Home » Kehamilan » Komplikasi Kehamilan » Pendarahan Saat Hamil

Pendarahan Saat Hamil

perdarahan-saat-hamil-bundanetPerdarahan selama kehamilan biasa terjadi, terutama selama trimester pertama. Hal ini tentu saja menyebabkan bunda menjadi khawatir dan takut terjadi masalah dengan kehamilannya. Walaupun sebagian besar perdarahan bukan disebabkan masalah yang serius tetapi kadang-kadang hal ini bisa merupakan tanda adanya masalah yang berat yang memerlukan penanganan lebih lanjut. Karena itu, penting untuk mengetahui apa saja penyebab perdarahan selama kehamilan dan kapan harus datang untuk memeriksakan diri ke dokter.

PERDARAHAN PADA TRIMESTER PERTAMA

Kira-kira 20% wanita hamil pernah mengalami perdarahan saat hamil muda atau 14 minggu pertama kehamilan. Ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan perdarahan pada hamil muda (trimester pertama), antara lain :

1. Perdarahan karena implantasi

Bunda mungkin mengalami perdarahan berupa bercak dalam waktu 1-2 minggu setelah ovulasi akibat sel telur yang telah dibuahi berimplantasi (melekat) pada dinding dalam rahim. Beberapa wanita tidak sadar bahwa mereka sudah hamil karena mengira darah yang keluar ini merupakan darah haid. Biasanya darah yang keluar sangat sedikit dan hanya keluar sekali atau beberapa kali.

2. Keguguran

Keguguran merupakan hal yang paling dicemaskan jika terjadi perdarahan pada hamil muda (trimester pertama). Kondisi ini bisa terjadi pada 10-20% kehamilan. Pada ancaman keguguran, selain terjadi perdarahan biasanya juga disertai dengan kram hebat pada perut bawah. Sedangkan, jika sudah terjadi keguguran, akan keluar jaringan dari vagina kemudian perdarahan dan kram perut bawah akan berkurang.

 

Segera ke memeriksakan diri ke dokter jika terjadi perdarahan berulang terutama berwarna merah terang disertai dengan nyeri hebat perut bawah yang hilang-timbul

Tetapi bukan berarti jika terjadi perdarahan pada trimester pertama bahwa bunda mengalami keguguran. Faktanya, jika pada pemeriksaan USG sudah dapat dilihat adanya detak jantung janin maka > 90% wanita jika mengalami perdarahan pada trimester pertama tidak akan mengalami keguguran.

3. Kehamilan Ektopik (Hamil di luar rahim)

hamil-diluar-rahim-bundanet

Pada kehamilan ektopik, embrio menempel dan berkembang di luar rahim, biasanya di saluran telur (tuba falopii). Jika embrio terus berkembang maka dapat menyebabkan saluran telur tersebut pecah sehingga terjadi perdarahan di dalam rongga perut dan akibat kehilangan darah bisa menyebabkan pusing, pingsan, renjatan hingga mengancam jiwa ibu. Walaupun kehamilan ektopik berpotensi berbahaya tetapi untungnya hanya terjadi pada 2% kehamilan. Gejala lain dari kehamilan ektopik adalah adanya kram atau nyeri hebat pada perut bagian bawah dan nyeri bisa menjalar ke bahu.

4. Kehamilan Mola (hamil anggur)

hamil-anggur-bundanetMerupakan kondisi yang sangat jarang di mana pada kehamilan ini ditemukan kantong kehamilan tetapi tidak berisi janin melainkan berisi jaringan yang tidak normal. Kondisi ini harus diawasi dengan hati-hati karena pada sedikit kasus bisa merupakan kondisi keganasan (kanker) yang dapat menyebar ke organ lain. Gejala lain dari kehamilan mola adalah mual dan muntah berat dan rahim yang membesar lebih cepat dari yang seharusnya.

Penyebab perdarahan pada trimester pertama lainnya, antara lain :

  • Perubahan leher rahim. Selama hamil, pembuluh darah pada leher rahim menjadi lebih banyak dan melebar sehingga leher rahim menjadi mudah berdarah saat hubungan seksual atau saat pemeriksaan pap smear. Bunda tidak perlu khawatir jika terjadi perdarahan seperti ini.
  • Infeksi. Infeksi yang terjadi pada leher rahim, vagina atau infeksi karena Penyakit Menular Seksual (seperti klamidia, gonore atau herpes) dapat menyebabkan perdarahan di trimester pertama.

PERDARAHAN PADA TRIMESTER KEDUA DAN KETIGA

vasa-plasenta-bundanetBunda harus lebih berhati-hati jika perdarahan terjadi pada hamil tua, karena seringkali merupakan tanda adanya masalah yang lebih serius baik pada ibu maupun janin. Segera hubungi dokter anda jika mengalami perdarahan terutama jika perdarahan banyak dan berulang yang terjadi pada trimester kedua atau ketiga.

