Home » Kesehatan Wanita » Kontrasepsi » Kontrasepsi Vasektomi (Kontrasepsi Mantap Pria)

Kontrasepsi Vasektomi (Kontrasepsi Mantap Pria)

vasektomi_bundanetBagi mereka pasangan yang telah menikah dan berniat tidak menambah anak sudah sama-sama diketahui dapat melakukan pencegahan kehamilan dengan menggunakan alat kontrasepsi, hal ini tentunya harus merupakan sebuah kesepakatan bersama pasangan.

Dari sekian banyak jenis alat kontrasepsi terdapat dua golongan berdasarkan masa kerjanya yaitu yang bersifat sementara artinya alat kontrasepsi tersebut akan mencegah terjadinya kehamilan dalam waktu tertentu mulai dari satu bulan hingga lima tahun, dan alat kontrasepsi yang bersifat permanen yaitu vasektomi untuk pria dan tubektomi untuk wanita.

Vasektomi merupakan prosedur klinik untuk menghentikan kapasitas reproduksi pria dengan jalan melakukan penutupan vasa deferensia sehingga alur transportasi sperma terhambat dan proses fertilisasi (penyatuan sperma dengan ovum) tidak terjadi.

Bunda tentu sudah banyak mengenal alat kontrasepsi yang bisa digunakan. Dari yang harganya murah hingga yang mencapai jutaan karena harus dipasang oleh tenaga yang terlatih dan memiliki masa kerja yang panjang. Namun ada cara kontrasepsi yang belum terlalu popular dibandingkan alat kontrasepsi yang lain, yaitu vasektomi dan tubektomi. Hal ini karena pemahaman masyarakat yang kurang dan ketakutan yang mendalam akan cara kontrasepsi ini. Padahal, apabila tindakan tersebut dilakukan oleh tenaga ahli maka prosedur tersebut sangatlah aman untuk dilakukan.

PROFIL VASEKTOMI

vasektomi_bundanetMetode kontrasepsi vasektomi ini sangatlah efektif dan permanen. Tidak ada efek samping jangka panjang. Mekanismenya pun dilakukan dengan tindakan bedah yang aman dan sederhana. Vasektomi ini efektif setelah 20 ejakulasi atau 3 bulan. Konseling dan surat persetujuan medis mutlak diperlukan sebelum tindakan dilakukan.

MEKANISME VASEKTOMI
vasektomi-bundanet

Vasektomi berguna untuk menghalangi transport spermatozoa (sel mani) di saluran sperma (vas deferens). Vasektomi ini tidak mempengaruhi hormon pria. Tidak berpengaruh juga terhadap gairah dan kemampuan seksual.

Hal lainnya yang perlu diingat adalah jika sudah dilaksanakan prosedur operasi, maka Bunda ataupun suami harus tetap menggunakan salah satu alat kontrasepsi mengingat spermatozoa masih ada dalam saluran vesikula seminalis. Setelah  melewati 15-20 ejakulasi, itu artinya cairan yang keluar sudah tidak lagi mengandung sel sperma.

SYARAT – SYARAT SEBELUM MELAKUKAN VASEKTOMI

  • Harus secara sukarela
  • Mendapat persetujuan istri
  • Jumlah anak cukup
  • Mengetahui akibat-akibat vasektomi
  • Umur calon tidak kurang dari 30 tahun
  • Umur istri tidak kurang dari 20 tahun dan tidak lebih dari 45 tahun
  • Pasangan suami istri telah mempunyai anak minimal dua orang, dan anak paling kecil harus sudah berumur di atas dua tahun

KELEBIHAN VASEKTOMI

  • Tidak menimbulkan kelainan fisik maupun mental
  • Tidak mengganggu libido seksualitas
  • Dapat dikerjakan di poliklinik (tanpa rawat jalan)
  • Komplikasi minimal
  • Pasien tidak perlu dirawat di rumah sakit
  • Dilakukan dengan pembiusan lokal
  • Ada kepastian bahwa cara ini efektif (kemungkinan gagal tidak ada) karena dapat di periksa kepastian di Laboratorium
  • Tidak mengganggu hubungan sex selanjutnya dan juga jumlah cairan yang dikeluarkan oleh suami waktu bersanggama tidak berubah

KETERBATASAN VASEKTOMI

Kekurangan vasektomi adalah sterilisasinya tidak bersifat segera.  Pengeluaran sperma yang tersimpan disaluran reproduksi setelah bagian vas deferens diputus memerlukan waktu 3 bulan atau 20 kali ejakulasi (American College of Obtetricians and Gynecologists, 1996). Semen harus diperiksa di laboratorium melalui pemeriksaan analisis sperma sampai tidak mengandung sperma pada dua pemeriksaan berturut-turut. Selama masa ini, harus digunakan metode kontrasepsi lain.

Angka kegagalan vasektomi jauh di bawah 1 persen, tetapi angka ini tergantung dari beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut adalah kegagalan akibat hubungan kelamin tanpa proteksi yang terlalu awal setelah ligasi, kegagalan penyumbatan vas deferens, atau rekanalisasi.

TEKNIK VASEKTOMI
vasektomi-bundanet

Mula-mula kulit skrotum di daerah operasi di sucihamakan. Kemudian, dilakukan anestesi lokal. Anestesi dilakukan di kulit skrotum dan jaringan sekitarnya di bagian atas, dan pada jaringan di sekitar vas deferens. Vas dicari dan setelah ditentukan lokasinya, dipegang sedekat mungkin di bawah kulit skrotum. Setelah itu, dilakukan sayatan pada kulit skrotum sepanjang 0,5 sampai 1 cm di dekat tempat vas deferens. Setelah vas deferens terlihat, di jepit dan dikeluarkan dari sayatan. Saluran tersebut dipotong sepanjang 1-2 cm dan kedua ujungnya di ikat. Setelah kulit dijahit, tindakan di ulangi pada saluran yang lain.

VASEKTOMI TANPA PISAU (VTP)

Teknik baru vasektomi bisa dilakukan tanpa pisau. Setelah anestesi lokal, vas deferens akan diidentifikasi dibawah kulit dan ditahan dengan penjepit khusus. Lubang kecil pada kulit dibuat dengan alat khusus kemudian dilakukan penutupan vas deferens. Kelebihan teknik ini, perdarahan lebih sedikit, tidak perlu dijahit, nyeri lebih minimal dan komplikasi lebih sedikit.

Similar posts