Home » Menyusui » Mitos – Mitos Tentang Menyusui

Mitos – Mitos Tentang Menyusui

Hidup di Negara yang memiliki berbagai macam suku, agama dan ras terkadang membuat kita mau tidak mau dikelilingi oleh mitos – mitos yang telah terlanjur berkembang di masyarakat sejak lama. Berikut ini beberapa mitos yang tidak benar mengenai ASI dan Menyusui:

  1. Wanita dengan ukuran payudara kecil menghasilkan ASI lebih sedikit dibandingkanmitos-menyusui-bundanet wanita dengan payudara besar. Jumlah produksi ASI BUKAN ditentukan dari ukuran payudara namun oleh hormon Prolaktin dan Oksitosin.
  2. Wanita yang memiliki puting rata atau terbenam tidak dapat menyusui bayinya. Tidak Benar, karena bayi menyusu pada payudara, bukan pada puting. Jika bayi tidak bisa menyusu pada payudara pada awalnya, dengan bantuan yang tepat, dia akan sering menyusu pada payudara nanti. Payudara juga berubah dalam beberapa minggu pertama, dan selama ibu menjaga pasokan ASI yang baik, bayi biasanya akan melekat pada usia 8 minggu usia entah bagaimana caranya, namun mintalah bantuan pada Konselor Menyusui dan bayi dapat melekat dengan baik lebih awal. Dulu, nipple shield sering disarankan agar bbayi dapat menyusu. Nipple shield tidak boleh digunakan, terutama dalam dua minggu pertama! Meskipun kelihatannya bisa menyelesaikan masalah, penggunaannya dapat mengakibatkan proses menyusui yang buruk dan penurunan berat badan yang drastis, serta membuat bayi lebih sulit untuk melekat di payudara.
  3. Banyak wanita yang tidak dapat menghasilkan ASI yang cukup untuk bayinya. Tidak Benar, hampir semua wanita dapat memproduksi ASI yang cukup untuk bayinya, bahkan banyak wanita yang dapat memproduksi ASInya secara berlebih sehingga dapat mendonorkannya kepada bayi lain. Permasalahan yang timbul dari berkurangnya berat badan bayi yang cukup signifikan pun BUKAN disebabkan oleh produksi ASI ibu yang sedikit, melainkan dari faktor perlekatan antara bibir bayi dengan payudara Ibu sehingga bayi tidak dapat memperoleh ASI dari payudara Ibunya dengan efektif. Untuk itu sangatlah penting bagi seorang Ibu yang baru melahirkan segera pada hari pertama kelahiran, dipandu untuk melakukan pelekatan secara benar oleh seseorang yang benar-benar mengerti mengenai teknik pelekatan yang tepat.
  4. Jika merasakan sakit pada saat menyusui merupakan sesuatu yang normal. Meskipun bukan sesuatu yang aneh jika di awal-awal menyusui Bunda merasakan ketidaknyamanan pada payudara atau puting, namun kondisi ini harusnya hanya berlangsung beberapa hari saja. Jika merasakan sakit lebih dari 3 hari sejak awal menyusui bahkan hingga membuat Bunda merasa takut untuk menyusui, ada baiknya untuk di cari tahu penyebabnya sebelum segala sesuatunya menjadi semakin parah. Rasa sakit atau lecet pada puting tidak boleh diabaikan. Rasa sakit yang amat sangat pada puting ketika sedang menyusui menandakan bahwa bayi belum sempurna pelekatannya. Koreksi kembali posisi dan perlekatan bayi saat menyusui.
  5. Jika selama beberapa jam (atau hari) bayi tidak menyusui langsung dari payudara, maka ASI harus dibuang terlebih dahulu karena ASInya basi. Tidak Benar. Kualitas ASI akan terjaga dengan baik didalam payudara, ASI yang berada didalam payudara akan selalu steril. Lain halnya dengan susu formula, susu formula tidak memiliki daya tahan seperti ASI. Susu formula akan lebih cepat basi dibandingkan ASI.
  6. Dengan memerah atau memompa ASI, Bunda jadi tahumitos-bundanet seberapa banyak ASI yang diminum oleh bayinya. Jumlah ASI yang dihasilkan ketika Bunda memompa atau memerah ditentukan oleh banyak hal, seperti stres dll. Sedangkan bayi yang menyusu pada ibu dengan benar, dapat mengeluarkan ASI lebih banyak dibandingkan ASI yang dikeluarkan oleh pompa ASI. Jumlah ASI yang dipompa hanya bisa menjadi indikator terhadap seberapa banyak ASI yang bisa Bunda pompa atau perah, bukan sebagai tolak ukur jumlah ASI yang dapat bunda produksi secara keseluruhan.
