Home » Kesehatan Wanita » Kontrasepsi

Metode Kontrasepsi Untuk Ibu Menyusui

Saat menyusui harus berhati-hati dalam menggunakan obat-obatan karena banyak obat yang bisa keluar melaui ASI sehingga bisa berdampak pada bayi. Beberapa obat juga bisa mempengaruhi produksi ASI sehingga produksi ASI bisa berkurang. Demikian juga halnya dengan memilih metode kontrasepsi. Tidak semua metode kontrasepsi aman digunakan saat menyusui karena beberapa metode dapat menyebabkan berkurangnya produksi ASI.

Metode Amenore Laktasi

Kita semua tentu sudah mengetahui bahwa ASI adalah makanan terbaik bagi bayi. Bundanet pun sudah sering membahas tentang banyaknya manfaat ASI bagi Bayi dan Bunda. Nah, kali ini Bundanet akan membahas tentang salah satu manfaat dari menyusui untuk Bunda, dimana dengan menyusui bisa sekaligus untuk menunda kehamilan. Cara ini disebut sebagai Metode Amenore Laktasi (MAL).

Kontrasepsi Vasektomi (Kontrasepsi Mantap Pria)

Bagi mereka pasangan yang telah menikah dan berniat tidak menambah anak sudah sama-sama diketahui dapat melakukan pencegahan kehamilan dengan menggunakan alat kontrasepsi, hal ini tentunya harus merupakan sebuah kesepakatan bersama pasangan. Dari sekian banyak jenis alat kontrasepsi terdapat dua golongan berdasarkan masa kerjanya yaitu yang bersifat sementara

Kontrasepsi Tubektomi (Kontrasepsi Mantap Wanita)

Tubektomi atau orang awam biasa menyebutnya steril merupakan prosedur bedah sukarela untuk menghentikan kesuburan pada seorang wanita. Pada dasarnya metode tubektomi ini sangatlah efektif dan bersifat permanen. Tindakan pembedahannya pun aman, sederhana dan tidak ada efek samping akibat pengikatan pada saluran telur (tuba falopi).

Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)

Alat Dalam Rahim (AKDR) atau IUD (Intra Uterine Device) merupakan alat kecil yang elastis berbentuk huruf T dengan benang melekat diujungnya yang bertujuan untuk mengecek posisi AKDR dan untuk memudahkan proses pencabutan. AKDR dipasang di dalam rahim untuk mencegah terjadinya kehamilan.

Kontrasepsi Implan (Susuk KB)

Kontrasepsi implan atau yang dikenal di masyarakat luas sebagai susuk KB adalah alat kontrasepsi yang dimasukkan ke bawah kulit pada bagian dalam lengan atas. Kontrasepsi implan berbentuk kapsul silastik yang berisi hormon progestin. Hormon ini akan dilepaskan sedikit demi sedikit hingga habis masa efektifnya. Implan merupakan salah metode kontrasepsi jangka panjang yang nyaman dan aman

Kontrasepsi Suntikan Progestin

Suntikan progestin merupakan metode kontrasepsi yang hanya mengandung progestin. Metode suntikan progestin sangat efektif, aman, dapat dipakai oleh semua perempuan dalam usia reproduksi. Saat ini yang banyak ditemukan di pasaran dan banyak di gunakan adalah depo medroksiprogesteron asetat (DMPA) yang mengandung 150 mg DMPA

Kontrasepsi Pil Progestin (Pil Mini / Minipill)

Kontrasepsi pil terdiri dari 2 jenis, yaitu : Kontrasepsi pil kombinasi (mengandung progestin dan estrogen) dan kontrasepsi pil progestin (hanya mengandung progestin). Kontrasepsi pil progestin atau pil mini cocok digunakan bila bunda sedang menyusui namun ingin memakai pil KB, sangat efektif bila digunakan pada masa menyusui, tidak mengganggu produksi ASI, dosisnya rendah, tidak memberikan

Suntikan Kombinasi

Berdasarkan jenis hormon yang terkandung maka kontrasepsi suntikan terbagi menjadi suntikan progestin dan suntikan kombinasi. Suntikan progestin hanya mengandung progestin, sedangkan suntikan kombinasi mengandung progestin dan estrogen. Terdapat beberapa perbedaan antara kedua jenis kontrasepsi suntikan ini, antara lain perbedaan dalam penggunaannya di mana suntikan

Kontrasepsi Hormonal

Memilih alat KONTRASEPSI yang cocok terkadang gampang-gampang susah. Sampai saat ini belum ada alat kontrasepsi yang ideal, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Apa yang mungkin terjadi setelah bunda memakai alat kontrasepsi? Siapa yang saja berisiko mengalami masalah, cara mencegah atau meminimalkan risiko?. Hal-hal tersebut perlu diketahui sehingga bisa menemukan

Spermisida

Spermisida adalah bahan kimia yang digunakan untuk menonaktifkan atau membunuh sperma. Spermisida biasanya dikemas dalam bentuk: Aerosol (Busa), Tablet Vaginal, Suppositoria, atau Dissolvable film, Krim dan Jeli. Cara kerja spermisida adalah menyebabkan membran sperma terpecah, memperlambat pergerakan sperma, dan menurunkan kemampuan pembuahan sel telur

Diafragma

Diafragma adalah kap berbentuk bulat cembung, terbuat dari lateks (karet) yang diinsersikan ke dalam vagina sebelum berhubungan seksual dan menutup serviks. Terdapat beberapa jenis diafragma, yaitu : Flat Spring (Flat Metal Band), Coil Spring (Coiled Wire) dan Arching Spring (Kombinasi Metal Spring). Diafragma menahan sperma agar tidak mendapatkan akses mencapai saluran alat reproduksi bagian

Kondom Pria

Kondom merupakan selubung/sarung karet yang dapat terbuat dari berbagai baham di antaranya lateks (karet), plastik (vinil), atau bahan alami yang dipasang pada alat kelamin pria saat berhubungan seksual. Kondom menghalangi terjadinya pertemuan sperma dan sel telur dengan cara mengemas sperma di ujung selubung karet yang dipasang pada alat kelamin pria sehingga sperma tersebut tidak

Kontrasepsi Metode Barier

Metode barier bekerja dengan cara menghalangi sperma masuk ke dalam rahim. Penggunaan metode ini dengan spermisida dapat meningkatkan efektifitas dari metode barier. Spermisida membunuh sebagian besar sperma yang masuk ke dalam vagina. Metode barier menghalangi sisa sperma untuk melewati leher rahim dan membuahi sel telur.

Kontrasepsi – Pilih Yang Mana Yah ?

Memilih metode kontrasepsi yang paling sesuai tentu saja merupakan pekerjaan yang tidak mudah, apalagi untuk pasangan muda yang belum mempunyai pengalaman tentang kontrasepsi.

Kontrasepsi

Kontrasepsi merupakan metode yang digunakan untuk mencegah kehamilan. Tiap metode kontrasepsi bekerja dengan cara yang berbeda, tetapi prinsipnya adalah mencegah bertemunya sperma dan sel telur sehingga terjadi pembuahan.