Home » Kesehatan Wanita » Sulit Hamil » Evaluasi Ketidaksuburan Pada Wanita

Evaluasi Ketidaksuburan Pada Wanita

ketidaksuburan-pada-wanita-bundanetBanyak jenis pemeriksaan yang tersedia untuk evaluasi ketidaksuburan pada wanita dan biasanya tidak semua pemeriksaan tersebut harus dilakukan. Dokter biasanya akan memulai dengan riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik dan beberapa pemeriksaan awal.

Riwayat Kesehatan

Riwayat kesehatan seorang wanita mungkin bisa dijadikan sebagai petunjuk penyebab dari ketidaksuburan. Dokter akan menanyakan tentang perkembangan pada masa kanak-kanak, perkembangan seksual selama pubertas, riwayat seksual, riwayat penyakit dan infeksi, pembedahan, penggunaan obat, paparan terhadap bahan berbahaya (alkohol, radiasi, steroid, kemoterapi dan bahan kimia berbahaya) serta riwayat pemeriksaan kesuburan sebelumnya.

 

Riwayat Menstruasi

Gangguan Menstruasi seperti Amenore (tidak mengalami menstruasi) biasanya merupakan tanda tidak adanya ovulasi, yang dapat menyebabkan ketidaksuburan. Oligomenore (siklus menstruasi yang tidak teratur) juga bisa merupakan tanda ovulasi yang tidak teratur, walaupun wanita dengan oligomenore bukan tidak mungkin untuk hamil tetapi dapat menyebabkan kesulitan untuk hamil.

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik biasanya meliputi pemeriksaan menyeluruh, dengan perhatian khusus terhadap adanya tanda-tanda kekurangan hormon atau tanda dari kondisi lain yang mungkin mempengaruhi kesuburan. Dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan panggul untuk mengidentifikasi adanya ketidaknormalan dari sistem reproduksi dan tanda-tanda tingkat hormon yang rendah.

 

Tes Darah

Tes darah dapat memberikan informasi tentang kadar beberapa hormon yang berperan penting dalam kesuburan wanita. Hormon ini adalah follicle-stimulating hormone (FSH) dan estradiol untuk menilai seberapa baik fungsi dari indung telur (ovarium), TSH untuk menilai fungsi tiroid (kelenjar gondok) dan prolaktin untuk menilai adanya tumor jinak di hipofisis.

Tes Penilaian Ovulasi

Banyak cara tes yang dapat dilakukan untuk memeriksa adanya ovulasi. Ovulasi terjadi jika sel telur (ovum) dikeluarkan dari indung telur (ovarium) dan ditangkap oleh saluran telur (tuba falopii). Ovulasi merupakan hal yang penting dalam kesuburan dan harus terjadi ovulasi jika seorang wanita ingin hamil.

ketidaksuburan-pada-wanita-bundanet

  • Suhu tubuh basal – Pemeriksaan suhu tubuh basal (pengukuran suhu dilakukan pagi hari sebelum bangun dari tempat tidur) sebelumnya direkomendasikan untuk pemeriksaan terjadinya ovulasi. Di mana terjadi sedikit peningkatan suhu tubuh setelah ovulasi. Tetapi, pola suhu tubuh basal mungkin sulit untuk diinterpretasi dan secara umum tidak direkomendasikan untuk evaluasi ketidaksuburan.

ketidaksuburan-pada-wanita-bundanet

  • Kadar hormon – Kadar luteinizing hormone (LH) akan meningkat secara tiba-tiba di mulai kira-kira 38 jam sebelum terjadi ovulasi. Peningkatan kadar hormon ini dapat dideteksi dengan menggunakan tes kesuburan melalui urin. Tetapi, alat ini tidak selalu berhasil mendeteksi peningkatan hormon. Karena itu, dokter mungkin merekomendasikan tes darah untuk memastikan ovulasi. Kadar hormon progesteron dalam darah merupakan indikator yang lebih akurat untuk menilai ovulasi. Secara normal, tingkat progesteron meningkat setelah ovulasi. Tes untuk menilai tingkat progesteron biasanya dilakukan 20-24 hari setelah hari pertama menstruasi.

Penilaian Cadangan Sel Telur

Selain untuk menilai ovulasi, kadang diperlukan tes untuk melihat cadangan sel telur (ovum) dalam indung telur (ovarium). Penilaian cadangan sel telur mungkin disarankan jika bunda berusia lebih dari 35 tahun atau adanya riwayat operasi yang melibatkan indung telur, misalnya kista indung telur. Hasil tes ini dapat memberikan gambaran tentang jumlah cadangan sel telur (ovum) dalam indung telur yang dapat menentukan kemungkinan keberhasilan dari program kehamilan nantinya.

