Home » Menyusui » Mastitis (Radang Kelenjar Payudara)

Mastitis (Radang Kelenjar Payudara)

mastitis-bundanetProses menyusui merupakan proses yang di nanti-nanti para ibu yang telah mengalami proses kehamilan. Namun terkadang, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi pada saat proses menyusui. Salah satunya adalah Mastitis. Mastitis adalah suatu kondisi yang menyebabkan jaringan payudara wanita untuk menjadi menyakitkan dan meradang. Ini yang paling umum di alami oleh wanita menyusui, biasanya terjadi dalam tiga bulan pertama setelah melahirkan. Jika mastitis disebabkan oleh menyusui, dokter mungkin menyebutnya sebagai mastitis laktasi atau mastitis puerperalis. Wanita tidak menyusui sering memiliki jenis yang disebut periductal mastitis.

Mastitis disebabkan karena infeksi (hampir selalu karena bakteri daripada jenis kuman lainnya) yang biasanya terjadi pada ibu menyusui. Namun dapat pula terjadi pada wanita mana saja, bahkan saat ia tidak sedang menyusui. Hal ini biasanya mempengaruhi wanita di akhir 20-an dan awal 30-an, dan lebih umum di kalangan perempuan yang merokok.  Tidak ada yang tahu secara pasti mengapa beberapa wanita mengalami mastitis sedang yang lainnya tidak. Bakteri dapat masuk ke payudara melalui retakan atau lecet pada puting, tetapi wanita yang putingnya tidak lecet juga dapat mengalami mastitis, dan banyak juga wanita yang putingnya retak atau lecet malah tidak mengalaminya

Mastitis berbeda dengan saluran tersumbat, karena saluran tersumbat bukanlah infeksi, sehingga tidak perlu diobati dengan antibiotik.

Gejala Mastitis

gejala-mastitis-bundanetMastitis biasanya hanya mempengaruhi satu payudara, dan gejala sering berkembang dengan cepat. Gejala mastitis dapat mencakup:

  • Merah
  • Daerah yang bengkak pada payudara mungkin akan terasa panas dan menyakitkan untuk disentuh
  • Terdapat gumpalan pada payudara (bengkak)
  • Bunda juga mungkin akan mengalami peningkatan suhu tubuh

Orang dewasa biasanya merasa sangat tidak nyaman ketika mereka sedang demam dan Anda akan berusaha untuk menurunkan demam karena alasan ini. Anda dapat menggunakan obat penurun panas (parasetamol) jika dirasa demam sudah mengganggu. Bunda tak perlu khawatir, karena demam tidak membuat ASI menjadi buruk.

Penyebab

Beberapa hal yang biasanya dapat menyebabkan mastitis adalah

  • Posisi dan perlekatan bayi pada payudara yang kurang tepat selama menyusui
  • Pengosongan payudara kurang optimal
  • Jauhnya jarak waktu menyusui atau pengosongan payudara, contohnya ketika bayi mulai tidur sepanjang malam sehingga payudara tidak disusui
  • Salah satu puting Bunda perih atau lecet, sehingga membuat Bunda takut untuk menyusui, ini dapat menyebabkan susu stasis berkembang pada payudara. Susu stasis dapat menyebabkan saluran susu di payudara Bunda menjadi tersumbat, dan dapat menyebabkan susu menggumpalpenyebab-mastitis-bundanef dalam payudara Bunda.
  • Pukulan atau cedera pada payudara yang dapat merusak saluran susu
    atau kelenjar di dalam payudara Bunda
  • Tekanan pada payudara Bunda – misalnya, dari pakaian ketat (termasuk bra), sabuk pengaman atau tidur dengan posisi tengkurap terlalu lama.

ASI yang masih berada didalam payudara biasanya menyediakan lingkungan yang baik di mana bakteri dapat berkembang biak. Namun, ASI yang tidak mengalir lancar dapat meningkatkan resiko infeksi. Hal ini dikenal sebagai mastitis infektif. Bagaimana persisnya bakteri masuk ke jaringan payudara belum terbukti secara meyakinkan. Bunda yang berisiko lebih besar terkena mastitis infektif adalah Bunda yang mengalami puting lecet atau retak, hal ini dipicu oleh penggunaan pompa payudara manual tidak optimal atau karena bayi Anda memiliki bibir sumbing (Labioschisis) atau langit-langit mulut yang terbelah (Labio Palatoschisis). 

labiopalatoschisis-bundanet

Pencegahan

Kadang-kadang mastitis tidak dapat dihindari. Ada beberapa wanita lebih rentan terkena mastitis ketimbang wanita yang lain, terutama wanita yang sedang menyusui untuk pertama kalinya. Secara umum, kebiasaan yang baik untuk mencegah mastitis adalah sebagai berikut:

  • Menyusui berimbang di kedua payudara.
  • Kosongkan payudara sepenuhnya untuk mencegah pembengkakan dan sumbatan ASI.
  • Gunakan teknik menyusui yang baik dan benar untuk mencegah lecet dan puting retak.
  • Hindari dehidrasi dengan minum banyak cairan.
  • Selalu menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan, membersihkan puting sebelum dan sesudah menyusui serta menjaga bayi Bunda tetap bersih.

