Home » Kehamilan » Persiapan Kehamilan » Persiapan Kehamilan

Persiapan Kehamilan

persiapan_kehamilan_bundanetTujuan dari setiap kehamilan adalah untuk bisa mendapatkan bayi yang sehat. Untuk bisa mencapai tujuan tersebut, ternyata tidak cukup hanya dengan kontrol teratur saat kehamilan. Pasangan yang sudah memutuskan ingin mempunyai anak dianjurkan untuk melakukan konsultasi untuk persiapan kehamilan. Dasar dari hal ini karena masa paling rawan untuk terjadi kelainan pada janin adalah di 8 minggu pertama kehamilan, yang mana banyak sekali ibu hamil di minggu awal kehamilan yang belum menyadari bahwa sudah hamil. Sehingga bisa saja ibu tersebut mengkonsumsi obat yang berbahaya atau terinfeksi penyakit yang bisa berbahaya saat hamil, yang sebenarnya hal ini mungkin bisa dihindari.

Banyak pasangan yang datang ke dokter saat sudah melakukan tes kehamilan. Dan saat itu kemungkinan usia kehamilan sudah 6 minggu atau lebih. Padahal pada usia kehamilan 6 minggu detak jantung janin sudah bisa terlihat dengan usg, hal ini berarti jantung janin sudah selesai terbentuk sehingga hal-hal yang bisa mengganggu kehamilan dapat berakibat fatal pada janin bahkan sebelum ibu sadar bahwa sedang hamil.

perkembangan-janin-bundanet

Gambar di atas menggambarkan risiko terjadinya cacat bawaan bila terpapar dengan bahan teratogen (bahan yang berpotensi menyebabkan cacat bawaan). Tempat-tempat yang berisiko cacat bila terpapar teratogen adalah susunan saraf pusat, jantung, otak, anggota gerak (tangan dan kaki), mata, telinga, langit-langit mulut, gigi dan kelamin.

Embrio belum rentan terhadap teratogen saat masih berusia dua minggu, tetapi pada usia 3-8 minggu maka paparan terhadap teratogen akan berisiko terjadinya cacat bawaan yang berat (warna merah). Sedangkan warna kuning menunjukkan periode di mana janin berisiko mengalami cacat bawaan ringan atau gangguan fungsi pada organ yang terkena bila terpapar dengan bahan teratogen. Karena itu jauh lebih penting melakukan pencegahan di fase yang paling awal dari kehamilan karena bila terjadi gangguan pada fase awal maka kelainan yang terjadi akan lebih berat bila dibandingkan jika terjadi pada fase yang lebih lanjut.

Berdasarkan hal itu maka untuk pasangan yang ingin menikah atau yang merencanakan hamil dianjurkan untuk melakukan konsultasi sebelum kehamilan (preconception health care) dengan harapan kualitas kehamilan akan lebih baik dan bisa menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan cacat bawaan pada janin.

Apa saja yang mencakup persiapan kehamilan :

1. Genetik

faktor_genetik_bundanetKonsumsi asam folat 400 mcg, minimal sebulan sebelum hamil, dapat mencegah cacat tabung saraf seperti spina bifida dan anencephaly. Dosis lebih besar diperlukan pada penderita diabetes dan epilepsi sebesar 1 mg sehari dan pada ibu dengan riwayat melahirkan anak dengan cacat tabung saraf dianjurkan 4 mg sehari.

Penapisan penyakit bawaan seperti thalasemia juga sebaiknya dilakukan sebelum hamil, karena bila suami atau istri atau kedua-duanya menderita thalasemia minor maka dapat menurunkan penyakit tersebut ke anak. Penapisan thalasemia dapat dilakukan dengan pemeriksaan darah setelah berkonsultasi ke dokter.

2. Penapisan penyakit infeksi

Pemeriksaan penyakit menular seksual seperti HIV, sifilis, bila perlu gonorhoe dan chlamydia sebaiknya dilakukan sebelum hamil. Apabila seorang ibu menderita penyakit tersebut maka dapat menyebabkan kelainan pada janin dalam kandungan, padahal sebagian besar penyakit tersebut dapat diobati. Bila seorang wanita diketahui menderita sifilis, gonore atau infeksi chlamydia maka dianjurkan untuk menjalani pengobatan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk hamil, sehingga kemungkinan terjadinya cacat bawaan pada janin bisa dihindari. Pada penderita HIV, pemberian obat antiretroviral saat hamil dapat menurunkan risiko penularan ke bayi dengan cukup signifikan.

Saat ini sudah ada vaksinasi untuk beberapa penyakit infeksi yang bisa berbahaya untuk janin bila terinfeksi saat hamil. Sehingga bagi wanita yang merencanakan kehamilan dan belum mempunyai kekebalan terhadap penyakit tersebut dianjurkan untuk melakukan vaksinasi sebelum kehamilan. Vaksinasi yang bisa dilakukan antara lain hepatitis B, rubella (campak jerman) dan varicella (cacar air). Vaksinasi rubella dan varicella tidak bisa diberikan pada ibu hamil sehingga harus dilakukan sebelum hamil dan menunda kehamilan minimal 1 bulan pasca vaksinasi. Hingga saat ini, belum ada obat yang terbukti efektif untuk mengobati penyakit tersebut. Karena itu pencegahan dengan vaksinasi merupakan cara yang terbaik untuk menghidari tertular penyakit tersebut.

Saat ini belum ada vaksinasi untuk toksoplasmosis maupun sitomegalovirus (CMV). Tetapi toksoplasmosis bisa dicegah dengan menghindari hal-hal yang dapat menjadi sumber penularan toksoplasmosis.