  7. Saat Ini Susu Formula sama kandungannya dengan ASI. Susu Formula jelas jauh berbeda dengan ASI, susu formula tidak mengandung zat antibody (kekebalan tubuh), sel-sel hidup, enzim-enzim dan tidak mengandung hormon. Dibandingkan ASI, susu formula mengandung lebih banyak zat aluminium, mangan, cadmium (sejenis logam berat), timbal dan zat besi. Susu formula juga mengandung jauh lebih banyak protein dibandingkan ASI. Kandungan protein dan lemak yang terdapat dalam susu formula juga berbeda dengan yang terdapat dalam ASI. Kandungan susu formula tidak berubah dari awal menyusu hingga akhir, dari hari pertama ke hari ketujuh ke hari ketigapuluh, dari satu ibu ke ibu lainnya, dari satu bayi ke bayi lainnya. ASI dibuat khusus hanya untuk bayi Anda. Susu formula dibuat dan disamaratakan untuk semua bayi. Susu formula hanya mampu membuat bayi menjadi gendut, tetapi bayi tidak mendapatkan kandungan nutrisi dan zat gizi lainnya yang dibutuhkan, yang semuanya terdapat dalam ASI.
  8. Jika bayi mengalami diare dan muntah-muntah, maka ASI harus dihentikan. Obat yang paling ampuh untuk menyembuhkan infeksi saluran pencernaan pada bayi adalah ASI. Hentikan asupan makanan atau minuman lain yang dicurigai sebagai penyebab diare untuk sementara waktu, namun jangan hentikan pemberian ASI. ASI merupakan satu-satunya cairan yang dibutuhkan bayi saat diare dan/ atau muntah-muntah, kecuali pada kasus tertentu yang sifatnya luarbiasa, bayi akan merasa lebih nyaman jika menyusu pada Ibunya, Bunda pun akan merasa tenang jika sedang menyusu.
  9. Hentikan menyusui jika Bunda mengalami penyakit infeksi. Tidak Benar, karena dengan menyusui justru akan membuat bayi lebih tahan terhadap infeksi, dengan sedikit sekali pengecualian. Pada saat Ibu mengalami infeksi, sang Ibu sebetulnya sudah menularkan infeksi tersebut kepada bayinya jauh sebelum Bunda menyadari bahwa Bunda sedang sakit. Perlindungan terbaik bagi bayi yang terkena infeksi adalah ASI. Apabila bayi ikut tertular, maka bayi akan lebih cepat pulih bila bayi tetap mendapatkan ASI. Selain itu, mungkin saja sebenarnya sang bayi lah yang menderita infeksi dan menularkannya kepada ibunya, tetapi bayi tidak menunjukkan tanda-tanda sakit karena bayi terus minum ASI. Ini berlaku juga saat Bunda menderita infeksi payudara (seperti rasa sakit dan bengkak pada payudara), hal ini bukan merupakan alasan untuk menghentikan pemberian menyusui. Payudara yang mengalami sakit atau bengkak justru akan cepat pulih jika sering di susui. Baca Selengkapnya di Mengapa Menyusui Penting
  10. Bayi memerlukan tambahan susu lain setelah berusia 6 bulan. Tidak benar, ASI tetap memenuhi kebutuhan bayi. Bayi berusia lebih dari enam bulan harus memulai makan makanan padat terutama agar mereka belajar bagaimana makan dan sehingga mereka mulai mendapatkan sumber zat besi laini, yang oleh 7-9 bulan, tidak diberikan dalam jumlah yang cukup dari ASI saja. Jadi susu sapi atau formula tidak diperlukan selama bayi menyusui.

Dan masih banyak lagi mitos-mitos yang berkembang di masyarakat. Untuk memastikan kebenarannya, Bunda dapat mendiskusikannya kepada seseorang yang memiliki kompetensi di bidang laktasi, untuk menghindari pemikiran yang salah mengenai ASI dan menyusui.

Referensi:

  1. Modul Pelatihan Konseling Menyusui Perinasia
  2. International Breastfeeding Centre – dr. Jack Newman (www.nbci.ca)
Similar posts