Home » Kesehatan Anak » Tumbuh Kembang » Perawatan Tali Pusat

Perawatan Tali Pusat

Selama dalam rahim, janin mendapatkan asupan makanan dan oksigen melalui tali pusat yang terhubung dengan plasenta (ari-ari). Plasenta menempel pada dinding bagian dalam rahim ibu dan dari plasenta ini janin akan mendapatkan oksigen dan nutrisi untuk pertumbuhan janin.

Setelah bayi lahir, tali pusat akan dijepit dan dipotong kira-kira 2-3 cm dari dinding perut bayi. Tidak perlu khawatir karena prosedur ini tidak akan menyakiti bayi anda. Setelah tali pusat terpotong, akan tersisa tunggul berukuran 2–3 cm menempel pada pusat bayi. Bagi kebanyakan orang, keberadaan tunggul tali pusat tersebut akan sedikit membuat ngeri karena khawatir akan menyakiti bayi jika tersentuh secara tidak sengaja.

Berapa Lama Tunggul Akan Lepas Dengan Sendirinya?

Tunggul tali pusat akan mengering dan lepas dengan sendirinya dalam waktu 1 hingga 2 minggu, bahkan pada beberapa kasus bisa mencapai 21 hari. Rata-rata tunggul akan lepas (puput) dalam waktu 5-7 hari. Tunggul dengan sendirinya akan berubah warna dari hijau kekuning-kuningan menjadi coklat kehitaman. Pastikan untuk tidak menarik tunggul secara paksa, menarik tunggul secara paksa akan dapat menyebabkan perdarahan dan meningkatkan resiko infeksi.

Merawat Tali Pusat

Selama masa perawatan tali pusat, pastikan tunggul selalu dalam keadaan bersih dan kering agar dapat segera puput dengan sendirinya. Bagaimana langkah-langkah merawat tali pusat?

  1. Selalu cuci tangan sebelum dan sesudah mengganti popok bayi.
  2. Pakaikan bayi baju yang menyerap keringat serta longgar agar sirkulasi udara lancar, untuk mempercepat proses pengeringan tunggul.
  3. Untuk mandi, jika selama perawatan bayi baru lahir, Bunda didampingi oleh tenaga kesehatan, silahkan untuk memandikan bayi di bak mandi bayi, namun jika selama perawatan bayi baru lahir tidak didampingi oleh tenaga kesehatan atau belum mampu untuk memandikan bayi di bak mandi bayi, sebaiknya cukup menyeka bayi dengan menggunakan handuk yang direndam dalam air hangat saja untuk menghindari pengeringan yang kurang sempurna.
  4. Tidak perlu memberikan apapun (antiseptik atau alkohol) pada tali pusar jika tidak ada indikasi.
  5. Biarkan tali pusar tetap terbuka agar sirkulasi udara lancar. Tidak perlu membungkusnya dengan kain kasa, gurita atau popok bayi. Lipat popok bayi dibawah tali pusar.perawatan-tali-pusat-bayi-bundanet
  6. Pastikan tunggul selalu dalam keadaan bersih dan kering. Karena itu, sebaiknya tunggul tali pusat juga dibersihkan pada saat membersihkan bayi ketika BAK atau BAB.
  7. Jika tampak ada sedikit berdarah di sekitar tunggul, itu adalah sesuatu yang wajar, cukup keringkan tunggul kemudian oles tipis dengan kapas lidi atau cotton buds yang sudah diteteskan dengan antiseptik.
  8. Perhatikan tanda-tanda infeksi pada tunggul. Jika ditemukan tanda-tanda infeksi, segera periksakan ke dokter
  9. Untuk bayi yang terlahir prematur, perawatan tali pusatnya sama. Pastikan untuk selalu dalam keadaan bersih dan kering. Pada bayi yang terlahir prematur, disarankan untuk menunda mandi di bak mandi, karena bayi prematur lebih rentan untuk kehilangan suhu tubuh ketimbang bayi-bayi yang lahir cukup bulan.

Tanda-Tanda Infeksi pada Tunggul Tali Pusat

Infeksi pada tunggul tali pusat jarang terjadi, namun apabila ditemukan tanda-tanda berikut, segera hubungi dokter atau bidan :

  1. Pusat dan daerah sekitarnya tampak kemerahan dan bengkak
  2. Tunggul berbau dan bengkak
  3. Bayi mengalami demam
  4. Bayi tampak lesu dan kurang aktif menyusu
  5. Adanya nanah pada tunggul dan sekitar pusar

Mengenal Granuloma Umbilikal Dan Hernia Umbilikalis

Granuloma Umbilikal

granuloma-umbilicalis-bundanetGranuloma umbilikal merupakan kejadian yang jarang terjadi, namun Bunda perlu mengetahui apa itu granuloma umbilikal dan bagaimana mengatasinya. Granuloma umbilikal adalah pertumbuhan jaringan yang terlalu tinggi selama proses penyembuhan pusat (umbilikus). Biasanya terlihat seperti benjolan merah muda atau merah lembut dan sering basah dikarenakan sejumlah kecil cairan bening atau kuning. Hal ini paling umum terjadi pada beberapa minggu pertama kehidupan bayi. Granuloma umbilikal ini bisa hilang dengan sendirinya tanpa perlu ditangani oleh dokter. Granuloma umbilikal bukanlah sesuatu yang serius dan tidak mengandung saraf, jadi jika perawatan diperlukan, tidak akan terasa sakit untuk bayi Anda.

Hernia Umbilikalis

Hernia umbilikalis terjadi saat bagian usus menonjol melalui lubang bekas tali pusahernia-umbilical-bundanett pada otot perut. Hernia umbilikalis biasanya tidak berbahaya dan paling sering terjadi pada bayi, tapi bisa juga dialami oleh orang dewasa. Pada bayi, hernia umbilikalis mungkin sangat jelas saat bayi menangis, menyebabkan dinding perut pada daerah pusat menonjol. Ini adalah tanda klasik dari hernia umbilikalis.

Selain saat menangis benjolan juga bisa tampak saat bayi batuk atau saat menegangkan perutnya dan benjolan itu bisa hilang saat bayi sedang tenang atau saat tidur.

Jika Bunda menduga bahwa bayi anda menderita hernia umbilikal, konsultasikan dengan dokter anak. Carilah perawatan darurat jika bayi memiliki hernia umbilikalis dan mengalami gejala sebagai berikut:

  1. Bayi tampak kesakitan
  2. Bayi Anda mulai muntah
  3. Tonjolan menjadi lembut, bengkak atau berubah warna.

Diagnosis dan pengobatan yang tepat dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih berat.

 

Referensi:

  1. Caring For Your Baby’s Umbilical Stump (babycentre.uk)
  2. Umbilical cord care: Do’s and don’ts for parents (www.mayoclinic.org)
  3. Umbilical Cord Care for Your Newborn (www.whattoexpect.com)
  4. Umbilical Cord Care (www.webmd.com)
  5. Umbilical Granuloma (ruh.nhs.uk)
  6. Umbilical Hernia (mayoclinic.org)
  7. Umbilical Hernia in Children (www.webmd.com)

 

Updated: 11/07/2017

Similar posts