Kista Indung Telur

kista_indung_telur_bundanetKista indung telur adalah kantong yang berisi cairan yang berkembang pada atau dalam indung telur (ovarium). Kista indung telur cukup umum terjadi pada wanita di semua usia. Kista indung telur dapat satu atau lebih dari satu dan mempunyai ukuran yang bervariasi, mulai kurang dari 1 cm hingga lebih dari 10 cm. Beberapa wanita dengan kista indung telur mengalami gejala nyeri atau tekanan pada rongga panggul, tetapi wanita lain bisa juga tidak mengalami gejala apapun. Ada berbagai jenis kista indung telur, kebanyakan kista bersifat jinak dan jarang membutuhkan pembedahan.

Penyebab kista indung telur
Penyebab paling sering kista indung telur tergantung dari apakah bunda masih mendapatkan menstruasi (sebelum menopause) atau sudah berhenti menstruasi selama minimal setahun (pasca menopause).
kista_indung_telur_bundanet

Wanita sebelum menopause

Penyebab paling sering kista indung telur pada periode ini adalah :

  • Ovulasi – kista indung telur fungsional terbentuk jika sel telur berkembang, tetapi tidak pecah untuk melepaskan telur. Kista jenis ini biasanya akan hilang tanpa pengobatan.
  • Kista Dermoid – Kista dermoid (teratoma) merupakan salah satu jenis kista yang paling sering ditemukan pada wanita berumur 20 hingga 40 tahun. Kista dermoid bisa berisi gigi, rambut atau lemak. Sebagian besar kista dermoid jinak, tetapi walaupun jarang, bisa juga merupakan tumor ganas (kanker).
  • Sindrom polikistik ovarium – Wanita dengan SPO dapat mempunyai banyak kista kecil. Kista-kista ini tidak perlu untuk diangkat atau diterapi dengan obat, tetapi wanita dengan SPO mungkin membutuhkan terapi untuk masalah SPO yang lain, seperti menstruasi yang tidak teratur.
  • Endometriosis – Wanita dengan endometriosis dapat membentuk kista indung telur yang disebut endometrioma atau kista coklat.
  • Kehamilan – Kista indung telur dapat terjadi secara normal pada awal kehamilan, untuk menghasilkan hormon yang mendukung kehamilan hingga terbentuk plasenta. Pada beberapa kasus, kista bisa tetap ada pada indung telur hingga kehamilan lanjut.
  • Infeksi panggul berat – Infeksi panggul berat dapat menyebar dan melibatkan indung telur dan saluran telur. Akibatnya, kista berisi nanah dapat terbentuk dekat dengan indung telur dan/atau saluran telur.
  • Pertumbuhan bukan kanker
  • Kanker – Kanker merupakan penyebab yang relatif tidak umum dari kista indung telur pada wanita sebelum menopause; kurang dari 1% pertumbuhan baru pada atau dekat indung telur berkaitan dengan kanker indung telur.

Wanita pasca menopause

Pada wanita yang sudah tidak menstruasi lagi, penyebab paling sering dari kista indung telur adalah :

  • Pertumbuhan bukan kanker
  • Penimbunan cairan pada indung telur

Pada wanita pasca menopause, adanya benjolan baru pada atau sekitar indung telur lebih mungkin disebabkan oleh kanker dibandingkan dengan wanita sebelum menopause.

Apakah saya mempunyai kanker indung telur?

Walaupun kanker indung telur bukan sebagai penyebab utama kista indung telur, tetapi banyak wanita yang didiagnosa kista khawatir bahwa ia akan menderita kanker. Kanker indung telur lebih sering terjadi pada wanita dengan :

  • Kecenderungan genetik terhadap kanker indung telur (misalnya riwayat keluarga dengan kanker indung telur atau kanker yang berkaitan)
  • Riwayat sebelumnya dengan kanker payudara atau saluran cerna.
  • Kista yang terlihat saat pemeriksaan pencitraan sebagai benjolan yang kompleks (kista dengan daerah yang padat, adanya nodul pada permukaan kista atau papil pada sekat kista)
  • Ditemukannya timbunan cairan (asites) pada panggul atau perut selama pemeriksaan pencitraan.