Tes untuk pemeriksaan rahim (uterus) dan saluran telur (tuba falopii)

Adanya kelainan pada rahim dapat menyebabkan terjadinya ketidaksuburan seperti kelainan bentuk rahim yang didapat sejak lahir, misalnya sekat pada dinding dalam rahim, tumor rahim (mioma), polip dan kelainan bentuk rahim akibat operasi pada rahim.

ketidaksuburan-pada-wanita-bundanet

Perlengketan atau sumbatan pada saluran telur dapat terjadi akibat adanya infeksi panggul atau infeksi dalam rongga perut, endometriosis atau perlengketan akibat operasi.

Tes yang dilakukan untuk pemeriksaan rahim dan saluran telur :

  • Histerosalpingogram (HSG) – Tes ini digunakan untuk membantu melihat adanya kelainan bentuk rahim dan adanya sumbatan pada saluran telur. Saat pemeriksaan akan dimasukkan kateter kecil melalui leher rahim ke dalam rahim.

Histerosalpingogram-bundanet

Cairan khusus yang dapat terlihat melalui x-ray disuntikkan melalui kateter tersebut yang akan mengisi rahim dan saluran telur. Setelah cairan tersebut disemprot, dilakukan x-ray, sehingga akan tampak dinding dalam dari rahim dan saluran telur. Bentuk rahim yang tidak normal atau adanya sumbatan pada satu atau dua saluran telur akan terlihat pada foto x-ray.

ketidaksuburan-pada-wanita-bundanetketidaksuburan-pada-wanita-bundanet

Pemeriksaan dilakukan tanpa pembiusan dan pada posisi berbaring pada meja x-ray. Sebagian besar wanita mungkin akan merasakan kram pada perut bawah dengan derajat sedang hingga berat ketika cairan tersebut disemprot, tetapi kram biasanya akan berkurang setelah 5-10 menit. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan beberapa hari setelah menstruasi (sebelum terjadi ovulasi).

Histeroskopi – Pada histeroskopi, tabung kecil yang mempunyai sumber cahaya dimasukkan melalui leher rahim ke dalam rahim untuk melihat secara langsung dinding dalam rahim dan posisi masuknya saluran telur ke dalam rahim. Udara atau cairan disemprotkan untuk membuat rahim mengembang sehingga dokter bisa melihat bagian dalam rahim.

Histeroscopy-bundanet

Histeroskopi biasanya dilakukan pada wanita yang dicurigai kelainan rahim, berdasarkan riwayat kesehatan, histerosalpingogram atau ultrasonografi. Histeroskopi diagnostik dapat dilakukan di poliklinik tanpa pembiusan atau obat tidur. Jika dibutuhkan histeroskopi pembedahan, biasanya dilakukan di ruang operasi dengan pembiusan regional (lokal, spinal atau epidural) atau pembiusan umum.

  • Ultrasonografi (USG) – Pada ultrasonografi transvaginal, probe ultrasound kecil dimasukkan ke dalam vagina; hal ini memberikan gambaran rahim dan indung telur yang lebih jernih dibandingkan dengan ultrasonografi transabdominal. Tidak perlu pembiusan atau obat tidur dan sangat sedikit atau tanpa risiko. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menilai ukuran dan bentuk rahim dan indung telur dan untuk melihat apakah terdapat kelainan struktur (misalnya tumor rahim atau kista indung telur). Jika ditemukan kelainan maka mungkin dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

ketidaksuburan-pada-wanita-bundanet

  • Sonohisterogram (SHG) atau Saline Infusion Sonografi (SIS) – Penyemprotan larutan steril ke dalam rongga rahim melalui kateter kecil yang dimasukkan melalui leher rahim dapat meningkatkan visualisasi bagian dalam rahim selama dilakukan pemeriksaan ultrasonografi transvaginal.

Sonohisterogram-bundanet

  • Laparoskopi – Selama laparoskopi, tabung kecil dan mempunyai lampu dimasukkan ke dalam rongga perut melalui irisan kecil di dinding perut, sehingga dokter dapat melihat rahim, indung telur dan saluran telur secara langsung. Laparoskopi dilakukan membutuhkan pembiusan umum dan biasanya tidak perlu rawat inap.

Laparoskopi-bundanet

Laparoskopi dapat mendeteksi kerusakan dan sumbatan pada saluran telur, endometriosis dan kelainan lain dari organ dalam panggul. Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan terbaik untuk diagnosis endometriosis atau perlengketan organ dalam panggul. Endometriosis juga dapat diterapi saat laparoskopi sehingga dapat meningkatkan keberhasilan untuk hamil pada wanita dengan ketidaksuburan akibat endometriosis. Tetapi, laparoskopi bukanlah pemeriksaan rutin yang dilakukan untuk evaluasi ketidaksuburan.

 

Updated: 05/06/2016

Similar posts