Pengobatan

  1. Istirahatlah cukup, bawa bayi untuk dapat tidur bersama Bunda
  2. Penuhi kebutuhan cairan, hindari dehidrasi
  3. Makan makanan bergizi akan membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh ibu
  4. Longgarkan pakaian atau bra yang ketat
  5. Pastikan posisi dan perlekatan mulut bayi pada payudara Bunda sudah benar. Minta bantuan konselor laktasi untuk mengoreksi posisi dan perlekatan menyusui Bunda
  6. Sebelum menyusui bayi Anda, kompres hangat payudara Bunda dengan menggunakan waslap air hangat di atas payudara yang terkena mastitis, lakukan berulang selama sekitar 30 menit atau sampai payudara terasa lunak. Lakukan perawatan ini setidaknya 3 kali sehari. Hal ini dapat meningkatkan aliran susu di payudara dan dapat membuat payudara serta puting menjadi lunak. Ini akan membantu bayi untuk dapat melekat dengan benar saat menyusui. Payudara dan puting yang kurang elastis saat mastitis akan menyulitkan bayi untuk melekat secara optimal saat menyusui.
  7. http://bundanet.com/wp-content/uploads/2016/11/penanganan-mastitis-bundanet.jpgLakukan tekanan lembut namun tegas pada payudara. Tekanan lembut pada payudara yang terkena mastitis juga dapat meningkatkan aliran susu dan melunakkan payudara
  8. Teratur mengosongkan payudara dengan cara menyusui bayi langsung atau memompa ASI. Pengosongan payudara yang optimal membantu mencegah bakteri masuk ke payudara dan dapat mempersingkat durasi mastitis.
  9. Bunda dapat dengan aman melanjutkan menyusui bayi selama melakukan perawatan payudara atau memompa ASI untuk memberi makan bayi Anda dengan ASIP (ASI Perah) selama Bunda melakukan perawatan. Bayi Anda adalah pompa yang paling efisien yang Anda miliki untuk mengosongkan payudara Anda. ASI Anda aman untuk diminum bayi Anda, karena setiap bakteri dalam susu Anda akan dihancurkan oleh cairan pencernaan bayi.
  10. Jika memungkinkan, teruskan menyusui di kedua sisi. Idealnya, mulailah menyusui dari payudara yang terkena mastitis – karena itu dapat mengosongkan payudara secara menyeluruh. Jika dimulai dengan payudara yang terkena terlalu menyakitkan, cobalah menyusui bayi Anda dengan payudara yang tidak terkena mastitis terlebih dahulu. Kemudian, setelah ASI mengalir dari payudara yang terkena mastitis, lanjutkan menyusui dari payudara yang terkena mastitis hingga payudara terasa ringan.
  11. Bayi mungkin tampak enggan untuk menyusui pada payudara yang terkena mastitis. Ini bukan karena ASI rasanya menjadi aneh, tapi karena payudara dan puting Anda terasa berbeda (tidak elastis) dan ini membuat bayi lebih sulit untuk melekat. Coba keluarkan sedikit ASI dengan tangan atau pompa. Ini akan melembutkan payudara dan puting sehingga membuat bayi lebih mudah untuk melekat.
  12. Obat pereda nyeri yang dapat digunakan diantaranya Parasetamol atau Ibuprofen. Tentu harus dibawah persetujuan dokter. Penggunaan antibiotik belum perlu diberikan jika gejala mastitis masih ringan dan kurang dari 24 jam. Penggunaan antibiotik dapat dipertimbangkan jika gejala semakin berat dan telah berlangsung lebih dari 24 jam atas instruksi dokter.

Kapan Harus Ke Rumah Sakit Atau Menghubungi Konselor Laktasi?

  • Nyeri payudara mulai mengganggu proses menyusui
  • Nyeri payudara berkepanjangan
  • Demam (lebih dari 37,5°C) tak kunjung hilang lebih dari 48 jam
  • Terdapat nanah dari puting susu Anda.
  • Bunda mengalami gejala infeksi lain seperti kemerahan, bengkak dan nyeri yang mengganggu menyusui, terdapat massa atau benjolan di payudara yang tidak hilang meski telah menyusui.
  • Jika Anda sedang menyusui, hubungi dokter jika Anda mengalami gejala infeksi payudara sehingga pengobatan dapat dimulai segera.
  • Nanah mengalir dari payudara
  • Pembuluh darah di payudara tampak lebih jelas
  • Pusing, pingsan, atau kebingungan

Referensi:

  1. Mastitis – World Health Organization
  2. Mastitis – NHS Choices
  3. Blocked Ducts And Mastitis – International Breastfeeding Centre (dr. Jack Newman)
  4. Mastitis – Australian Breastfeeding Association
  5. Mastitis While Breast-Feeding – Web MD

Updated: 27/11/2016

Similar posts