Home » Kehamilan » Merasa Lemah Saat Hamil

Merasa Lemah Saat Hamil

Selama hamil, sebagian besar wanita merasa lemah dibandingkan biasanya. Merasa lemah saat hamil ini biasanya dialami pada awal (trimester I) dan akhir (trimester III) dari kehamilan.merasa-lemah-saat-hamil-bundanet

Penyebab merasa lemah selama hamil :

Pada trimester I

  1. Selama awal kehamilan, tubuh menghasilkan hormon progesteron lebih banyak. Hormon progesteron diketahui dapat menyebabkan Bunda menjadi mengantuk dan merupakan depresan alami untuk sistem saraf. Disamping itu tubuh juga memproduksi lebih banyak sel darah merah untuk membawa zat gizi ke janin. Hal ini menyebabkan jantung dan organ lain bekerja lebih keras. Selama kehamilan juga terjadi peningkatan proses metabolisme. Seluruh perubahan tersebut membebani tubuh anda dan dapat menyebabkan Bunda merasa lemah.
  2. Perubahan fisik dan psikologis selama hamil juga dapat merupakan sumber tekanan baik mental maupun emosional. Tekanan ini dapat mempengaruhi kondisi Bunda.
  3. Sering terbangun pada malam hari karena sering BAK.
  4. Mual dan muntah selama awal kehamilan.

Pada trimester III (7 bulan kehamilan)
1. Berat badan yang meningkat akan mengurangi kekuatan tubuh Bunda.
2. Tidur terganggu akibat berbagai alasan seperti sakit pinggang, heartburn, kram pada kaki, gerakan bayi, sering BAK.
merasa-lemah-saat-hamil-bundanetTetapi perasaan lemah selama hamil juga dapat merupakan gejala dari anemia, khususnya anemia karena kekurangan zat besi.

Tubuh Bunda membutuhkan zat besi untuk membentuk hemoglobin, yaitu zat dalam sel darah merah yang memungkinkan sel darah merah untuk membawa oksigen ke jaringan ibu dan janin. Kebutuhan zat besi selama kehamilan meningkat karena selain untuk kebutuhan janin, peningkatan produksi darah oleh tubuh Bunda, juga kehilangan darah yang terjadi selama proses persalinan.

Jika perasaan lemah tetap Bunda rasakan walaupun sudah beberapa minggu di trimester kedua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

Perasaan lemah yang dicurigai sebagai gejala dari anemia, khususnya jika disertai dengan gejala-gejala :
  • Napas pendek
  • Jantung berdebar-debar
  • Warna kulit pucat
  • Pusing

Karena itu pada wanita hamil dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kadar hemoglobin untuk memastikan diagnosis dari anemia.

Pada wanita hamil terjadi “pengenceran darah” sehingga nilai normal hemoglobin pada wanita hamil tidak sama dengan wanita yang tidak hamil, di mana pada trimester I dan III dikatakan anemia jika kadar hemoglobin di bawah 11 gr% sedangkan pada trimester II dikatakan anemia jika kadar hemoglobin di bawah 10,5 gr%.

Bagaimana cara mengatasinya

Beberapa tips dibawah ini dapat membantu Bunda menghindari perasaan lemah yang berlebihan selama kehamilan.

  1. Tidurlah lebih awal dari biasanya, khususnya jika Bunda sering terbangun saat tidur. Tidurlah jika Bunda merasa lelah. Jangan memaksakan diri Bunda untuk tetap terjaga hingga waktu tidur Bunda yang biasa. Selama kehamilan tubuh Bunda membutuhkan tidur yang cukup.
  2. Hindari terbangun saat tidur malam hari
    • Minum cukup air saat siang dan sore hari. Hindari minum apapun 2 atau 3 jam sebelum waktu tidur jadi Bunda tidak perlu seringkali terbangun untuk berkemih.
    • Jika Bunda sering mengalami heartburn, pastikan untuk makan beberapa jam sebelum berbaring terlentang atau tidur.
    • Lakukan stretching pada otot kaki sebelum tidur. Hal ini dapat membantu Bunda menghindari kram kaki pada malam hari.
  3. Usahakan dapat istirahat pada siang hari. Bila di tempat kerja gunakan waktu istirahat untuk tidur sejenak di meja kerja Bunda atau bila ada ruangan yang dapat digunakan Bunda bisa berbaring terlentang sejenak. Tidak perlu waktu lama, bahkan 15 menit sudah dapat meningkatkan semangat yang Bunda butuhkan untuk sisa hari ini.
  4. Atur jadwal Bunda. Kurangi kegiatan-kegiatan yang tidak perlu dan minta bantuan dari suami, anak atau keluarga yang lain untuk melakukan tugas Bunda di rumah. Hal ini akan membuat Bunda mempunyai waktu yang lebih banyak untuk beristirahat.lemah-selama-hamil-bundanet
  5. Pastikan Bunda makan dengan sehat. Makin banyak junk food yang Bunda makan, Bunda akan makin merasa lemah. Coba untuk makan cukup protein dan air. Bunda membutuhkan 300 kalori tambahan setiap hari. Diet yang sehat, seperti sayur, buah, padi-padian, susu skim, daging yang tidak berlemak dapat memberikan tenaga. Hindari konsumsi gula dan kafein karena dicerna dengan cepat dan menyebabkan Bunda merasa cepat lapar. Minum air dengan cukup, karena kekurangan cairan dapat memperparah perasaan lemah. Makanan yang mengandung zat besi antara lain daging merah, seafood, unggas, sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, dll.
  6. Berolah raga secara teratur. Kecuali dokter Bunda melarang untuk melakukan olah raga, cobalah untuk berolah raga minimal 30 menit selama 3-5 kali seminggu. Walaupun olah raga ringan, seperti jalan kaki, dapat meningkatkan semangat Bunda dan meningkatkan tingkat energi Bunda. Hal ini mungkin terlihat sangat sulit ketika Bunda sedang merasa lemah seperti saat ini. Tetapi Bunda harus mencoba melakukannya. Olah raga akan merangsang produksi endorfin tubuh dan dapat membantu melancarkan sirkulasi darah. Hal ini akan membuat Bunda merasa lebih berenergi.
  7. Berpikir positif.
  8. Tidak ada obat yang aman digunakan untuk mengatasi hal ini selama hamil. Hindari penggunaan stimulan seperti kafein yang pada dosis tinggi dapat berbahaya untuk janin.

Kapan Bunda harus konsultasi ke dokter

Konsultasi ke dokter jika Bunda mengalami kondisi di bawah ini :

  1. Perasaan lemah yang terjadi tiba-tiba
  2. Perasaan lemah yang tidak hilang dengan istirahat yang cukup
  3. Perasaan lemah yang berat pada beberapa minggu di trimester kedua
  4. Depresi atau cemas

 

Updated: 08/06/2016

Similar posts