Tetapi, wanita tanpa kanker juga dapat mempunyai ciri-ciri diatas. Pada sebagian besar kasus, pemeriksaan lanjutan akan disarankan untuk menilai kemungkinan kanker.

Gejala kista indung telur

Kista indung telur dapat bergejala atau tidak bergejala. Gejala yang bisa muncul akibat kista indung telur dapat berupa nyeri atau tekanan pada perut bagian bawah pada sisi kista tersebut berada. Nyeri yang dirasakan bisa berupa nyeri yang tumpul atau tajam, bisa terus menerus atau hilang timbul. Jika kista indung telur pecah, maka bunda dapat merasakan nyeri yang tajam secara tiba-tiba dan intensitas nyeri yang berat. Jika kista indung telur terpuntir maka akan terasa nyeri disertai dengan mual dan muntah. Periode menstruasi yang tidak normal, perdarahan dari vagina atau kram pada perut bagian bawah biasanya tidak berkaitan dengan kista indung telur.

Diagnosis kista indung telur

Kista ovarium dapat ditemukan selama pemeriksaan panggul rutin. Jika dokter Anda menemukan sebuah indung telur yang membesar, tes di bawah ini mungkin disarankan untuk memberikan informasi lebih lanjut:
kista_indung_telur_bundanet

  • Ultrasonografi (USG). Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan yang mudah dan sederhana. Bisa dilakukan melalui dinding perut (transabdominal) atau melalui jalan lahir (transvaginal). Dari pemeriksaan ini dapat menunjukkan bentuk, ukuran, lokasi, dan jumlah dari kista.
  • Merupakan tindakan pembedahan yang bisa digunakan untuk diagnosis sekaligus untuk pengangkatan kista. Dengan cara ini kista dapat dilihat secara langsung sehingga bisa lebih jelas menentukan ukuran, lokasi dan asal kista. Bila memungkinkan maka bisa langsung dilakukan pengangkatan kista.
  • Tes darah Ca-125. Tes ini merupakan tumor marker yang dilakukan untuk membantu menilai kemungkinan kanker indung telur. Tetapi, kanker indung telur tidak bisa didiagnosis hanya berdasarkan hasil tes Ca-125. Banyak wanita dengan kanker indung telur tahap dini mempunyai nilai Ca-125 yang normal. Ca-125 akan meningkat pada 80% wanita dengan kanker indung telur tahap lanjut. Ada beberapa kondisi yang bukan kanker yang dapat menyebabkan peningkatan Ca-125, yaitu endometriosis, tumor jinak rahim, infeksi panggul, gagal jantung serta penyakit hati dan ginjal. Karena itu, pemeriksaan Ca-125 tidak dianjurkan untuk diperiksa pada seluruh kasus.
    – Ca-125 seringkali direkomendasikan untuk wanita pasca menopause dengan kista ovarium.
    – Ca-125 mungkin direkomendasikan untuk wanita sebelum menopause dimana kista ovarium sangat besar atau dari pemeriksaan ultrasonografi dicurigai ganas.
    – Ca-125 biasanya tidak direkomendasikan untuk wanita sebelum menopause dengan kista ovarium yang kecil dan tidak tampak kecurigaan ke arah ganas.

Pengobatan kista indung telur

Kista indung telur tidak selalu membutuhkan pengobatan. Pada wanita sebelum menopause, kista indung telur seringkali mengecil dengan sendirinya dalam satu hingga dua bulan, tanpa pengobatan. Pada wanita pasca menopause, kista indung telur sangat kecil kemungkinan untuk mengecil. Jika kista tersebut besar, menyebabkan nyeri atau dari hasil pemeriksaan dicurigai kanker, biasanya dibutuhkan pembedahan untuk membuang kista tersebut atau seluruh indung telur yang terlibat.

Observasi dengan hati-hati

Wanita sebelum menopause

Pada wanita sebelum menopause, observasi yang dilakukan meliputi pemantauan dari gejala (nyeri atau tekanan pada panggul) dan pemeriksaan ultrasonografi ulangan setelah enam hingga delapan minggu. Jika kista indung telur tidak bertambah besar atau jika mengecil selama masa observasi, biasanya tidak membutuhkan tindakan pembedahan. Mungkin bunda akan dianjurkan untuk mengkonsumsi pil kontrasepsi selama masa observasi untuk membantu mencegah perkembangan kista indung telur yang baru. Jika ukuran kista berkurang atau tidak ada perubahan, pemeriksaan ultrasonografi biasanya diulangi secara berkala hingga dokter yakin bahwa kista tersebut tidak membesar. Jika kista mengecil atau menghilang, maka tidak dibutuhkan pemeriksaan atau pemantauan lebih lanjut.

