Home » Kesehatan Anak » Penyakit Campak Pada Anak (Morbili, Measles, Rubeola)

Penyakit Campak Pada Anak (Morbili, Measles, Rubeola)

Campak-bundanetCampak atau morbili adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi paramyxovirus. Penyakit yang juga dikenal sebagai rubeola tersebut sangat menular dan cukup sering menyerang bayi dan anak.

Gejala utama campak adalah demam, kemerahan pada kulit (ruam), dan dapat disertai batuk dan pilek.

Campak dapat menyebabkan sakit ringan sampai berat, dan bahkan dapat menyebabkan komplikasi. Campak merupakan penyakit infeksi virus sehingga pada campak ringan dapat sembuh dengan sendirinya dan tidak memerlukan antibiotik. Namun apabila terdapat komplikasi seperti pneumonia, antibiotik sering kali diperlukan.

Di era imunisasi saat ini, jumlah penderita penyakit campak dan komplikasinya mengalami penurunan. Namun tidak menutup kemungkinan wabah campak dapat terjadi disebabkan adanya orang tua yang tidak mau memberikan imunisasi pada anaknya dan adanya gerakan anti-imunisasi.

GEJALA

Gejala campak timbul 8 – 12 hari setelah seorang anak terpapar (tertular) virus campak (disebut masa inkubasi campak). Adapun gejala campak adalah :

  • Demam
  • Batuk
  • Pilek
  • Mata kemerahan (konjungtivitis)
  • Bercak putih di dalam mulut yang disebut bercak Koplik
  • Ruam atau kemerahan kulit. Gambaran ruam pada campak adalah papul kemerahan yang berkumpul sehingga tampak lebar.

Demam-Campak-bundanet

Campak biasanya diawali dengan demam sedang sampai demam tinggi (40 – 40,6 C), diikuti beberapa gejala lain seperti batuk, pilek, mata kemerahan, dan nyeri tenggorokan. Dua atau tiga hari berikutnya timbul bercak koplik yang merupakan gejala spesifik campak. Setelah demam berlangsung beberapa hari, timbul kemerahan kulit (ruam) yang awalnya timbul di belakang telinga dan wajah lalu meluas ke leher, dada, punggung, perut, lalu tangan dan kaki. Setelah sekitar 1 minggu, ruam menghilang yang juga diawali mulai dari wajah dan seterusnya.

PENYEBAB DAN PENULARAN

Penyebab campak adalah infeksi virus paramyxovirus. Campak adalah penyakit infeksi penyakit-campak-bundanetmenular. Penularan terjadi melalui saluran pernapasan. Jadi saat penderita batuk, bersin, berbicara, penderita mengeluarkan partikel kecil (droplet) yang mengandung virus ke udara.

Penularan terjadi ketika bayi atau anak menghirup udara yang mengandung virus tersebut. Penularan dapat juga terjadi melalui kontak langsung yaitu bayi atau anak memegang tangan penderita yang mengandung virus, lalu bayi atau anak memasukkan tangannya yang mengandung virus ke dalam mulut. Penderita dapat menularkan campak ke orang lain sejak 1-2 hari sebelum timbul gejala sampai 4 hari setelah timbulnya ruam.

KOMPLIKASI

Sebagian besar bayi dan anak sembuh dari campak sekitar 10 – 14 hari tanpa komplikasi. Sekitar 20 persen bayi dan anak dapat mengalami komplikasi berikut ini :

  1. Radang telinga. Radang telinga atau otitis media akut merupakan komplikasi yang paling sering.
  2. Bronkitis, laringitis, atau croup.
  3. Pneumonia. Pneumonia atau infeksi paru komplikasi campak yang cukup sering. Pneumonia ditandai dengan bayi/anak mengalami sesak napas, frekuensi napas cepat, dan lemas.
  4. Ensefalitis. Meskipun jarang, komplikasi ensefalitis atau radang otak dapat terjadi. Ensefalitis ditandai dengan penurunan kesadaran dan kejang.

PEMERIKSAAN LABORATORIUM

Campak tanpa komplikasi tidak memerlukan pemeriksaan laboratorium/penunjang yang spesifik. Diagnosis campak ditegakkan berdasarkan gejala klinis anak. Namun apabila terdapat komplikasi seperti pneumonia, biasanya diperlukan pemeriksaan darah dan foto ronsen.

PENANGANAN DAN PENGOBATAN CAMPAK

Campak termasuk self limiting diseases yang berarti dapat sembuh dengan sendirinya. Daya tahan tubuh yang melawan virus sehingga anak atau bayi dapat sembuh dari campak. Oleh karena itu sebagian besar campak terutama yang ringan tidak memerlukan pengobatan spesifik. Namun apabila terjadi komplikasi seperti otitis media akut dan pneumonia, diperlukan pengobatan dengan antibiotik.

PENGOBATAN CAMPAK

  1. Analgesik dan Antipiretik. Analgesik/antipiretik seperti paracetamol dapat diberikan untuk menurunkan panas. Obat penurun panas lain yang dapat diberikan adalah ibuprofen dan naproxen. Dibandingkan obat penurun panas lainnya, paracetamol mempunyai efek samping pada lambung yang lebih ringan sehingga lebih sering diresepkan oleh dokter.
  2. Antibiotik sering diperlukan bila terjadi komplikasi otitis media akut atau pneumonia.

Isolasi

Campak sangat menular. Oleh karena itu anak yang terkena campak sebaiknya tidak sekolah dan dijauhkan dari anak lainnya yang sehat.

HOME TREATMENT

Bila anak anda terkena campak, periksakan anak anda ke dokter. Diskusikan penanganan campak untuk anak anda. Beberapa tips perawatan berikut ini dapat anda lakukan di rumah:

    • Bila anak demam, berikan penurun panas sesuai anjuran dokter. Anda juga dapat memberikan kompres air hangat dengan cara menyeka seluruh badan selama 5-10 menit. Kompres air hangat membantu menurunkan panas.
    • Berikan anak cairan (minum) lebih banyak. Bujuk anak anda untuk minum lebih banyak. Apabila anak menolak minum, jangan menyerah. Tetap bujuk anak untuk minum.
    • Bujuk anak untuk makan, karena anak perlu nutrisi untuk penyembuhan.
    • Apabila terdapat kondisi kegawatdaruratan seperti anak/ bayi sangat lemas, tidak mau makan/minum sama sekali, sesak napas, atau frekuensi napas menjadi lebih cepat, segeralah ke unit gawat darurat terdekat.


PENCEGAHAN

Untuk mencegah penyakit campak, berikan imunisasi campak dan MMR pada anak anda. Imunisasi terbukti efektif mencegah penyakit campak dan menurunkan risiko komplikasi. Imunisasi campak di Indonesia diberikan pada usia bayi 9 bulan. Sedangkan imunisasi MMR diberikan saat anak berusia 15 bulan, dan 4-6 tahun.

Salah satu ketakutan orang tua untuk imunisasi adalah adanya kekawatiran bahwa imunisasi MMR berkaitan dengan autis. Perlu diketahui bahwa berbagai penelitian terkini tidak menunjukkan adanya kaitan antara imunisasi MMR dan autis.

SUMBER :

  1. Measles. www.mayoclinic.com
  2. Measles. www.healthychildren.org

 

Updated: 04/06/2016

Similar posts