Home » Kehamilan » Keluhan Selama Kehamilan » Mual dan Muntah Selama Hamil

Mual dan Muntah Selama Hamil

mual-muntah-selama-hamil-bundanetMual dan muntah saat hamil merupakan tanda klasik dari awal kehamilan. Hingga 70 persen ibu hamil akan merasakan mual dan muntah saat hamil.

Walaupun tanda dan gejala ini biasa dikenal sebagai morning sickness, tetapi istilah ini sebenarnya kurang tepat karena mual dan muntah dapat terjadi pada waktu kapanpun. Mual dan muntah biasanya terjadi pada minggu ke-4 sampai ke-8 kehamilan dan mereda pada minggu ke-13 atau ke-14. Tetapi beberapa ibu hamil bisa mengalami mual dan muntah setelah trimester pertama.

Mual dan muntah kemungkinan lebih berat pada kehamilan pertama, pada wanita muda dan pada wanita dengan hamil kembar. Penyebab mual dan muntah masih belum diketahui dengan jelas. Beberapa kondisi yang mungkin berperan, misalnya pengosongan lambung yang lebih lambat karena hormon kehamilan, kondisi otot lambung yang lebih lemah saat hamil maupun peningkatan produksi hormon estrogen. Sedangkan yang dapat memperberat kondisi mual dan muntah bisa karena stres, kelelahan, perjalanan dan beberapa jenis makanan.

Walaupun mual dan muntah saat hamil dapat cukup mengganggu, tetapi hal ini jarang menyebabkan masalah yang berat seperti dehidrasi atau penurunan berat badan yang signifikan. Mual muntah saat hamil juga tidak akan berefek pada janin. Dan faktanya, mual secara umum merupakan tanda bahwa kehamilan berkembang dengan baik.

Pencegahan dan perawatan mual dan muntah saat hamil
Modifikasi makanan

  • Makan sedikit-sedikit tetapi sering sepanjang hari mengatasi-mual-muntah-saat-hamil-bundanet
  • Sebelum bangun tidur di pagi hari, makan beberapa kraker atau sepotong roti kering. Bangun perlahan, beri waktu untuk mencerna sebelum bangun.
  • Makan sedikit camilan sebelum tidur dan saat terbangun di malam hari
  • Hindari makanan dan bau yang merangsang mual
  • Minum sedikit cairan saat makan
  • Makan lebih banyak karbohidrat, seperti nasi, roti bakar atau kentang panggang
  • Coba untuk makan makanan rendah lemak, rasa yang lebih ringan atau tinggi protein seperti selai kacang pada potongan apel, kacang, keju dan kraker, susu dan yogurt.
  • Hindari makanan yang tinggi lemak dan garam dan rendah nutrisi. Hindari makanan berminyak, kaya rasa dan pedas.
  • Hisap permen
  • Komsumsi jahe, bisa dalam bentuk teh jahe, kue jahe, jahe dalam kapsul atau dengan mengolah jahe dengan cara merebus irisan atau parutan jahe.

Modifikasi Gaya Hidup

  • Ruangan dengan cukup ventilasi dan bebas dari bau masakan dan asap rokok yang dapat memperberat mual
  • Hirup udara segar. Berjalan di taman atau coba tidur dengan jendela terbuka.
  • Istirahat. Rasa lelah yang kerap muncul saat awal kehamilan dapat berperan pada timbulnya mual. Baring terlentang mungkin bisa membantu menghilangkan mual.
  • Beberapa penelitian menunjukkan adanya keuntungan dengan cara acupressure dan acupuncture.

  • Suplemen zat besi bisa menyebabkan mual.
  • Suplemen B6 bisa membantu mengurangi mual dan muntah saat hamil.

Kapan harus memeriksakan diri ke dokter
Pada sedikit kasus, mual dan muntah mungkin sangat berat sehingga bunda tidak bisa menjaga nutrisi dan kenaikan berat badan yang cukup. Mual dan muntah yang berat dan terus-menerus juga dapat disebabkan oleh penyakit lain yang jarang tetapi berat, seperti penyakit hati atau penyakit gondok. Konsultasi ke dokter jika :

  • Mual dan muntah saat hamil tidak membaik walaupun sudah melakukan upaya penanganan sendiri.
  • Muntah darah atau muntah seperti kopi
  • Berat badan turun lebih dari 1 kg
  • Muntah berat dan terus-menerus.

Kasus mual dan muntah berat, yang disebut sebagai hiperemesis gravidarum, bisa membutuhkan terapi obat-obatan seperti obat anti mual, antasida atau antihistamin. Konsultasikan dengan dokter sebelum konsumsi obat-obatan tersebut.

Similar posts