Home » tips » Mengenal Vaksin Human Papiloma Virus (HPV)

Mengenal Vaksin Human Papiloma Virus (HPV)

vaksin-human-papiloma-virus-bundanetHuman papiloma virus (HPV) merupakan virus yang menyebabkan kanker leher rahim dan kondiloma. Human papiloma virus juga dapat menyebabkan kanker dari vulva dan vagina pada wanita walaupun kedua kanker ini jauh lebih jarang dibandingkan kanker leher rahim. Selain itu, human papiloma virus juga bisa menyebabkan kanker anus dan rongga mulut serta tenggorokan baik pada pria maupun wanita.

Human papiloma virus (HPV) bisa menyebar melalui kontak kulit ke kulit, termasuk hubungan seksual, seks oral, seks anal atau kontak jenis lain yang melibatkan daerah kemaluan (misalnya kontak tangan ke alat kemaluan). Kondom tidak bisa memberikan perlindungan total terhadap infeksi HPV karena kondom tidak menutup kelamin secara keseluruhan. Bunda tidak akan terinfeksi HPV dengan menyentuh benda, misalnya dudukan toilet.

Risiko tertular Human papiloma virus akan meningkat sejalan dengan jumlah pasangan seksual anda dan pasangan anda. Sebagian besar yang terinfeksi HPV tidak mengalami adanya tanda atau gejala apapun, dan pada sebagian besar kasus, tidak pernah mengalami masalah apapun disebabkan oleh HPV. Tetapi, pada 10-20% wanita infeksi HPV bisa berlanjut. Pada kondisi ini, terdapat kemungkinan berlanjut menjadi prakanker dan kemudian menjadi kanker. Akan tetapi, biasanya membutuhkan waktu 20-25 tahun untuk infeksi HPV menyebabkan kanker serviks. Karena itu, pemeriksaan secara teratur sangat penting untuk mendeteksi dini adanya kelainan pada serviks (leher rahim) sebelum berubah menjadi kanker.

Lebih dari 100 tipe Human papiloma virus yang telah diidentifikasi, dimana lebih dari 40 tipe diketahui menginfeksi serviks dan kira-kira 15 tipe diketahui sebagai penyebab kanker serviks. Berdasarkan kemungkinannya untuk menyebabkan kanker serviks maka HPV dibagi menjadi dua tipe yaitu tipe high risk dan tipe low risk.

  • HPV tipe 6 dan 11 berkontribusi sebesar 90% sebagai penyebab kutil pada kemaluan (kondiloma). Disebut sebagai tipe low risk karena tidak menyebabkan kanker serviks.
  • HPV tipe 16 dan 18 disebut sebagai tipe high risk karena paling sering (kira-kira 70%) menyebabkan kanker serviks. HPV tipe 31, 33, 45, 52 dan 58 juga merupakan tipe high riks, menyebabkan kira-kira 19% kasus kanker serviks.

Terdapat 3 jenis vaksin Human papiloma virus yang tersedia secara global. Ketiga vaksin ini memberikan proteksi terhadap tipe HPV yang berbeda:

  • Gardasil-9 membantu untuk mencegah infeksi terhadap sembilan tipe HPV (6, 11, 16, 18, 31, 33, 45, 52 dan 58).
  • Gardasil membantu untuk mencegah infeksi terhadap empat tipe HPV (6, 11, 16 dan18).
  • Cervarix membantu untuk mencegah infeksi terhadap HPV tipe 16 dan 18.

Di Indonesia hanya tersedia Gardasil dan Cervarix.

WAKTU PEMBERIAN DAN DOSIS VAKSIN HPV

Semua vaksin Human papiloma virus diberikan melalui suntikan. Dosis yang diberikan tergantung pada usia anda :

  • Jika berusia kurang dari 15, diberikan dua kali suntikan dengan jarak minimal 6 bulan.
  • Jika berusia 15 tahun atau lebih maka harus diberikan tiga kali suntikan. Suntikan kedua diberikan 1-2 bulan setelah suntikan pertama (tergantung jenis vaksin HPVnya) dan suntikan ketiga diberikan 6 bulan setelah suntikan pertama.

Usahakan untuk melakukan vaksinasi sesuai jadwal yang telah ditentukan. Jika bunda lupa untuk melakukan vaksinasi lanjutan maka sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan berapa kali lagi suntikan harus diberikan.

Siapa yang harus divaksinasi? – Pemberian vaksinansi paling ideal dilakukan pada wanita yang belum pernah melakukan hubungan seksual atau belum terinfeksi Human papiloma virus. Jika vaksinasi diberikan pada yang telah hubungan seksual atau telah terinfeksi HPV maka hasil yang didapat tidak maksimal. HOGI-IDAI (Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia dan Ikatan Dokter Anak Indonesia) menetapkan vaksin HPV dapat diberikan pada wanita mulai usia 10-55 tahun. Vaksinasi pada usia 26-55 tahun yang sudah melakukan hubungan seksual maka dapat diberikan jika setelah hasil pap smear atau IVA negatif.

Berapa lama vaksin bisa memberikan perlindungan? – Belum pasti seberapa lama vaksin bisa memberikan proteksi terhadap infeksi HPV. Dari penelitian menunjukkan bisa memberikan proteksi minimal selama 8 tahun.

Apakah saya tetap harus melakukan pap smear? – Tidak perlu melakukan pemeriksaan panggul atau Pap smear sebelum vaksinasi HPV, kecuali jika sudah berusia di atas 21 tahun dan pernah melakukan hubungan seksual sebelumnya. Akan tetapi, dengan pemberian vaksin HPV bukan berarti bisa menggantikan pemeriksaan Pap smear. Karena mungkin saja infeksi HPV sudah terjadi sebelum bunda mendapatkan vaksin dan ada beberapa HPV tipe high risk lainnya yang tidak diproteksi dengan vaksin HPV yang ada di mana juga bisa menyebabkan kanker serviks.

EFEK SAMPING VAKSIN HPV

Vaksin HPV bisa menyebabkan sedikit kemerahan, nyeri atau pembengkakan pada tempat penyuntikan. Kadang bisa meningkatkan risiko pingsan setelah penyuntikan HPV, karena itu jangan langsung berdiri setelah mendapatkan suntikan HPV. Vaksin ini tidak dianjurkan diberikan selama hamil, walaupun tidak diketahui adanya risiko terhadap jika vaksin diberikan.

EFEKTIVITAS VAKSIN HPV

Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa vaksin HPV sangat efektif dalam mencegah infeksi HPV dan prakanker serviks yang disebabkan oleh tipe HPV yang ditarget oleh vaksin. Vaksin HPV tidak memberikan proteksi 100% tetapi masih sangat efektif. Vaksin HPV tidak mencegah infeksi menular seksual lainnya seperti HIV, herpes, klamidia dan gonore.

 

 

 

 

 

SUMBER :

  1. http://www.uptodate.com/contents/human-papillomavirus-hpv-vaccine-beyond-the-basics.
  2. Vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks. Kanker Serviks. Andrijono, Edisi 5, 2016.