Home » Kesehatan Wanita » Kontrasepsi » Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)

Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)

alat_kontrasepsi_spiral_bundanetAlat Dalam Rahim (AKDR) atau IUD (Intra Uterine Device) yang diurnal oleh masyarakat adalah kontrasepsi spiral merupakan alat kecil yang elastis berbentuk huruf T dengan benang melekat diujungnya yang bertujuan untuk mengecek posisi AKDR dan untuk memudahkan proses pencabutan.

AKDR dipasang di dalam rahim untuk mencegah terjadinya kehamilan. AKDR dikenal luas sebagai spiral karena awalnya bentuk AKDR itu seperti spiral yang di sebut sebagai lippes loop.

PROFIL AKDR

Alat kontrasepsi dalam rahim ini bersifat reversibel (kesuburan mudah kembali), sangat efektif dan berjangka panjang (5 tahun). Setelah menggunakan AKDR fase haid menjadi lebih lama dan lebih banyak, pemasangan dan pencabutan AKDR harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang terlatih, metode AKDR ini dapat dipakai oleh se

alat_kontrasep_dalam_rahim_bundanet

mua perempuan usia reproduksi namun tidak boleh dipakai oleh perempuan yang terpapar penyakit menular seksual (PMS).

JENIS AKDR

Ada beberapa jenis AKDR yang beredar di Indonesia, diantaranya:

  • AKDR CuT-380A
    Kecil kerangka dari plastik yang fleksibel, berbentuk huruf T diselubungi oleh kawat halus yang terbuat tembaga (Cu).
  • AKDR lain yang beredar di Indonesia ialah NOVA T (Schering)


CARA KERJA AKDR

Alat_Kontrasepsi_Dalam_Rahim_AKDR-bundanetAKDR mencegah terjadinya kehamilan melalui beberapa mekanisme. Yang pertama, tembaga (copper) yang terdapat pada AKDR menyebabkan terbentuknya cairan yang bersifat racun untuk sperma, sehingga sperma akan mati. Selain itu AKDR menyebabkan terbentuknya lendir yang kental di mulut rahim sehingga sperma sulit masuk ke dalam rongga rahim. Di samping itu AKDR juga menyebabkan terjadinya perubahan pada lapisan dalam rahim sehingga sel telur yang sudah dibuahi sulit  menempel (implantasi) di rongga rahim.

KEUNTUNGAN AKDR

Seperti halnya alat kontrasepsi lain, setiap alat kontrasepsi memiliki kelebihan dan kekurangan. Ini menjadi penting bunda ketahui karena sebagai calon akseptor bunda berhak memperoleh informasi yang benar tentang alat kontrasepsi yang akan dipilih dan digunakan. Termasuk AKDR, sudah pasti alat kontrasepsi ini memiliki kekurangan dan juga kelebihan. Berikut ini adalah beberapa keuntungan AKDR yang perlu bunda ketahui:

  • Efektifitas tinggi (0,6-0,8 kehamilan/100 wanita dalam 1 tahun pertama)
  • Efektif segera setelah pemasangan
  • Metode jangka panjang (5 tahun)
  • Praktis, karena tidak perlu lagi mengingat-ingat
  • Tidak mempengaruhi hubungan seksual
  • Tidak ada efek samping hormonal
  • Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI
  • Tidak ada interaksi dengan obat-obatan
  • Kesuburan segera kembali setelah AKDR dilepas.

KETERBATASAN AKDR

Tidak ada alat kontrasepsi yang ideal. Karena itu, pada penggunaan AKDR juga terdapat beberapa efek yang tidak diinginkan setelah pemasangan. Tetapi efek yang tidak diinginkan ini tidak selalu terjadi pada setiap klien yang menggunakan AKDR dan efek tersebut bisa sangat bervariasi dari ringan hingga efek yang mengganggu. Efek yang mungkin terjadi akibat penggunaan AKDR antara lain :

  • Haid lebih lama dan banyak (umumnya pada 3 bulan pertama dan akan berkurang setelah 3 bulan)
  • Perdarahan sela haid (flek selama 2-3 hari yang terjadi 1 minggu setelah haid)
  • Saat haid lebih sakit
  • Kram rahim dan perdarahan bercak selama 1-3 hari setelah pemasangan
  • Peningkatan produksi lendir vagina
  • Tidak mencegah PMS termasuk HIV/AIDS
  • Memerlukan prosedur medis untuk pemasangan dan pengeluaran AKDR
  • Risiko robekan dinding rahim, hal ini terjadi bila pemasangan tidak dilakukan dengan akurat dengan angka kejadian berkisar 1:1000.
  • Perubahan posisi AKDR atau AKDR keluar dengan sendirinya dari rongga rahim, hal ini lebih sering terjadi pada tahun pertama pemakaian dan setelah itu akan lebih jarang terjadi dengan angka kejadian berkisar 3-10 persen.