Wanita pasca menopause

Pada wanita pasca menopause, keputusan untuk melakukan observasi tergantung dari hasil tes awal (ultrasonografi dan Ca-125). Jika kista tidak ada kecenderungan ke arah kanker, melakukan observasi bisa menjadi pilihan berupa pemeriksaan ultrasonografi dan Ca-125 setiap tiga hingga enam bulan selama setahun, atau hingga kista menghilang. Jika kadar Ca-125 meningkat atau kista membesar atau perubahan pada karakteristik dari kista yang mengarah ke arah kanker, maka mungkin akan dianjurkan tindakan pembedahan.

Pembedahan

Pembedahan mungkin dianjurkan pada beberapa kondisi di bawah ini :

  • Kista yang menyebabkan nyeri atau tekanan yang terus-menerus atau kista tersebut berpotensi pecah atau terpuntir.
  • Kista dengan penampakan pada ultrasonografi berupa kista endometriosis dan pengangkatan kista bertujuan untuk alasan ingin hamil.
  • Kista yang besar (> 5-10 cm) akan lebih sering membutuhkan pembedahan dibandingkan dengan kista kecil. Tetapi, ukuran kista yang besar bukan prediksi bahwa kista tersebut merupakan kanker.
  • Jika kista mempunyai ciri ke arah kanker. Jika bunda mempunyai faktor risiko untuk kanker indung telur atau pada pemeriksaan ultrasonografi atau pencitraan lainnya tampak tanda ke arah keganasan, dokter dapat merekomendasikan untuk dilakukan pembedahan.
  • Jika kecurigaan ke arah kanker indung telur kecil tetapi kista tidak mengecil atau menghilang setelah beberapa kali pemeriksaan ultrasonografi secara berkala, bunda dapat memilih untuk tindakan pengangkatan kista setelah berdiskusi dengan dokter. Tetapi, untuk kasus seperti ini, tindakan pembedahan biasanya tidak selalu dibutuhkan.
    kista_indung_telur_bundanet

Tindakan pembedahan untuk mengangkat kista indung telur – Jika pembedahan dibutuhkan untuk mengangkat kista indung telur, prosedur ini biasanya dilakukan di rumah sakit. Proses pembedahan yang dilakukan bisa hanya mengangkat kistanya saja atau mengangkat seluruh indung telur tergantung pada usia bunda dan apa yang ditemukan selama dilakukannya prosedur pembedahan. Sebagai contoh :

  • Jika ditemukan kecurigaan kanker, keseluruhan indung telur harus diangkat mengingat jika mengiris kista yang dicurigai kanker ada kemungkinan kanker akan menyebar. Pada beberapa kasus, setelah keseluruhan indung telur diangkat ternyata kista tersebut jinak. Pengangkatan satu indung telur tidak akan menyebabkan bunda menjadi menopause dan tidak akan menyebabkan bunda menjadi tidak subur.
  • Jika kista tidak tampak ke arah kanker dan memungkinkan untuk di angkat melalui irisan kecil, mungkin bisa dilakukan tindakan pembedahan dengan laparoskopi.
  • Jika kista besar atau tampak curiga ke arah kanker, maka dianjurkan untuk pembedahan laparotomi dan dokter mungkin akan mengangkat seluruh indung telur dan jaringan disekitarnya.

Pemantauan kista indung telur – Setelah kista indung telur menghilang, bunda tidak memerlukan pemeriksaan pencitraan lagi (misalnya ultrasonografi) jika tidak ada keluhan. Beberapa jenis kista indung telur mempunyai kecenderungan untuk lebih mudah kambuh dibandingkan yang lain. Kista seperti ini antara lain kista endometriosis dan kista fungsional. Jika saat ini bunda belum menopause dan khawatir kistanya akan kambuh, konsumsi pil kontrasepsi dapat membantu mencegah perkembangan kista indung telur.

Updated: 06/06/2016

Similar posts