Home » Kehamilan » Pemeriksaan ULTRASONOGRAFI (USG) Saat Kehamilan

Pemeriksaan ULTRASONOGRAFI (USG) Saat Kehamilan

Efek-Samping-USG-Untuk-Kehamilan-bundanetIstilah “ultrasound” merupakan gelombang suara frekuensi tinggi yang tidak dapat didengar oleh telinga manusia, di mana gelombang suara tersebut mempunyai  frekuensi lebih dari 20.000 Hz.

Gambar yang bunda lihat pada monitor USG merupakan pantulan gelombang suara yang dipancarkan melalui alat yang disebut probe yang dirubah menjadi bentuk gambar. Gelombang suara yang dipancarkan dari probe membutuhkan jelly khusus untuk membantu gelombang frekuensi tinggi tersebut melewati udara. Dengan adanya jelli akan mencegah adanya udara antara kulit perut atau dinding vagina dengan probe, sehingga gambar yang dihasilkan akan lebih jelas. Di samping itu, adanya jelli akan memudahkan probe untuk digeser didinding perut atau vagina.

Pemeriksaan USG tidak menyebabkan nyeri, merupakan pemeriksaan yang AMAN dan tidak ada efek samping serius pada ibu maupun janin serta dapat dilakukan pada usia kehamilan berapapun sesuai kebutuhan.

Apa yang bisa diperiksa dengan menggunakan USG

  1. Menentukan perkiraan persalinan. Hal ini dilakukan dengan melakukan pengukuran panjang janin (CRL) pada usia kehamilan 11-14 minggu, pengukuran pada usia tersebut paling akurat karena kemungkinan kesalahannya paling kecil. Hal ini terutama sangat penting bila bunda lupa kapan haid terakhir, haid tidak teratur, haid terlalu pendek atau terlalu panjang.
  2. Mengukur perkembangan janin dalam rahim. Hal ini dilakukan dengan mengukur biometri janin, misalnya panjang janin, ukuran kepala janin, ukuran perut janin dan tulang panjang janin.
  3. Memastikan bahwa kehamilan berada di dalam rahim dan bukan di luar rahim (kehamilan ektopik).
  4. Menentukan jumlah janin, apakah hanya tunggal atau ganda.
  5. Mendeteksi adanya kelainan bawaan pada janin, yaitu pada trimester pertama untuk skrining sindrom down dan pada trimester kedua untuk kelainan struktur janin seperti hidrosefalus, kelainan tulang belakang, kelainan jantung, dll
  6. Menentukan posisi janin dan posisi plasenta dalam rahim.

Mengapa sering terjadi perbedaan antara perkiraan berat badan janin dengan berat badan bayi saat lahir?

Perkiraan berat badan janin dilakukan dengan melakukan pengukuran biometri janin (ukuran kepala janin, ukuran perut janin dan tulang panjang janin). Hasil dari pengukuran biometri janin tersebut dihitung secara otomatis dengan rumus matematika. Ada berbagai formula untuk memperkirakan berat janin dengan margin kesalahan 15% pada 85 % janin yang di USG. Dengan kata lain, sekitar satu dari tujuh janin maka berat badan saat lahir akan 15% lebih berat atau lebih ringan dari perkiraan berdasarkan USG. 

Beberapa hal yang dapat mempengaruhi ketepatan pengukuran dengan USG misalnya posisi janin, kepala janin sudah masuk panggul, jumlah ketuban terlalu sedikit atau lemak di perut bunda terlalu tebal.

Rute Pemeriksaan USG

Rute pemeriksaan ultrasonografi dapat dilakukan melalui dinding perut (ultrasonografi transabdominal) atau melalui vagina (ultrasonografi transvaginal).

rute_pemeriksaan_usg_bundanet

Masing-masing rute pemeriksaan tentu saja memiliki kelebihan dan kekurangan dan dilakukan tergantung dari kebutuhan. Secara umum, pemeriksaan melalui dinding perut mencakup area pemeriksaan yang lebih luas tetapi dengan ketajaman gambar yang lebih rendah. Sedangkan pemeriksaan melalui vagina  mencakup area yang lebih terbatas tetapi dengan ketajaman gambar yang lebih tinggi.

Saat pemeriksaan USG
saat_pemeriksaan_usg_bundanet

Pada trimester pertama dimana ukuran rahim masih sangat kecil, maka bunda mungkin diminta untuk minum cukup banyak air sebelum dilakukan pemeriksaan USG. Kandung kemih yang penuh akan mendorong rahim ke atas sehingga gambaran dari rahim akan lebih jelas. Tetapi hal ini dibutuhkan jika pemeriksaan USG dilakukan melalui dinding perut (transabdominal), sedangkan untuk pemeriksaan USG melalui vagina sebaiknya berkemih terlebih dahulu. Hal ini penting untuk dilakukan agar hasil pemeriksaan USG menjadi lebih akurat sehingga diagnosis menjadi lebih tepat.

Pada trimester kedua dan ketiga pemeriksaan USG seringkali dilakukan melalui dinding perut kecuali ada indikasi tertentu. Dan tidak perlu lagi menahan berkemih untuk mengisi kandung kemih.

Saat pemeriksaan USG, bunda diminta berbaring terlentang dan jelli akan dioleskan pada perut. Probe USG diletakkan di perut dan digerakkan sekeliling perut dan alat tersebut akan memancarkan gelombang suara frekuensi tinggi (ultrasound) melalui dinding perut ke rahim dan panggul. Gelombang suara tersebut dipantulkan oleh organ dalam perut dan dirubah menjadi gambar pada layar monitor. Area putih atau abu-abu pada gambar menunjukkan gambaran tulang dan jaringan, sedangkan area gelap menunjukkan cairan, seperti air ketuban di sekeliling janin. Gerakan janin dalam rahim dan detak jantung janin dapat terlihat pada layar monitor.

TEKNIK PEMERIKSAAN USG

Selain pemeriksaan USG 2 dimensi maka terdapat beberapa teknik pemeriksaan USG lain yang kadang-kadang diperlukan untuk evaluasi beberapa kondisi yang tidak jelas pada pemeriksaan USG 2 dimensi.

  • USG 3 Dimensi. Pemeriksaan ini memberikan gambaran yang lebih hidup dibandingkan dengan USG standar. Gambaran ini dapat membantu dokter untuk melihat adanya kelainan struktur pada janin dengan lebih jelas.
  • USG 4 Dimensi. Merupakan pemeriksaan USG 3 dimensi yang dapat dilihat secara real-time, sehingga disebut juga sebagai real-time 3D.
    usg_4_dimensi_bundanet
  • USG Doppler. Pemeriksaan ini dilakukan menilai kondisi aliran darah janin. Pemeriksaan ini dapat digunakan pada kondisi ibu dengan tekanan darah tinggi atau jika perkembangan bayi lebih lambat dari pada yang seharusnya.

 

Updated: 05/06/2016

Similar posts