa kembali seperti sebelumnya.

Obat

Dokter mungkin akan menganjurkan Bunda untuk mengkonsumsi antidepresan yang akan membantu Bunda menjadi lebih tenang. Obat ini membantu keseimbangan kimia otak yang terkait dengan depresi. Pastikan untuk memberitahu dokter bahwa Bunda sedang menyusui, agar obat yang diberikan tidak mengganggu produksi ASI.

Konseling

Berbicara dengan psikolog atau konselor juga akan sangat membantu untuk mengurangi beban pikiran yang Bunda rasakan. Bunda akan dapat mempelajari cara-cara untuk mendeteksi adanya depresi ketika Bunda mengalami pikiran-pikiran negatif sehingga Bunda tahu bagaimana mengatasinya. Bunda juga dapat mendiskusikan permasalahan masa lalu atau tekanan yang bunda rasakan agar masalah tersebut dapat keluar dari dalam pikiran Bunda.

MENCEGAH DEPRESI PASCA MELAHIRKAN

Meskipun telah ada beberapa penelitian mengenai pencegahan depresi pasca melahirkan, namun belum ada bukti yang menunjukkan bahwa depresi pasca melahirkan dapat dicegah, selain dengan menjalankan pola hidup sehat. Namun jika Bunda memiliki riwayat pernah mengalami depresi atau memiliki anggota keluarga yang pernah mengalami depresi, beritahukan kepada dokter kandungan Bunda jika saat ini Bunda tengah hamil atau sedang melakukan program kehamilan agar dokter dapat memantau kondisi kesehatan dan memberikan pengobatan jika diperlukan.

MENGATASI DEPRESI PASCA MELAHIRKAN

  1. Rutin melakukan olahraga ringan
  2. Istirahat cukup
  3. Makan teratur
  4. Lakukan hal-hal yang disukai
  5. Bersantai
  6. Berkumpul dengan orang-orang yang peduli dan memiliki pengalaman yang sama

Referensi:

  1. Postpartum Depression: What You Should Know – WebMD
  2. Postnatal Depression (NHS – UK)
  3. Postpartum Depression (Baby Center)