Home » Kesehatan Wanita » Kanker Serviks

Kanker Serviks

kanker-serviksServiks atau leher rahim merupakan bagian terbawah atau leher dari rahim. Kanker serviks terjadi jika sel normal pada serviks berubah menjadi sel yang tidak normal, dan tumbuh tidak terkontrol. Jika kanker ini ditemukan dan diterapi pada tahap dini maka bisa sembuh dengan baik.

PENYEBAB KANKER SERVIKS

Infeksi human papillomavirus (HPV) terdeteksi pada 99,7% kanker serviks, sehingga infeksi HPV merupakan infeksi yang sangat penting pada perjalanan penyakit kanker serviks. Ada banyak jenis HPV. Beberapa jenis HPV, yang disebut tipe high risk,  dapat menyebabkan kanker serviks, vulva, vagina, anus dan penis. Sedangkan tipe low risk dikaitkan dengan terjadinya kutil kelamin (kondiloma).

Faktor-faktor berikut meningkatkan risiko terinfeksi HPV:

  • Mempunyai banyak pasangan seksual
  • Pasangan memiliki banyak pasangan seksual lain
  • Usia pertama kali melakukan hubungan seksual kurang dari 18 tahun

Faktor risiko merupakan hal-hal yang dapat merubah kemungkinan bunda untuk menderita penyakit tertentu. Karena itu, jika seorang wanita tidak mempunyai faktor risiko kanker serviks maka kecil kemungkinan untuk menderita kanker serviks. Akan tetapi, banyak juga wanita yang mempunyai faktor risiko kanker serviks tetapi tidak menderita kanker serviks. Berkaitan dengan faktor risiko ini maka bunda sebaiknya fokus berusaha untuk menghindari faktor risiko yang bisa dicegah seperti merokok atau infeksi HPV dari pada hal-hal yang tidak bisa dicegah seperti adanya riwayat keluarga menderita kanker serviks. Penting untuk mengetahui adanya faktor risiko pada diri anda sehingga bunda bisa lebih memperhatikan hal-hal yang bisa dilakukan untuk mencegah atau mengetahui dini adanya kanker serviks dengan melakukan pap smear rutin atau dengan vaksinasi HPV.

Sedangkan faktor risikonya adalah sebagai berikut:

  • Merokok, wanita yang merokok mempunyai kemungkinan dua kali lipat menderita kanker serviks.
  • Memiliki masalah pada sistem kekebalan tubuh, misalnya penderita HIV atau mengkonsumsi obat yang menekan sistem kekebalan tubuh.
  • Infeksi klamidia.
  • Jarang mengkonsumsi buah dan sayuran.
  • Berat badan berlebihan (overweight).
  • Hamil cukup bulan sebanyak tiga kali atau lebih bisa meningkatkan risiko kanker serviks.
  • Hamil cukup bulan pertama kali pada usia 17 tahun atau sebelumnya.
  • Faktor ekonomi. Wanita dengan pendapatan yang rendah akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan yang memadai termasuk pap smear.
  • Mempunyai riwayat keluarga yang menderita kanker serviks. Jika mempunyai ibu atau saudara perempuan menderita kanker serviks maka kemungkinan bunda menderita kanker serviks meningkat 2-3 kali lipat dibandingkan wanita lain yang tidak mempunyai keluarga yang menderita kanker serviks.

GEJALA KANKER SERVIKS

Kanker serviks mungkin awalnya tidak menimbulkan gejala apapun. Jika bergejala maka dapat berupa perdarahan dari vagina yang terjadi saat :

  • Di luar siklus menstruasi (berarti perdarahan terjadi saat wanita tersebut sedang tidak menstruasi)
  • Setelah hubungan seksual
  • Setelah menopause.

Tetapi, gejala ini juga bisa disebabkan oleh kondisi lain yang tidak berkaitan dengan kanker. Tetapi jika bunda mengalami perdarahan yang tidak lazim dari vagina seperti di atas maka sebaiknya memeriksakan diri ke dokter.

Gejala pada kanker stadium lanjut bisa berupa nyeri panggul, gangguan berkemih dan kaki bengkak. Jika kanker telah menyebar ke organ di sekitarnya  atau ke kelenjar getah bening maka dapat mempengaruhi bagaimana organ-organ bekerja. Misalnya, tumor mungkin menekan kandung kemih atau menghambat aliran darah dalam pembuluh darah.

