Home » Kehamilan » Mencegah Infeksi Selama Kehamilan

Mencegah Infeksi Selama Kehamilan

mencegah-infeksi-saat-hamil-bundanetIbu hamil yang tertular penyakit infeksi harus mendapat perhatian khusus. Hal ini karena :

  • Infeksi saat hamil bisa menjadi lebih berat jika dialami ibu hamil dan
  • Adanya potensi menyebabkan gangguan janin pada kandungan.

Beberapa penyakit seperti rubella atau toxoplasmosis bisa menyebabkan cacat bawaan hingga keguguran pada janin. Tetapi, bunda dapat melakukan tindakan pencegahan untuk mengurangi kemungkinan tertular penyakit infeksi yang berbahaya selama kehamilan.

 

MENCEGAH PENULARAN PENYAKIT INFEKSI SELAMA KEHAMILAN

Beberapa kebiasaan berikut ini dapat membantu menurunkan kemungkinan penularan penyakit infeksi yang dapat menyebabkan masalah saat kehamilan.

Menjaga Kebersihan

Wanita hamil bisa tertular penyakit infeksi melalui kontak dari orang ke orang, misalnya mencium, hubungan seksual dan kontak dengan cairan tubuh orang lain (seperti air liur atau air seni) juga jika menyentuh mata, hidung atau mulut mereka. Kebiasaan hidup bersih, dengan sering cuci tangan dan menghindari kontak dengan air liur orang lain melalui berbagi makanan, minuman atau peralatan pribadi, dapat menurunkan kemungkinan bunda untuk tertular penyakit infeksi yang berpotensi membahayakan.

Menjaga kebersihan secara khusus akan lebih penting lagi untuk wanita hamil yang mempunyai anak yang masih kecil atau bekerja bersama anak kecil, misalnya di tempat penitipan anak atau mengajar di pra sekolah dan taman kanak-kanak. Karena, beberapa penyakit infeksi berbahaya seperti sitomegalovirus (CMV), lebih sering terjadi pada anak kecil.

Mencuci Tangan

Mencuci tangan merupakan cara yang paling penting dan paling efektif untuk mencegah penyebaran penyakit infeksi.

Tangan harus dicuci :

  • Sebelum dan sesudah menyentuh makanan mentah dan makan
  • Setelah dari toilet
  • Setelah mengganti popok atau membantu anak ke toilet
  • Setelah membasuh hidung atau air liur anak kecil
  • Setelah memegang sampah atau cucian kotor
  • Setelah menyentuh hewan atau hewan peliharaan
  • Setelah membereskan mainan anak
  • Setelah kontak dengan air liur orang lain dan
  • Setelah berkebun atau menyentuh kotoran atau tanah.

Cara Mencuci Tangan yang Benar

  • Basahi tangan dengan air dan gunakan sabun biasa atau sabun antiseptik
  • Gosok kedua tangan selama 15-30 detik
  • Berikan perhatian khusus untuk kuku, daerah diantara jari dan pergelangan tangan
  • Bilas seluruh tangan dengan air mengalir dan idealnya keringkan dengan handuk sekali pakai

 

Pencuci tangan dengan bahan alkohol merupakan alternatif yang baik untuk membunuh kuman di tangan jika tidak memungkinkan untuk mencuci tangan dengan air dan sabun. Usapkan pencuci tangan di seluruh permukaan tangan, jari dan pergelangan tangan hingga kering. Pencuci tangan tersedia dalam bentuk cairan dengan ukuran yang kecil dan mudah dibawa sehingga mudah untuk dibawa dalam kantong atau tas. Jika wastafel tersedia, tangan yang tampak kotor harus dicuci dengan air dan sabun.

Mencegah Infeksi yang Menular melalui Makanan

Produk makanan di bawah ini dapat mengandung bakteri yang berbahaya bagi wanita hamil sehingga sebaiknya dihindari, yaitu :

  • Produk makanan yang terbuat dari susu yang TIDAK dipasteurisasi
  • Adonan kue atau bahan pembuat keik yang MENTAH, misalnya mengandung telur mentah
  • Daging, ikan atau kerang yang MENTAH atau tidak matang
  • Jus atau sari buah kemasan yang TIDAK dipasteurisasi kecuali yang dibuat sendiri dimana buah sudah dikupas atau dicuci bersih
  • Cold deli meats (daging olahan yang dipotong tipis yang biasa dipakai untuk roti lapis)
  • Kecambah yang TIDAK dimasak.

Penyakit yang Ditularkan melalui Serangga

Wanita yang sedang hamil harus melakukan pencegahan untuk mengurangi risiko infeksi yang ditularkan melalui nyamuk (misalnya virus Dengue dan malaria).

Gigitan nyamuk dapat dihindari dengan :

  • Menggunakan pakaian pelindung (baju lengan panjang dan celana panjang) atau kelambu
  • Hindari aktivitas di luar ruangan pada waktu nyamuk sedang aktif (pagi dan senja)
  • Menggunakan penolak nyamuk yang mengandung DEET (diethyltoluamide).

