Home » Kesehatan Anak » Tumbuh Kembang » Pentingnya Menyendawakan Bayi

Pentingnya Menyendawakan Bayi

Bayi baru lahir sering mengalami ketidak nyamanan pada perutnya yang disebabkan oleh gas yang ”terjebak” didalam perutnya. Menurut dr Shalini Forbis, M.D., seorang dokter anak dan seorang blogger Dr. Mom Squad untuk Rumah Sakit Anak-anak Dayton di Ohio, “Gas tersebut merupakan udara yang terjebak dalam sistem pencernaan dan perlu dilepaskan”. Menyendawakan bayi adalah salah satu cara yang bisa orang tua lakukan untuk membantu bayi mengeluarkan gas tersebut.

Apa Itu Bersendawa?

Bersendawa adalah pelepasan gelembung gas ke kerongkongan dan akan keluar dari mulut. Gelembung gas ini juga bisa dilepaskan oleh bayi anda melalui buang angin, sehingga menghasilkan suara dan aroma yang berbeda. Beberapa bayi saat bersendawa, akan mengeluarkan udara atau sedikit isi lambungnya (gumoh), untuk itu selalu gunakan kain alas saat akan menyendawakan bayi.

Mengapa Bayi Perlu Bersendawa?

Saat bayi Anda menyusu, gelembung udara kecil bisa terperangkap di perutnya. Saat gelembung gas tersebut tersangkut di perut bayi Anda, gas tersebut dapat menyebabkan perasaan kekenyang dan tidak nyaman, yang sering menyebabkan bayi menggeliat atau menangis. Bayi menggunakan tangisan sebagai sinyal untuk memberitahukan hampir setiap perasaan yang dia rasakan, apakah mereka lelah, lapar, tidak nyaman, atau bosan, sehingga bisa jadi sulit untuk mengetahui jika menangis karena sakit perut akibat gas yang terperangkap. Itulah sebabnya American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan untuk menyendawakan bayi Anda secara teratur, meski bayi Anda tidak menunjukkan ketidaknyamanan atau keinginan untuk melepaskan gas untuk bersendawa. “Kami tidak tahu berapa banyak udara yang masuk ke dalam perut kecil mereka, jadi ini adalah ide yang baik untuk bersendawa bahkan jika mereka tidak sampai ke tahap rewel,” saran Erika Landau, MD, seorang dokter anak di New York City dan penulis Panduan Penting untuk Tahun Pertama Bayi.

Penyebab Gas Terjebak di Perut Bayi

  1. Menelan udara saat menyusu atau minum dari botol dot. Mereka pasti menelan sedikit udara, yang turun ke perut mereka bersama dengan ASI atau susu formula. “Ini lebih sering terjadi pada bayi yang diberi botol dot, karena dot membuat bayi cenderung menyusu lebih cepat,” kata Dr. Landau. “Tapi bayi yang disusui juga dapat menelan udara, terutama jika ibu memiliki banyak susu atau mengalami aliran Let Down Reflex (LDR) yang cepat, atau jika si bayi sangat lapar dan ingin menyusu dengan cepat.”
  2. Pencernaan. Beberapa asupan cairan tertentu di usus besar bayi oleh bakteri secara alami dapat menghasilkan gas. Ini termasuk asupan yang dikonsumsi bayi seperti yang dikonsumsi ibu dan diberikan kepada bayi melalui ASInya. Menurut National Institutes of Health, makanan yang mengandung karbohidrat lebih cenderung menyebabkan gas. Beberapa penyebab yang paling umum adalah kacang-kacangan, sayuran (seperti brokoli, kembang kol, kol, dan kubis brussels), permen bebas gula, permen karet, dan minuman soda serta beberapa buah seperti buah nangka dan buah yang banyak mengandung gas lainnya.
  3. Reaksi alergi atau intoleransi makanan. Jika Bayi sedang menyusu dan memiliki intoleransi terhadap makanan tertentu dari makanan Ibu atau dari jenis susu formula, tubuhnya mungkin bereaksi dengan menciptakan lebih banyak gas. Intoleransi susu adalah penyebab paling umum, menurut Dr. Forbis.

Kapan Perlu Menyendawakan Bayi?

AAP merekomendasikan untuk bersendawa saat diantara jeda menyusu dan saat dia selesai menyusu. Untuk ibu menyusui, cobalah bersendawa sebelum beralih ke payudara yang satunya. Bagi ibu yang memberi susu botol, AAP merekomendasikan bersendawa lebih sering untuk bayi yang baru lahir sampai berusia sekitar 6 bulan.

Posisi Menyendawakan Yang Terbaik

Ada dua posisi bersendawa umum: bersendawa di bahu Anda atau duduk di pangkuan Anda. Cobalah keduanya untuk melihat apa yang paling nyaman untuk Anda dan paling efektif untuk mengeluarkan suara dari bayi Anda.

posisi-menyendawakan-bayi-bundanet

  1. Di atas bahu Anda – Pegangi bayi Anda di atas bahu Anda, menghadap ke arah Anda. Gunakan satu tangan untuk menahan bayi dan yang lainnya untuk menyendawakan, pastikan kepala bayi didukung dengan kuat.
  2. Duduk di pangkuan Anda. Dudukan anak Anda di pangkuan Anda. Tangan yang satu untuk menopang tubuh dan kepala bayi. Gunakan tangan yang lain untuk menyendawakan bayi.

Posisi apapun yang Anda pilih, pastikan kepala dan tubuh bayi ditopang dengan benar dan aman. Untuk bayi yang baru lahir, pastikan Anda menopang kepala dan lehernya. “Jika bayi Anda rewel dan belum dapat bersendawa, Anda mungkin ingin mencoba menyendawakannya, lalu berhenti dan biarkan mereka berbaring di pangkuan Anda sebentar, kemudian mencoba bersendawa lagi.” Mengubah posisi bayi dapat membantu memindahkan gelembung gas tersebut ke posisi yang lebih baik untuk dilepaskan.

Apa Yang Harus Dilakukan Jika Bayi Masih Tampak Tidak Nyaman Meski Sudah Bersendawa?

Jika bersendawa tampaknya tidak menghilangkan ketidaknyamanan pada bayi Anda, cobalah posisi dan teknik lain untuk membantu mengeluarkan gas pada perut bayi Anda. “Orang tua dapat membantu dengan memberi pijat lembut pada perut bayi atau mendorong kaki bolak-balik seperti gerakan mengayuh sepeda saat bayi berbaring telentang,” saran Dr. Landau.

 

 

Referensi:

  1. Baby Burping: What You Should Know (http://www.parents.com)
  2. How to burp your baby (http://www.babycentre.co.uk)
Similar posts