Beberapa kemungkinan penyebab perdarahan pada hamil tua antara lain :

1. Plasenta previa

Kondisi ini terjadi jika plasenta berlokasi di bagian bawah rahim sehingga menutup sebagian atau keseluruhan jalan lahir. Plasenta previa bisa berubah posisi hingga menjauhi mulut rahim sebelum usia kehamilan 32-34 minggu. Sehingga plasenta previa yang menetap hingga akhir trimester ketiga jarang terjadi, dengan angka kejadian 1 dari 200 kehamilan. Perdarahan pada plasenta previa biasanya TIDAK disertai kram perut dan bisa menyebabkan kondisi kegawatdaruratan. Jika hal ini terjadi maka bunda tidak bisa melahirkan secara normal dan harus dengan seksio sesarea.

2. Solusio plasenta

Kondisi ini bisa terjadi pada 1% kehamilan, dimana plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum persalinan atau saat persalinan sehingga darah terkumpul di antara plasenta dan rahim. Solusio plasenta dapat menyebabkan kondisi yang membahayakan baik bagi ibu maupun bayi. Tanda dan gejala lain dari solusio plasenta adalah nyeri perut, keluarnya gumpalan darah dari vagina, nyeri tekan rahim dan sakit pinggang.

3. Robekan rahim

Pada kasus yang sangat jarang, bekas irisan dari operasi seksio sesarea sebelumnya bisa robek saat hamil. Kondisi ini bisa terjadi terutama jika irisan seksio sesarea tersebut vertikal bukan transversal seperti umumnya. Robekan rahim merupakan kondisi yang bisa mengancam jiwa dan membutuhkan operasi seksio sesarea darurat untuk menyelamatkan jiwa bayi dan ibu. Gejala lain dari robekan rahim adalah nyeri dan nyeri tekan pada dinding perut.

4. Vasa previa

Merupakan kondisi yang sangat jarang di mana tali pusat tidak langsung menempel di plasenta tetapi pembuluh darah dari tali pusat menuju ke plasenta melalui selaput ketuban dan pembuluh darah ini melewati serta menutup jalan lahir. Vasa previa sangat berbahaya terhadap bayi karena pembuluh darah yang menutup jalan lahir tersebut dapat robek sehingga aliran oksigen dan nutrisi dari ibu ke bayi terputus dan dapat menyebabkan bayi kekurangan oksigen hingga kematian bayi. Tanda lain dari vasa previa adalah detak jantung janin yang tidak normal dan perdarahan yang banyak.

5. Persalinan prematur

Pada kehamilan lanjut, adanya perdarahan dari vagina bisa berarti tanda dimulainya proses melahirkan. Jika proses persalinan terjadi sebelum 37 minggu maka kondisi ini disebut persalinan prematur (kurang bulan). Tanda lain dari persalinan prematur antara lain :

  • Keluarnya ‘mucus plug’ (lendir yang menutup mulut rahim) dari vagina, dan biasanya disertai sedikit darah (disebut sebagai ‘bloody show’)
  • Kram perut berulang bisa disertai dengan sakit pinggang.
  • Tekanan pada panggul atau perut bawah.
  • Kontraksi teratur atau sering (4x setiap 20 menit selama lebih dari sejam).
  • Pecah ketuban.

Jika perdarahan dan gejala dimulainya persalinan terjadi sebelum 37 minggu maka sebaiknya konsultasi ke dokter karena dikhawatirkan bunda mengalami persalinan prematur.

Penyebab lain perdarahan pada kehamilan lanjut antara lain :

  • Cedera pada mulut rahim atau vagina
  • Polip
  • Kanker.

APA YANG HARUS DILAKUKAN JIKA BUNDA MENGALAMI PERDARAHAN YANG TIDAK NORMAL SELAMA KEHAMILAN

Karena perdarahan dari jalan lahir pada semua trimester dapat merupakan suatu tanda bahaya maka jika terjadi hal tersebut sebaiknya hubungi dokter.

  • Gunakan pembalut sehingga bunda dapat menilai seberapa banyak darah yang keluar
  • Catat tipe dari darah yang keluar, misalnya warnanya (coklat, merah muda atau merah segar), bergumpal, baunya, dll.
  • Jika ada jaringan yang keluar dari vagina sebaiknya ikut di bawa saat memeriksakan diri ke dokter karena dokter bisa menilai langsung atau jika perlu dilakukan pemeriksaan jaringan. Atau jika tidak memungkinkan di bawa minimal di foto untuk diperlihatkan ke dokter.
  • Tidak dianjurkan untuk menggunakan tampon atau berhubungan seksual jika masih terjadi perdarahan.

Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan ultrasonografi baik melalui perut atau vagina untuk mengidentifikasi penyebab dari terjadinya perdarahan dan memonitor kondisi janin dalam rahim.

Segera ke rumah sakit jika bunda mengalami gejala di bawah ini, karena ada kemungkinan gejala ini merupakan tanda terjadinya keguguran atau tanda dari masalah berat lainnya :

  • Nyeri atau kram hebat pada perut bagian bawah
  • Perdarahan yang banyak dari vagina, baik disertai atau tidak disertai nyeri perut bawah
  • Keluarnya jaringan dari vagina
  • Sangat pusing atau pingsan
  • Demam lebih dari 390C dan/atau menggigil.

SUMBER :

  1. Bleeding during pregnancy. http://www.webmd.com/baby/guide
  2. Bleeding during pregnancy. http://www.acog.org/Patients/
  3. Vaginal bleeding in pregnany. http://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/pages.

 

Updated: 18/10/2016

Similar posts