DEET merupakan penolak nyamuk yang paling efektif yang saat ini ada. Produk yang mengandung 10-35% DEET dianggap cukup untuk sebagian besar kondisi. Jika digunakan sesuai rekomendasi, DEET mempunyai catatan keamanan yang sangat baik. Wanita hamil dan menyusui dapat menggunakan DEET. Tidak ada penelitian penggunaan picaridin pada wanita hamil.

Rekomendasi Badan Perlindungan Lindungan Amerika Serikat (EPA) untuk penggunaan penolak nyamuk

  • Gunakan penolak nyamuk hanya pada kulit yang terbuka dan/atau pakaian (sesuai petunjuk pada label).
  • Jangan menggunakan penolak nyamuk dibawah pakaian.Jangan pernah menggunakan penolak nyamuk di atas kulit yang terpotong, terluka atau iritasi.
  • Jangan gunakan di mata atau mulut dan gunakan secukupnya pada telinga. Jika menggunakan penolak nyamuk dalam bentuk semprotan (sprai), jangan menyemprot secara langsung pada wajah – semprot pada tangan lebih dahulu dan kemudian oleskan pada wajah.
  • Jangan biarkan anak-anak menggunakan penolak nyamuk tanpa bantuan. Oles atau semprot pada tangan bunda lebih dulu baru oleskan ke tubuh anak. Hindari penggunaannya pada tangan anak karena anak sering kali memegang mata dan mulut.
  • Gunakan penolak nyamuk secukupnya meliputi kulit yang terpapar dan/atau pakaian. Penggunaan secara berlebihan tidak akan memberikan perlindungan yang lebih baik atau lebih lama.
  • Setelah kembali ke dalam ruangan, cuci kulit yang dioles penolak nyamuk dengan sabun dan air atau mandi. Hal ini penting untuk dilakukan terutama jika penolak nyamuk digunakan berulang kali dalam sehari atau digunakan setiap hari.
  • Jika Bunda (atau anak Bunda) mengalami kemerahan pada kulit atau reaksi lain akibat penggunaan penolak nyamuk, hentikan penggunaannya, cuci dengan sabun dan air dan periksakan diri ke dokter. Jika anda pergi ke dokter, akan membantu jika membawa penolak nyamuk yang digunakan.


Infeksi Menular Seksual

Risiko terinfeksi dengan infeksi menular seksual dapat meningkat jika anda atau pasangan anda mempunyai lebih dari satu pasangan seksual. Bunda harus menghindari hubungan seksual, walaupun dengan menggunakan kondom, jika pasangan anda mengalami gejala infeksi menular seksual, misalnya keluarnya nanah dari penis, nyeri saat berkemih atau adanya luka lecet atau luka seperti melepuh pada kulit dari alat kelamin. Pengguna narkoba bisa terinfeksi hepatitis dan HIV akibat penggunaan jarum secara bergantian dan kemudian infeksi ini bisa ditularkan melalui kontak seksual.

Perjalanan

Hindari perjalanan ke tempat yang berisiko tinggi merupakan salah satu cara untuk meminimalisir kemungkinan untuk tertular penyakit infeksi, seperti malaria atau demam kuning (yellow fever). Kemungkinan mendapatkan penyakit infeksi yang bersumber dari makanan atau minuman juga tinggi pada beberapa negara di dunia. Sebagai contoh, keju yang tidak dipasteurisasi banyak tersedia di Prancis dari pada di Amerika Serikat. Wanita yang berencana melakukan perjalanan internasional sebaiknya berkonsultasi ke dokter berkaitan dengan kemungkinan masalah pada negara tujuan perjalanan.

Imunisasi

Bunda sebaiknya memperbaharui imunisasi sebelum hamil. Beberapa imunisasi, misalnya influenza, pertussis dan hepatitis B, dapat diberikan walaupun saat hamil. Anak-anak dan anggota keluarga lainnya juga seharusnya memperbaharui imunisasi mereka; hal ini dapat mengurangi risiko wanita hamil terpapar terhadap infeksi selama hamil juga melindungi baik ibu maupun bayi untuk terpapar infeksi setelah melahirkan.

Penyakit yang Ditularkan melalui Binatang

Wanita yang sedang hamil atau berencana untuk hamil harus menghindari kontak dengan semua hewan pengerat (dan kotoran hewan pengerat) dan tidak membuang sendiri kotoran kucing atau jika terpaksa melakukan sendiri harus menggunakan sarung tangan dan mencuci tangan setelahnya. Pencegahan saat merawat hewan peliharaan sebaiknya didiskusikan dengan dokter.

Infeksi yang Menular melalui Udara

Beberapa infeksi dapat ditularkan jika seseorang terhirup tetesan liur (droplet) yang mengandung kuman saat orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Hindari kontak dekat dengan orang sakit dan penggunaan masker dapat mengurangi penularan penyakit. Mencuci tangan dengan baik juga mengurangi kemungkinan terinfeksi jika menyentuh permukaan yang terdapat tetesan liur (droplet) yang mengandung kuman.

 

SUMBER :

http://www.uptodate.com/contents/avoiding-infections-in-pregnancy-beyond-the-basics

updated: 28/05/2016

Similar posts