Home » Kesehatan Wanita » Kontrasepsi » Kontrasepsi Implan (Susuk KB)

Kontrasepsi Implan (Susuk KB)

implan_bundanetKontrasepsi implan atau yang dikenal di masyarakat luas sebagai susuk KB adalah alat kontrasepsi yang dimasukkan ke bawah kulit pada bagian dalam lengan atas. Kontrasepsi implan berbentuk kapsul silastik yang berisi hormon progestin. Hormon ini akan dilepaskan sedikit demi sedikit hingga habis masa efektifnya. Implan merupakan salah metode kontrasepsi jangka panjang yang nyaman dan aman dipakai pada masa menyusui.

JENIS – JENIS IMPLAN

Terdapat dua jenis kontrasepsi implan yang masih tersedia saat ini, yaitu :implan_bundanet

  1. Indoplant atau implan andalan. Terdiri dari 2 batang putih lentur yang masing-masing mengandung 75 mg levonorgestrel dengan diisi dengan lama kerja 3 tahun.
  2. Terdiri dari 1 batang putih lentur dengan panjang kira-kira 40 mm, dan diameter 2 mm, yang di isi dengan 68 mg etonogestrel dan lama kerjanya 3 tahun.

CARA KERJA IMPLAN

Tidak berbeda jauh dengan metode kontrasepsi lain yang menggunakan hormon progestin, implan bekerja sebagai kontrasepsi dengan membuat lendir leher rahim menjadi kental sehingga sperma sulit masuk ke dalam rahim, mengganggu proses pembentukan endometrium sehingga hasil pembuahan sulit menempel di rongga rahim (implantasi) serta menekan ovulasi (keluarnya sel telur dari indung telur).

EFEKTIVITAS IMPLAN

Metode ini sangat efektif, dengan angka kegagalan 0,2–1 kehamilan per 100 perempuan.

KEUNTUNGAN KONTRASEPSI:

  • Efektivitas tinggi
  • Perlindungan jangka panjang (hingga 3 tahun)
  • Pengembalian tingkat kesuburan yang cepat setelah pencabutan
  • Tidak perlu melakukan pemeriksaan dalam
  • Bebas dari pengaruh hormon esterogen sehingga tidak mengganggu produksi ASI
  • Tidak mengganggu hubungan seksual
  • Bunda hanya perlu kembali ke klinik bila ada keluhan saja
  • Implan dapat dicabut setiap saat sesuai dengan kebutuhan.

KEUNTUNGAN NON KONTRASEPSI:

  • Mengurangi nyeri haid dan jumlah darah haid
  • Mengurangi atau memperbaiki anemia
  • Melindungi dari terjadinya kanker endometrium dan beberapa penyebab penyakit radang panggul
  • Menurunkan angka kejadian kelainan jinak payudara dan endometriosis.

KETERBATASAN IMPLAN

  • Dapat menyebabkan terjadinya perubahan pola haid berupa perdarahan bercak, meningkatnya jumlah darah haid atau tidak haid.
  • Nyeri kepala, nyeri payudara, mual
  • Peningkatan atau penurunan berat badan
  • Perubahan perasaan (mood)
  • Tidak memberikan perlindungan terhadap infeksi menular seksual termasuk HIV
  • Membutuhkan tindakan pembedahan kecil untuk penanaman dan pencabutan implan
  • Bunda tidak dapat menghentikan sendiri pemakaian kontrasepsi ini sesuai dengan keinginan, akan tetapi harus pergi ke klinik untuk pencabutan implan
  • Efektivitasnya menurun bila digunakan bersamaan dengan obat-obatan tuberkulosis (TBC) atau obat epilepsi.

 

KLIEN YANG SESUAI MENGGUNAKAN IMPLAN
  • Menghendaki kontrasepsi yang memiliki efektivitas tinggi dan menghendaki pencegahan kehamilan jangka panjang
  • Tidak menginginkan anak lagi, tetapi menolak sterilisasi (tubektomi atau vasektomi)
  • Sedang menyusui
  • Pasca melahirkan atau keguguran
  • Memiliki tekanan darah < 180/110 mmHg, dengan masalah pembekuan darah, atau anemia bulan sabit (sickle cell)
  • Bunda yang TIDAK BOLEH menggunakan kontrasepsi hormonal yang mengandung esterogen
  • Sering lupa mengkonsumsi pil KB.

 

 

KLIEN YANG TIDAK BOLEH MENGGUNAKAN IMPLAN
  • Sedang hamil atau di duga hamil
  • Perdarahan lewat vagina yang belum jelas penyebabnya
  • Penderita tumor pada rahim, kanker payudara atau memiliki riwayat kanker payudara
  • Gangguan toleransi glukosa
  • Tidak dapat menerima perubahan pola haid yang terjadi.


