Home » Menyusui » Menyimpan ASI Dengan Metode FIFO, LIFO Atau WIN-WIN?

Menyimpan ASI Dengan Metode FIFO, LIFO Atau WIN-WIN?

Di era globalisasi seperti ini, wanita pun secara tidak langsung dituntut untuk dapat berkarya dan menjadi bagian dari perubahan tersebut. Untuk itulah, kini banyak wanita yang juga bekerja di luar rumah. Bagi mereka yang telah memahami betul betapa dahsyatnya manfaat ASI, tentu akan memaksimalkan pemberian ASI bagi buah hati mereka hingga minimal 2 tahun. Lalu bagaimana agar ibu bekerja yang menyusui tetap dapat memberikan ASI bagi bayi mereka? Metode apa yang dapat digunakan untuk memberikan ASI agar kualitas ASI tetap terjaga? FIFO, LIFO atau WIN-WIN?

Sebelum membahas metode-metode penyimpanan ASI, perlu diketahui poin-poin penting dalam menyimpan dan menyajikan ASIP (ASI Perah) terlebih dahulu agar kualitas ASI tidak mengalami kerusakan.

  1. Pastikan untuk mencuci tangan dengan sabun dibawah air yang mengalir sebelum memerah dan menyimpan ASI.
  2. Simpanlah ASI pada wadah yang bersih dan aman, pastikan wadah ASI tersebut aman, tidak mudah terkontaminasi dan tidak mudah bocor atau tumpah.
  3. Tempelkan label yang berisikan hari, tanggal dan waktu pemerahan ASI tersebut.
  4. Jangan mencampurkan ASIP dengan bahan makanan atau minuman lain dalam satu kompartemen kulkas.
  5. Hindari perubahan suhu yang drastis, karena perubahan suhu yang drastis dapat merusak komposisi ASI. Contoh: ASI beku dari freezer langsung dihangatkan atau ASI yang baru diperah langsung disimpan didalam freezer. Yang tepat adalah: ASI beku dari freezer diturunkan dulu ke kulkas hingga cair, baru kemudian dihangatkan atau ASI fresh yang baru diperah jika ingin disimpan kedalam freezer, dinginkan terlebih dahulu di kulkas.
  6. Hindari menghangatkan ASIP dengan microwave atau oven, suhu yang terlalu panas akan merusak komposisi ASIP.
  7. ASI yang sudah dihangatkan tidak dapat di bekukan kembali karena dapat merusak kualitas ASI.

Setelah kita mengetahui apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan pada ASIP, lalu bagaimana sebaiknya manajemen penyimpanan ASIP?

Dalam penyimpanan dan penyajian ASIP, kita mengenal istilah metode FIFO, LIFO dan WIN-WIN, apa itu dan bagaimana caranya?

 

Metode FIFO (First In First Out)

Metode-FIFO-BundanetMetode FIFO ini sama seperti mengantre. Sama seperti namanya, FIFO (First In First Out), yang mana itu berarti ASIP yang paling pertama disimpan, yang terlebih dahulu disajikan dan dikonsumsi bayi. Sebagai contoh, jauh sebelum kembali bekerja, Bunda telah “menabung” ASIP, tanggal pertama Bunda menabung ASIP adalah 1 April, sedangkan Bunda mulai bekerja tanggal 1 Juni, itu artinya ASIP yang dikonsumsi bayi adalah ASIP yang sudah bunda perah tanggal 1 April dan berurut dari mulai tanggal tersebut.

Kelebihan dari metode FIFO ini adalah metode ini sangat cocok bagi yang stok ASIP-nya kejar tayang, dan kemungkinan ASIP menjadi basi atau kadaluarsa akan kecil karena pergantian ASIP berjalan teratur.

Kekurangan dari metode ini adalah gizi dari ASIP beku tentunya tidak seoptimal gizi ASIP yang fresh.

Metode LIFO (Last In First Out)

Metode-LIFO-BundaNetBerbeda dengan metode FIFO, metode LIFO ini merupakan kebalikan dari metode FIFO. Metode LIFO menggunakan ASIP yang paling terakhir diperah atau yang fresh. Contoh: Jika Bunda masuk kerja tanggal 1 Juni, itu artinya ASIP yang diberikan adalah ASIP yang disimpan tanggal 31 Mei atau bahkan yang Bunda perah 1 juni subuh atau pagi sebelum berangkat kerja. Lalu bagaimana simpanan ASIP yang lebih lama? ASIP-ASIP tersebut akan menjadi cadangan saja jikalau bunda kewalahan atau saat produksi ASI menurun yang dikarenakan beban pekerjaan atau kelelahan.

Kelebihan dari metode LIFO adalah kualitas ASI yang diberikan kepada bayi adalah yang terbaik karena masih Fresh. Selain itu, ASI merupakan cairan hidup yang komposisinya bisa berubah-ubah sesuai dengan kebutuhan bayi berdasarkan usianya, jadi bayi mendapatkan ASIP yang sesuai dengan kebutuhannya berdasarkan usianya.

Kekurangan dari metode LIFO ini adalah Bunda beresiko untuk mengalami “kejar tayang” dalam menyajikan ASIP yang masih fresh, selain itu kemungkinan ASIP menjadi kadaluarsa atau basi menjadi besar jika ASIP yang telah lama disimpan tidak kunjung dikonsumsi.

Metode WIN-WIN

mencampurkan-asi-bundanetMetode ini merupakan jalan tengah dari cara penyajian ASIP. Metode ini menggunakan cara mencampurkan ASIP yang telah disimpan terlebih dahulu dengan ASIP Fresh. Sebagai contoh: Ketika Bunda kembali bekerja tanggal 1 Juni itu artinya bayi mengkonsumi ASIP tanggal 1 Juni yang dicampurkan dengan ASIP yang telah disimpan sejak tanggal 1 April.

Kelebihan dari metode WIN-WIN ini adalah Bayi akan mendapatkan gizi yang optimal dari ASIP Fresh, selain itu kemungkinan untuk basi atau kadaluarsa lebih kecil dibandingkan metode LIFO.

Kekurangan dari metode WIN-WIN ini adalah memerlukan ketelitian yang tinggi dalam mencampurkan ASIP beku dengan ASIP Fresh.

Referensi:

  1. Proper Handling and Storage of Human Milk (CDC)
  2. Academy of Breastfeeding Medicine. (2004) “Clinical Protocol Number #8: Human Milk Storage Information for Home Use for Healthy Full Term Infants”
Similar posts