Home » Kesehatan Wanita » Kontrasepsi » Kontrasepsi Hormonal

Kontrasepsi Hormonal

kontrasepsi-hormonal-bundanetMemilih alat KONTRASEPSI yang cocok terkadang gampang-gampang susah. Sampai saat ini belum ada alat kontrasepsi yang ideal, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Apa yang mungkin terjadi setelah bunda memakai alat kontrasepsi? Siapa yang saja berisiko mengalami masalah, cara mencegah atau meminimalkan risiko?.

Hal-hal tersebut perlu diketahui sehingga bisa menemukan metode kontrasepsi yang tepat, yang sesuai dengan riwayat kesehatan, perencanaan keluarga, dan gaya hidup bunda.  Untuk memilih alat kontrasepsi yang paling tepat, bunda perlu mengetahui terlebih dulu jenis metode dan alat kontrasepsinya.

Metode kontrasepsi hormonal mencegah kehamilan terutama dengan mencegah ovulasi (pelepasan telur oleh ovarium). Selain itu, kontrasepsi hormonal bekerja dengan cara mengentalkan lendir di leher rahim sehingga sel sperma kesulitan untuk menembus masuk ke sel telur, membuat lapisan rahim menjadi tipis dan hasil konsepsi tidak dapat tumbuh, serta menghambat jalannya saluran telur sehingga sel sperma sulit bertemu dengan sel telur.

Metode ini bekerja dengan melepaskan hormon estrogen dan progestin (atau hanya hormon progestin) ke dalam tubuh.

Yang termasuk dalam metode ini adalah :

  • Pil kontrasepsi, terdiri dari pil kombinasi (berisi estrogen dan progestin) dan pil mini (hanya berisi progestin)
  • Suntikan kontrasepsi, terdiri dari suntikan kombinasi (berisi estrogen dan progestin) dan suntikan progestin (hanya berisi progestin)
  • Implan. Penjelasan selengkapnya mengenai implan dapat dilihat di http://bit.ly/1WCPoq7
  • AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim) yang mengandung hormonal. Penjelasan selengkapnya mengenai implan dapat dilihat di http://bit.ly/1UnkM5M

PIL KOMBINASI

kontrasepsi-hormonal-bundanetPil kombinasi merupakan metode kontrasepi yang diberikan 1 bulan sekali, kontrasepsi kombinasi ini efektif dan reversibel (kesuburan cepat kembali) tetapi harus diminum setiap hari. Pada bulan-bulan zspertama efek samping yang mungkin timbul adalah mual dan perdarahan bercak yang tidak berbahaya dan segera hilang. Efek samping yang serius sangat jarang terjadi. Dapat dipakai oleh semua wanita usia reproduksi, baik yang sudah mempunyai anak maupun belum. Dapat mulai diminum setiap saat bila yakin sedang tidak hamil. Pil kombinasi tidak dianjurkan pada ibu yang menyusui karena mengandung estrogen yang dapat mengurangi produksi ASI.

Cara kerja pil kombinasi adalah dengan mencegah ovulasi (keluarnya sel telur dari indung telur), membuat lendir leher rahim mengental sehingga sulit dilalui sperma, dan menyebabkan dinding dalam rahim lebih tipis sehingga sulit terjadi implantasi (menempelnya embrio di dinding rahim).

KELEBIHAN PIL KOMBINASI

  • Memiliki efektivitas yang tinggi (Bila diminum setiap hari 1 kehamilan per 1000 perempuan dalam tahun pertama penggunaan)
  • Tidak mengganggu hubungan seksual
  • Siklus haid menjadi teratur
  • Banyaknya darah haid berkurang
  • Dapat digunakan jangka panjang
  • Dapat digunakan sejak usia remaja hingga menopause
  • Mudah dihentikan setiap saat
  • Kesuburan segera kembali setelah penggunaan dihentikan
  • Memiliki efek non kontrasepsi : membantu mencegah kanker ovarium, kanker endometrium serta mengurangi nyeri haid dan jerawat.

