Home » Kehamilan » Komplikasi Kehamilan » Kehamilan Ektopik

Kehamilan Ektopik

definisi-kehamilan-ektopik-bundanetKehamilan ektopik adalah kehamilan yang berlokasi pada tempat yang tidak seharusnya, yaitu di luar rahim. Kehamilan ektopik merupakan kondisi yang serius dan dapat mengancam jiwa.

Kehamilan terjadi jika sel telur dibuahi oleh sel sperma yang kemudian berkembang menjadi embrio. Pada kehamilan normal, embrio akan menempel pada dinding dalam rahim kemudian berkembang menjadi janin. Sedangkan pada kehamilan ektopik, embrio yang terbentuk menempel  BUKAN pada dinding dalam rahim tetapi pada lokasi yang tidak normal atau di luar rahim. Embrio tersebut kemudian berkembang dan makin membesar. Tetapi, karena tidak berada di lokasi yang seharusnya maka bisa menyebabkan kerusakan pada tempat embrio tersebut menempel sehingga terjadi perdarahan dalam rongga perut disertai nyeri dan pada kasus yang berat bisa mengancam keselamatan jiwa.

kehamilan-ektopik-bundanet

Pada sebagian besar kehamilan ektopik, embrio menempel pada saluran telur (tuba falopii). Selain di saluran telur, embrio juga bisa menempel pada leher rahim, indung telur atau dalam rongga perut.

FAKTOR RISIKO KEHAMILAN EKTOPIK

Angka kejadian kehamilan ektopik berkisar 20 dari 1000 kehamilan. Beberapa wanita mempunyai kemungkinan lebih besar untuk mengalami kehamilan ektopik dibandingkan dengan wanita lain. Kemungkinan tersebut akan lebih besar jika ditemukan faktor risiko kehamilan ektopik, antara lain :

  • Riwayat kehamilan ektopik sebelumnya. Jika bunda pernah mengalami kehamilan ektopik maka risiko untuk mengalami kondisi yang sama akan meningkat.
  • Infeksi. Riwayat infeksi saluran telur (salpingitis) atau infeksi panggul (pelvic inflamatory disease) dapat meningkatkan risiko terjadinya kehamilan ektopik. Seringkali infeksi ini disebabkan oleh infeksi gonore atau klamidia.
  • Kesulitan untuk hamil. Dikaitkan dengan kemungkinan endometriosis atau penggunaan obat-obat untuk kesuburan.
  • Kelainan struktur saluran telur. Kehamilan ektopik akan lebih sering terjadi bila bunda mempunyai bentuk saluran telur yang tidak normal atau saluran telur rusak akibat proses pembedahan. Bahkan proses pembedahan untuk perbaikan saluran telur juga bisa meningkatkan risiko terjadinya kehamilan ektopik.
  • Penggunaan alat kontrasepsi. Kemungkinan terjadinya kehamilan saat menggunakan AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim) atau yang lebih dikenal sebagai spiral adalah kecil (< 1%). Tetapi, jika terjadi kehamilan, maka ada kemungkinan terjadi kehamilan ektopik. Demikian pula halnya jika terjadi kehamilan akibat kegagalan pada kontrasepsi tubektomi. Walaupun kemungkinan terjadinya kehamilan sangat kecil, tetapi, jika terjadi kehamilan maka risiko terjadinya kehamilan ektopik akan meningkat.
  • Merokok. Merokok hingga sesaat sebelum hamil dapat meningkatkan risiko terjadinya kehamilan ektopik. Dan makin banyak rokok yang dikonsumsi maka risiko akan makin meningkat.

GEJALA KEHAMILAN EKTOPIK

Wanita yang mengalami kehamilan ektopik tidak selalu menunjukkan adanya gejala awal. Dan, jika muncul gejala, maka gejala awal yang mungkin muncul adalah :

  • Nyeri pada perut bawah.
  • Perdarahan dari vagina (perdarahan bisa banyak atau sedikit atau dapat hanya berupa bercak atau berwarna kecoklatan).

 Beberapa wanita tidak mempunyai gejala hingga kehamilan ektopik menyebabkan masalah yang lebih serius. Sebagai contoh, embrio berkembang di saluran telur dapat menyebabkan saluran telur pecah. Jika hal ini terjadi dapat terjadi gejala :

  • Nyeri hebat perut bawah
  • Perdarahan hebat dari vagina
  • Pusing hingga pingsan.

