Home » Kehamilan » Penyebab Keguguran

Penyebab Keguguran

penyebab-keguguran-bundanetSaat seorang wanita mengalami keguguran maka hal pertama yang akan ditanyakannya adalah penyebab dari keguguran tersebut. Banyak sekali kemungkinan penyebab terjadinya keguguran, tetapi sering kali penyebab tersebut tidak dapat diketahui. Keguguran paling sering terjadi pada trimester pertama kehamilan. Di mana tiga dari empat keguguran terjadi pada saat itu. Jika keguguran terjadi pada trimester pertama biasanya disebabkan oleh masalah yang terjadi pada janin. Tetapi jika terjadi pada trimester kedua kehamilan (antara minggu ke-14 hingga 26) maka kemungkinan akibat adanya masalah pada kondisi kesehatan ibu. Keguguran yang terjadi pada trimester kedua dapat disebabkan oleh adanya infeksi akibat pecah ketuban atau dapat disebabkan oleh kelemahan leher rahim sehingga sudah terjadi pembukaan leher rahim sebelum waktunya.

Keguguran pada Trimester Pertama

Sebagian besar keguguran pada trimester pertama disebabkan oleh adanya kelainan pada kromosom dari janin.

Kelainan Kromosom

Kromosom merupakan kumpulan dari DNA. Kromosom mengandung rangkaian instruksi yang mengontrol banyak faktor, mulai dari bagaimana sel dalam tubuh berkembang hingga warna dari mata. Kadang-kadang bisa terjadi kesalahan pada saat terjadi pembuahan sehingga janin menerima terlalu banyak atau terlalu sedikit kromosom atau terjadi kelainan struktur pada kromosom janin. Penyebab terjadinya kesalahan ini masih belum jelas, tetapi hal ini berarti janin tidak bisa berkembang secara normal sehingga menyebabkan terjadinya keguguran. Diperkirakan sekitar 2/3 keguguran pada awal kehamilan disebabkan oleh kelainan kromosom. Kelainan ini tidak bisa diperbaiki dan bukan berarti bahwa terdapat masalah pada kromosom dari ibu dan ayah dari janin tersebut.

Kelainan Plasenta

Kelainan Plasenta

Plasenta merupakan organ yang menghubungkan ibu ke janin. Dari plasenta disalurkan nutrisi dan oksigen yang penting untuk perkembangan janin. Karena itu, jika terdapat masalah pada perkembangan plasenta maka bisa menyebabkan terjadinya keguguran.

 

 

Hal-hal yang Meningkatkan Risiko terjadinya Keguguran

Keguguran pada awal kehamilan bisa terjadi secara kebetulan. Tetapi ada beberapa hal yang diketahui dapat meningkatkan risiko bunda untuk mengalami keguguran.

Usia bunda saat hamil berperan penting pada terjadinya keguguran.

  • Pada wanita berusia dibawah 30 tahun, 1 dari 10 kehamilan bisa berakhir dengan keguguran
  • Pada wanita berusia 35-39 tahun, hingga 2 dari 10 kehamilan bisa berakhir dengan keguguran
  • Pada wanita berusia lebih dari 45 tahun, lebih dari setengah dari kehamilan bisa berakhir dengan keguguran.

Faktor risiko lain termasuk :

  • Obesitas
  • Merokok selama kehamilan
  • Penggunaan narkoba selama kehamilan
  • Minum lebih dari 200 mg kafein sehari (1 gelas teh mengandung kira-kira 75 mg kafein dan 1 gelas kopi instran mengandung kira-kira 100 mg kafein
  • Minum lebih dari 2 unit alkohol seminggu (125 ml wine setara dengan 1.5 unit, setengah liter bir biasa setara dengan 1 unit).

Keguguran pada Trimester Kedua

Kondisi kesehatan jangka panjang

Beberapa kondisi kesehatan kronis dapat meningkatkan risiko bunda untuk mengalami keguguran pada trimester kedua. Antara lain :

  • diabetes
  • tekanan darah tinggi berat
  • lupus
  • penyakit ginjal
  • penyakit tiroid
  • penyakit coeliac

Infeksi

Keracunan Makanan

Keracunan makanan yang disebabkan mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi juga dapat meningkatkan risiko terjadinya keguguran. Antara lain :

  • listeriosis – sangat sering dijumpai pada produk susu yang tidak dipasteurisasi, misalnya blue cheese
  • toksoplasmosis – dapat terinfeksi akibat konsumsi daging mentah atau kurang matang, terutama daging domba, babi atau rusa
  • salmonela – sangat sering disebabkan oleh konsumsi telur mentah atau kurang matang.

Obat-obatan

Obat yang dapat menyebabkan keguguran antara lain :

  • misoprostol – biasanya digunakan untuk rematoid artritis
  • retinoid – digunakan untuk eksim dan jerawat
  • metotreksat – digunakan untuk rematoid artritis
  • NSAID – digunakan untuk nyeri dan radang.

Untuk memastikan obat-obatan yang bunda konsumsi aman, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakannya.

Kelainan bentuk rahim

Adanya kelainan pada rahim juga dapat menyebabkan terjadinya keguguran pada trimester kedua, misalnya :

Kelainan Bentuk Rahim Uterine Fibroids

 

Kelemahan leher rahim
Kelemahan Leher Rahim

Pada beberapa kasus, otot dari leher rahim mengalami kelemahan dari biasanya. Kondisi ini dikenal sebagai inkompetensi serviks. Kelemahan leher rahim ini bisa terjadi karena adanya cedera atau trauma pada daerah ini, biasanya setelah prosedur pembedahan. Kelemahan otot dari leher rahim ini dapat menyebabkan leher rahim terbuka terlalu dini sehingga menyebabkan keguguran.

Sindrom ovarium polikistik (Polycystic ovary syndrome, PCOS)

Sindrom ovarium polikistik merupakan kondisi dimana ukuran ovarium lebih besar dari PCOSnormal akibat perubahan hormonal di dalam ovarium. Sindrom ini merupakan salah satu penyebab utama ketidaksuburan di mana terjadi kesulitan ovulasi. Terdapat beberapa bukti yang menunjukkan bahwa sindrom ovarium polikistik berkaitan dengan peningkatan risiko terjadinya keguguran. Tetapi, bagaimana cara sindrom ini menyebabkan keguguran masih belum jelas.

Kesalahpahaman mengenai Keguguran

Hal-hal di bawah ini tidak terbukti meningkatkan risiko terjadinya keguguran :

  • Kondisi emosional selama kehamilan, misalnya : stres atau depresi
  • Mengalami shok atau ketakutan selama kehamilan
  • Olah raga selama kehamilan – tetapi diskusikan dengan dokter anda jenis dan frekuensi olah raga yang sesuai untuk bunda selama hamil.
  • Mengangkat atau mengejan selama kehamilan
  • Bekerja selama kehamilan
  • Hubungan seksual selama kehamilan
  • Perjalanan dengan pesawat
  • Makan makanan pedas.

Sumber :
http://www.nhs.uk/Conditions/Miscarriage/Pages/Causes.aspx

Updated: 04/06/2016

Similar posts