WAKTU MULAI MENGGUNAKAN IMPLAN

  • Saat haid hari pertama sampai hari ke-5. Tidak diperlukan metode kontrasepsi tambahan.
  • Setiap saat, asal diyakini tidak terjadi kehamilan. Bila pemasangan dilakukan setelah hari ke-5 siklus haid sebaiknya tidak melakukan hubungan seksual atau gunakan kontrasepsi tambahan selama 7 hari setelah pemasangan.
  • Bila tidak/belum haid, pemasangan dapat dilakukan setiap saat, asal diyakini tidak terjadi kehamilan. Untuk kondisi ini sebaiknya jangan melakukan hubungan seksual atau gunakan kontrasepsi tambahan selama 7 hari setelah pemasangan.
  • Bila bunda menggunakan kontrasepsi hormonal lain dan ingin menggantinya dengan implan, pemasangan dapat dilakukan setiap saat, asal diyakini tidak terjadi kehamilan atau kontrasepsi terdahulu digunakan dengan benar.
  • Bila kontrasepsi sebelumnya adalah kontrasepsi suntikan, implan dapat diberikan pada saat jadwal kontrasepsi suntikan tersebut. Tidak diperlukan metode kontrasepsi lain.
  • Bila kontrasepsi sebelumnya adalah kontrasepsi nonhormonal (kecuali AKDR), dan Bunda ingin menggantinya dengan implan, pemasangan dapat dilakukan setiap saat, asal diyakini tidak terjadi kehamilan. Tidak perlu menunggu hingga datang haid.
  • Bila kontrasepsi sebelumnya adalah AKDR, implan dapat dipasang pada saat haid bersamaan dengan melepas AKDR, tetapi tidak melakukan hubungan seksual atau gunakan metode kontrasepsi tambahan selama 7 hari. Atau AKDR dicabut setelah 7 hari pasca pemasangan implan.
  • Pada pasca keguguran dianjurka dipasang segera setelah terjadinya keguguran.

PEMASANGAN DAN PENCABUTAN IMPLAN

pencabutan_implan_bundanet

PEMASANGAN

  1. Bersihkan tempat pemasangan dengan larutan antiseptik.
  2. Tentukan tempat pemasangan yang optimal.
  3. Berikan pembiusan lokal sepanjang jalur pemasangan implan.
  4. Masukkan implan ke bawah kulit dengan cara yang sesuai dengan jenis implan yang diinginkan (norplant atau implanon).implan_bundanet

PENCABUTANimplan_bundanet

  1. Bersihkan tempat pemasangan dengan larutan antiseptik.
  2. Tentukan lokasi seluruh implan yang akan dicabut.
  3. Tentukan lokasi optimal irisan kulit sehingga dapat meraih seluruh implan di bawah kulit.
  4. Lakukan pembiusan lokal pada tempat irisan dan daerah sekitar ujung implan.
  5. Buat irisan kulit dan cabut semua implan.

>

HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN PASCA PEMASANGAN IMPLAN
  • Daerah pemasangan harus tetap dibiarkan kering dan bersih selama 48 jam pertama. Hal ini bertujuan untuk mencegah infeksi pada luka irisan.
  • Mungkin akan terjadi rasa perih, bengkak atau lebam pada daerah irisan, dan hal ini tidak perlu dikhawatirkan.
  • Bunda tetap bisa mengerjakan pekerjaan harian, namun hindari benturan, gesekan atau penekanan pada daerah pemasangan.
  • Plester dipertahankan hingga luka sembuh, biasanya selama 5 hari.
  • Setelah luka sembuh, daerah pemasangan dapat disentuh dan dicuci dengan tekanan yang wajar.
  • Bila ditemukan ada tanda-tanda infeksi seperti demam, peradangan, atau bila rasa sakit menetap selama beberapa hari, segera memeriksakan diri.


JADWAL KUNJUNGAN ULANG

Bunda tidak perlu kembali ke klinik, kecuali ada masalah kesehatan atau Bunda ingin mencabut Implant. Bunda dianjurkan kembali ke klinik tempat implant di pasang bila ditemukan hal-hal sebagai berikut:

  • Terjadi keterlambatan haid yang sebelumnya teratur yang disertai dengan nyeri perut bagian bawah
  • Perdarahan yang banyak dari kemaluan
  • Rasa nyeri pada lengan
  • Luka bekas pemasangan mengeluarkan darah atau nanah
  • Batang implan keluar dari tempat pemasangan
  • Sakit kepala hebat atau penglihatan jadi kabur
  • Nyeri dada yang hebat
  • Dugaan adanya kehamilan.

 

Updated: 07/06/2016

Similar posts