JIKA BUNDA SEDANG HAMIL DAN MENGALAMI GEJALA-GEJALA TERSEBUT DI ATAS SEGERA MEMERIKSAKAN DIRI KE DOKTER

DIAGNOSIS KEHAMILAN EKTOPIK

Untuk memastikan diagnosis kehamilan ektopik maka ada beberapa pemeriksaan yang akan dilakukan, antara lain :

  • Pemeriksaan darah untuk menilai kadar hormon hCG yang bertujuan untuk memastikan adanya kehamilan dan jika dilakukan secara serial bertujuan untuk memperkiraan kondisi kehamilan mengarah ke kehamilan normal atau tidak.
  • Pemeriksaan darah untuk mengetahui adanya anemia akibat perdarahan.
  • Pemeriksaan USG untuk memastikan posisi kantong kehamilan dan/atau janin apakah berada dalam rahim atau diluar rahim dan menilai kemungkinan adanya perdarahan dalam rongga perut.

Pada kehamilan ektopik yang sangat dini kemungkinan kesulitan untuk mendiagnosis pada tahap awal sehingga kadang dibutuhkan pemeriksaan ulangan untuk memastikan diagnosis.

 

PENGOBATAN

Embrio tidak akan bisa berkembang secara normal di luar rahim. Karena itu prinsip pengobatan dari kehamilan ektopik adalah dengan mencegah embrio berkembang lebih lanjut atau dengan membuang embrio yang berada ditempat yang tidak semestinya. Pilihan pengobatan akan tergantung dari ukuran embrio, gejala yang dialami dan faktor lainnya. Pengobatan yang bisa dilakukan, antara lain :

Pemberian Obat

Cara ini dilakukan dengan pemberian suntikan obat yang berfungsi untuk menghentikan pertumbuhan embrio dan akhirnya embrio akan mati dan diserap oleh tubuh. Cara ini bisa dilakukan jika kehamilan ektopik masih dalam tahap dini di mana belum terjadi perdarahan dalam rongga perut akibat robekan pada tempat embrio berkembang dan kondisi bunda dalam keadaan stabil. Untuk memastikan pengobatan ini berhasil maka akan dilakukan pemeriksaan darah secara berkala selama beberapa minggu.

Pembedahan

Tindakan ini dilakukan untuk membuang jaringan embrio. Jika embrio berlokasi di saluran telur dan sudah terjadi kerusakan maka mungkin saluran telur tersebut harus dibuang sehingga bunda tinggal memiliki satu saluran telur. Jika memungkinkan, saluran telur mungkin tetap dipertahankan.

pengangkatan-saluran-telur-bundanet

PENCEGAHAN

Sebagian besar kehamilan ektopik tidak bisa dicegah. Menghindari faktor risiko merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kehamilan ektopik. Cara ini bisa dilakukan dengan mencegah tertular penyakit menular seksual (PMS) dan dengan menghentikan merokok saat persiapan hamil.

MERENCANAKAN KEHAMILAN

Bunda bisa merencanakan kehamilan ketika anda dan pasangan sudah merasa siap baik fisik maupun mental. Biasanya bunda baru diperbolehkan hamil lagi setelah minimal dua kali siklus menstruasi untuk memberikan kesempatan tubuh untuk pulih. Jika pengobatan kehamilan ektopik menggunakan suntikan metotreksat, maka bunda baru diperbolehkan hamil minimal tiga bulan dari suntikan terakhir. Hal ini dilakukan karena jika bunda hamil sebelum tiga bulan dikhawatirkan obat tersebut bisa berpengaruh terhadap janin.

Sebagian besar wanita tetap bisa untuk hamil normal setelah mengalami kehamilan ektopik, walaupun satu saluran telur yang rusak sudah dibuang. Secara umum, 65% wanita bisa hamil kembali dalam waktu 18 bulan setelah mengalami kehamilan ektopik. Tetapi, sebelum merencanakan kehamilan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter mengenai kemungkinan hamil berikutnya dan kemungkinan hal ini bisa berulang. Lakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur untuk memantau kondisi kehamilan.

 

 

SUMBER :

  1. Ectopic pregnancy. http://www.webmd.com/baby/guide/pregnancy-ectopic-pregnancy#1
  2. http://www.nhs.uk/Conditions/ectopic-pregnancy/Pages/Introduction.aspx
  3. http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ectopic-pregnancy/basics/definition/con-20024262

 

Updated: 19/10/2016

Similar posts