KETERBATASAN PIL KOMBINASI

  • Membosankan karena harus menggunakannya setiap hari
  • Mual (terutama pada 3 bulan pertama)
  • Perdarahan bercak atau perdarahan sela (terutama 3 bulan pertama)
  • Pusing
  • Nyeri payudara
  • Berat badan sedikit naik
  • Kadang-kadang menyebabkan perubahan suasana hati
  • Tidak boleh digunakan pada wanita menyusui karena dapat mengganggu produksi ASI
  • Dapat meningkatkan tekanan darah dan penimbunan cairan sehingga risiko stroke dan gangguan pembekuan darah pada vena dalam SEDIKIT MENINGKAT
  • Tidak mencegah PMS (Penyakit Menular Seksual).
SIAPA SAJA YANG DAPAT MENGGUNAKAN PIL KOMBINASI
  • Usia Reproduksi
  • Telah memiliki anak atau pun yang belum memiliki anak
  • Gemuk atau Kurus
  • Pasca melahirkan tetapi tidak menyusui
  • Siklus haid tidak teratur
  • Nyeri haid hebat
  • Riwayat kehamilan ektopik
  • Kelainan payudara jinak
  • Penderita kencing manis tanpa komplikasi pada ginjal, pembuluh darah, mata dan syaraf
  • Bunda yang memiliki penyakit tiroid, radang panggul, endometriosis, atau tumor ovarium jinak
  • Bunda yang memiliki varises vena
SIAPA SAJA YANG TIDAK DIANJURKAN MENGGUNAKAN PIL KOMBINASI
  • Hamil atau dicurigai hamil
  • Bunda yang sedang menyusui
  • Perdarahan pervagina yang belum diketahui penyebabnya
  • Perokok dengan usia > 35 tahun
  • Riwayat gangguan faktor pembekuan darah atau kencing manis
  • Penderita hepatitis
  • Kanker payudara
  • Migrain dengan gejala visual atau neurologis lainnya
  • Bunda yang memiliki riwayat penyakit jantung, stroke atau tekanan darah > 180/110 mmHg


KAPAN DAPAT MULAI MENGGUNAKAN PIL KOMBINASI?

  • Setiap saat selagi haid, untuk meyakinkan jika Bunda sedang tidak hamil, tetapi untuk penggunaan pertama kali dianjurkan digunakan saat hari pertama haid agar saat haid selesai pil kontrasepsi sudah bekerja optimal.
  • Boleh menggunakan pada hari ke delapan, tetapi perlu menggunakan metode kontrasepsi yang lain (kondom) atau tidak berhubungan seksual mulai hari ke delapan sampai hari ke empat belas.
  • Setelah melahirkan: Bila belum haid dan tidak menggunakan kontrasepsi maka harus yakin tidak hamil sebelum memulai penggunaan pil kontrasepsi.
  • Segera setelah keguguran (dalam waktu 7 hari).
  • Jika menggunakan kontrasepsi lain dan ingin mengganti dengan pil kontrasepsi maka pil dapat segera diberikan tanpa perlu menunggu haid.

PETUNJUK MENGGUNAKAN PIL KOMBINASI

  • Minum pil setiap hari dan lebih baik pada saat yang sama.
  • Pil kombinasi tersedia dalam sediaan 21 pil atau 28 pil. Pada pil kombinasi yang berisi 28 pil terdapat 7 pil yang merupakan plasebo (tidak mengandung bahan aktif) yang bertujuan agar bunda tetap teratur dan disiplin mengkonsumsi pil. Sedangkan sediaan 21 pil, maka 7 hari tidak minum pil dan hari ke-8 mulai minum sediaan baru.
  • Bila muntah dalam waktu 2 jam setelah menggunakan pil, minum pil yang lain atau gunakan kontrasepsi tambahan.
  • Bila terjadi muntah hebat atau diare lebih dari 24 jam, maka bila kondisi memungkinkan dan tidak memperburuk keadaan bunda, pil dapat diteruskan.
  • Bila muntah dan diare berlangsung 2 hari atau lebih, cara penggunaan pil mengikuti cara penggunaan saat lupa minum pil.
  • Lupa minum pil merupakan hal yang sering menyebabkan kegagalan pil kontrasepsi. Karena itu jika lupa 1 pil (hari 1-21, yang mengandung bahan aktif) maka segera minum pil tersebut segera setelah ingat kemudian pil yang seharusnya diminum tetap diminum pada waktu yang seharusnya sehingga pada hari yang sama akan minum 2 pil dan tidak perlu menggunakan kontrasepsi tambahan.
  • Kontrasepsi tambahan, misalnya kondom, diperlukan jika lupa minum dua atau lebih pil. Saat ingat minum segera pil yang terlupa dan lanjutkan minum pil seperti biasanya. Tetapi harus menggunakan kontrasepsi tambahan sampai tujuh hari minum pil dari lembar pil yang baru.
  • Bila terlupa minum dua atau lebih pil pada minggu pertama siklus maka gunakan kontrasepsi darurat untuk mengurangi risiko kehamilan.
  • Pada sebagian besar wanita, haid dan kesuburan akan kembali dalam waktu 90 hari.
  • Terdapat beberapa obat anti kejang dan antibiotik yang dapat mempengaruhi kerja pil kontrasepsi sehingga bila digunakan bersama-sama dapat menurunkan efektifitas pil kontrasepsi.
  • Memeriksakan diri ke dokter jika mengalami :
    – Nyeri dada hebat
    – Batuk disertai nafas pendek
    – Nyeri tungkai hebat pada betis atau paha
    – Nyeri perut hebat
    – Penglihatan hilang atau kabur

 

Updated: 07/06/2016

Similar posts