PENAPISAN KANKER SERVIKS

Pap smear merupakan pemeriksaan yang digunakan untuk mendeteksi dini adanya kanker serviks. Untuk melakukan pemeriksaan ini, dokter atau bidan akan membuka vagina dengan menggunakan cocor beber (spekulum). Sel dari serviks diambil dengan menggunakan sikat halus kemudian dokter akan melihat sel-sel ini menggunakan mikroskop untuk melihat adanya sel yang tidak normal. Jika seorang wanita berusia 30 tahun atau lebih, pemeriksaan ini bisa digabung dengan pemeriksaan human papillomavirus (HPV). Infeksi HPV tipe high risk bisa menyebabkan terjadinya kanker serviks.

Jika hasil pemeriksaan tersebut tidak normal, maka dokter akan melanjutkan pemeriksaan dengan melakukan biopsi. Pada prosedur ini, dokter akan mengambil sebagian kecil jaringan serviks yang tampak tidak normal. Untuk melihat lebih jelas bagian serviks yang tidak normal saat melakukan biopsi maka dokter menggunakan teropong yang disebut kolposkop.

Kadang-kadang dokter menemukan sel dari serviks yang bukan kanker, tetapi merupakan sel yang tidak normal dan mempunyai kemungkinan tinggi berubah menjadi sel kanker. Jika bunda mempunyai sel “prakanker” ini maka dokter dapat mengobati dengan beberapa cara, antara lain dengan membuang sebagian jaringan serviks yang dicurigai tidak normal untuk mencegah berubah menjadi kanker atau dengan melakukan observasi yang ketat.

STADIUM KANKER SERVIKS

stadium-kanker-serviks

Penentuan stadium dari kanker bertujuan untuk menentukan seberapa jauh kanker tersebut sudah menyebar ke jaringan atau organ lain. Stadium kanker ini terdiri dari stadium I hingga IV. Makin tinggi stadium maka makin jauh penyebarannya dan makin berat gejalanya. Penentuan stadium dilakukan dengan pemeriksaan fisik, pemeriksaan ultrasonografi dan pemeriksaan radiologi termasuk CT Scan. Jenis pengobatan yang akan diberikan akan tergantung pada stadium dari kanker, usia dan adanya masalah kesehatan yang lain. Pengobatan juga tergantung pada adanya keinginan untuk hamil lagi atau tidak.

PENGOBATAN KANKER SERVIKS

Ada beberapa jenis pengobatan yang bisa dilakukan pada penderita kanker serviks, antara lain :

  1. Kanker serviks biasanya diterapi dengan pembedahan untuk membuang jaringan yang berubah menjadi kanker. Beberapa jenis pembedahan yang mungkin akan dilakukan adalah :
  • Membuang serviks, rahim dan bagian atas dari vagina. Tindakan ini disebut dengan histerektomi radikal.
  • Membuang seluruh serviks tetapi tetap mempertahankan bagian lain dari rahim. Pembedahan jenis ini hanya dilakukan pada situasi khusus.
  1. Radiasi pada dosis dan lokasi tertentu bisa membunuh sel-sel kanker.
  2. Pemberian obat-obatan yang mempunyai kemampuan untuk membunuh sel kanker atau menghentikan pertumbuhannya.

Setelah pengobatan, bunda akan diperiksa secara rutin untuk melihat kemungkinan kanker serviks muncul kembali (kambuh). Pemeriksaan yang dilakukan berupa pemeriksaan fisik, Pap smear dan pemeriksaan radiologi. Dan jika kanker ini kambuh atau menyebar, maka bunda mungkin akan memerlukan tindakan pembedahan, radioterapi atau kemoterapi lanjutan.

PENCEGAHAN KANKER SERVIKS

Karena penyebab utamanya adalah infeksi dari human papillomavirus (HPV), maka dengan pemberian vaksin HPV dapat mencegah infeksi HPV pada serviks sehingga bisa mencegah terjadinya kanker serviks. Vaksinasi HPV merupakan pencegahan primer. Pemeriksaan Pap smear merupakan bagian dari pencegahan sekunder. Karena vaksinasi HPV tidak bisa melindungi semua HPV tipe high risk dan karena jangkauan perlindungan vaksinasi tidak mencapai 100% maka pencegahan yang ideal adalah gabungan dari vaksinasi dan pemeriksaan Pap smear.

 

 

 

SUMBER :

  1. Kanker serviks. Edisi ke-5. Badan Penerbit FKUI.
  2. What are the risk factors for cervical cancer. https://www.cancer.org/

cancer/cervical-cancer/causes-risks-prevention/risk-factors.html

Similar posts