PERSYARATAN PEMAKAIAN

Kandidat yang ideal untuk menggunakan AKDR adalah :

  • Menginginkan alat kontrasepsi yang paling efektif
  • Risiko rendah untuk terkena penyakit menular seksual (PMS)
  • Tidak berencana untuk hamil minimal setahun, karena pemasangan dan pencabutan AKDR memerlukan prosedur medis
  • Menginginkan alat kontrasepsi reversibel (tidak permanen)
  • Ingin menghindari penggunaan alat kontrasepsi hormonal.

Pada umumnya seorang ibu dapat menggunakan AKDR dengan aman dan efektif. AKDR juga dapat digunakan pada bunda dengan beberapa kondisi berikut :

  • Perokok
  • Sedang memakai antibiotika atau antikejang
  • Gemuk ataupun kurus
  • Penderita tumor jinak payudara
  • Penderita kanker payudara
  • Tekanan darah tinggi
  • Varises di tungkai atau di vulva
  • Penderita penyakit jantung
  • Pernah menderita stroke
  • Penderita diabetes
  • Penderita penyakit hati atau empedu
  • Malaria
  • Skistosomiasis (tanpa anemia)
  • Penyakit tiroid
  • Epilepsi
  • Nonpelvik TBC
  • Setelah kehamilan ektopik
  • Setelah pembedahan panggul


YANG TIDAK DIPERKENANKAN MENGGUNAKAN AKDR

Ada beberapa kondisi di mana bunda tidak dianjurkan untuk menggunakan AKDR. Kondisi tersebut antara lain :

  • Sedang HAMIL atau DIDUGA HAMIL
  • Perdarahan dari kemaluan yang tidak diketahui penyebabnya
  • Sedang menderita infeksi alat genital (vaginitis, servisitis)
  • Tiga bulan terakhir sedang mengalami atau sering menderita penyakit radang panggul atau keguguran dengan infeksi
  • Penderita kelainan bawaan pada bentuk rahim atau tumor jinak rahim yang dapat mempengaruhi rongga rahim
  • Penderita penyakit trofoblas yang ganas
  • Penderita kanker alat genital
  • Penderita TBC pelvik
  • Ukuran rongga rahim kurang dari 5 cm.


WAKTU PENGGUNAAN AKDR

  • Setiap waktu dalam siklus haid, yang dapat dipastikan bunda sedang tidak HAMIL
  • Hari pertama sampai ketujuh siklus haid
  • 48 jam pertama setelah melahirkan. Perlu di ingat, angka ekspulsi tinggi pada pemasangan segera atau selama 48 jam pasca persalinan.
  • 6 minggu setelah melahirkan
  • 6 bulan setelah melahirkan apabila menggunakan metode amenorea laktasi (MAL).
  • Setelah menderita keguguran (segera atau dalam waktu 7 hari) apabila tidak ada gejala infeksi.

PROSES PEMASANGAN AKDR
cara-pasang-spiral-bundanet

Pemasangan AKDR dilakukan di meja ginekologi dengan menggunakan spekulum untuk dapat melihat leher rahim. pemasangan_spiral_bundanetKemudian arah dan ukuran rahim ditentukan dengan sonde rahim. Setelah AKDR disiapkan dan di atur sesuai panjang rahim maka AKDR dimasukkan ke dalam rahim.
Proses ini biasanya hanya membutuhkan waktu 1-2 menit.

INFORMASI TAMBAHAN

  • Kembali memeriksakan diri setelah 4-6 minggu pasca pemasangan AKDR
  • Untuk mengecek posisi AKDR dapat dilakukan dengan pemeriksaan benang dari AKDR atau dengan pemeriksaan USG
    cek_benang_spiral_bundanet
  • Selama 6 bulan pertama menggunakan AKDR, periksalah benang AKDR secara rutin terutama setelah haid
  • Setelah bulan pertama pemasangan, hanya perlu memeriksa keberadaan benang setelah haid apabila mengalami:
    –  Kram/ kejang di perut bagian bawah
    –  Perdarahan (Spotting) diantara haid atau setelah senggama
    –  Nyeri saat atau setelah senggama
  • Kembali ke klinik apabila:
    –  Tidak dapat meraba benang AKDR
    –  Merasakan bagian yang keras dari AKDR
    –  AKDR terlepas
    –  Siklus haid terganggu
    –  Terjadi pengeluaran cairan yang mencurigakan dari vagina
    –  Adanya infeksi
  • AKDR langsung bekerja efektif segera setelah pemasangan
  • Kemungkinan terjadi perdarahan bercak atau spotting beberapa hari setelah pemasangan
  • Perdarahan menstruasi biasanya akan lebih lama dan lebih banyak
  • AKDR mungkin dilepas setiap saat atas keinginan bunda

 

Updated: 07/06/2016

Similar posts