Beberapa cara untuk mencegah penularan toksoplasmosis adalah :
1. Hindari kontaminasi dari kotoran kucing
2. Hindari konsumsi daging yang kurang matang
3. Cuci bersih sayuran dan buah sebelum dikonsumsi
4. Memakai sarung tangan saat berkebun.

Pemeriksaan darah untuk infeksi toksoplasmosis tidak menggantikan langkah pencegahan penularan toksoplasmosis, karena hasil tes darah yang negatif terhadap toksoplasmosis menunjukkan bahwa bunda belum pernah terpapar toksoplasmosis, tetapi bukan berarti tidak akan pernah terpapar. Karena itu, bila tidak melakukan pencegahan maka ada kemungkinan terinfeksi toksoplasmosis saat kehamilan yang bisa membahayakan janin.

Cara yang terbaik untuk mencegah infeksi toksoplasmosis adalah dengan melakukan pencegahan penularan mulai persiapan hamil sampai melahirkan

Sedangkan sitomegalovirus dapat dicegah dengan sering cuci tangan terutama bila sering kontak dengan liur atau diaper anak kecil, hindari kontak dengan air mata atau liur saat mencium anak kecil dan menghindari penggunaan alat makan bersama-sama. Baca selengkapnya mengenai Penyakit Infeksi Yang Berbahaya Saat Hamil

3. Racun di lingkungan

Janin lebih rentan terhadap racun-racun dari lingkungan dibandingkan orang dewasa. Tiga sampai enam persen kelainan bawaan pada janin disebabkan oleh obat dan racun dari lingkungan. Makin muda usia janin terpapar maka makin berat kelainan yang dapat terjadi.

Racun dari lingkungan bisa berasal dari tempat kerja, rumah, penggunaan obat saat hamil, merokok, alkohol maupun narkotika. Pelajarilah standar keamanan yang berlaku di tempat kerja karena seharusnya bila ada bahan-bahan yang berbahaya ditempat kerja maka para pekerja wajib diberi tahu dan dilindungi dari kemungkinan efek negatifnya.

Banyak zat kimia yang ada di rumah ternyata mempunyai potensi yang berbahaya bagi janin terutama bila terpapar jangka panjang, misalnya pestisida, pembasmi serangga maupun pelarut cat. Penggunaan obat-obatan saat hamil sebaiknya berkonsultasi dengan dokter karena banyak obat-obatan yang berbahaya dan dapat menyebabkan cacat bawaan bila digunakan tanpa petunjuk dokter.

Merokok bisa meningkatkan risiko keguguran, berat badan lahir kecil, kematian perinatal dan gangguan konsentrasi pada anak. Jika ibu hamil merokok kurang dari 1 bungkus sehari, risiko bayi lahir kecil meningkat 50%; tetapi bila merokok lebih dari 1 bungkus sehari maka risiko bayi lahir kecil meningkat 130%. Bila ibu hamil berhenti merokok sebelum 16 minggu maka risikonya akan sama seperti ibu yang tidak merokok.

Penyalahgunaan alkohol dapat menyebabkan keterbelakangan mental, cacat bawaan, gangguan pertumbuhan, keguguran dan gangguan tingkah laku pada bayi. Gangguan yang terjadi sangat tergantung pada banyaknya alkohol yang dikonsumsi, makin banyak dikonsumsi kemungkinan terjadinya gangguan akan lebih sering dan lebih berat.

4. Penyakit Kronis

Diabetes Melitus

Wanita dengan diabetes yang tidak terkontrol (bila HbA1c lebih tinggi dari 8,4%) berisiko 32% keguguran spontan dan risiko kelainan bawaan tujuh kali lipat bila dibandingkan dengan wanita dengan diabetes terkontrol. Pengelolaan diabetes sebelum hamil dapat menurunkan risiko keguguran dan kelainan bawaan maupun risiko komplikasi kehamilan.

Hipertensi

Sebagian besar pasien dengan hipertensi kronik tidak ditemukan komplikasi saat kehamilan tetapi perlu dimonitor risiko terjadinya preeklampsia, gangguan ginjal dan gangguan pertumbuhan janin. Apabila obat yang dikonsumsi tidak aman saat hamil maka perlu diganti ke obat yang lebih aman.

Epilepsi

Ibu hamil dengan epilepsi berisiko 4-8 persen mengalami cacat bawaan, yang disebabkan obat antikejang atau berkaitan dengan peningkatan risiko genetik. Risiko epilepsi pada anak yang dikandung juga meningkat. Konsultasi sebelum hamil pada penderita epilepsi mencakup mengontrol kejang dengan optimal, memberikan asam folat 1-4 mg sehari dan menawarkan untuk melakukan konsultasi genetik. Prinsip pemberian obat epilepsi saat hamil adalah obat tunggal terbaik untuk tipe kejangnya dengan dosis terendah yang masih efektif.

Tromboemboli

Wanita dengan riwayat tromboemboli vena atau riwayat keluarga dengan tromboemboli vena harus ditawarkan melakukan tes trombofilia sebelum hamil. Wanita dengan riwayat trombosis vena dalam mempunyai risiko 7-12 persen berulang saat hamil. Penggunaan obat warfarin harus diganti menjadi heparin karena warfarin mempunyai potensi menyebabkan cacat bawaan.

Depresi dan kecemasan

Sebesar 10% wanita hamil mengalami depresi. Beberapa obat aman untuk diberikan saat hamil tetapi penggunaan golongan benzodiazepin dapat menyebabkan cacat bibir maupun langit-langit mulut juga sindrom ketergantungan pada bayi baru lahir.

5. Gaya Hidup

Terdapat beberapa kebiasaan yang dianjurkan dan yang harus dihindari untuk dilakukan saat persiapan hamil. Melakukan olah raga secara teratur akan memberikan banyak keuntungan saat hamil dan tidak ditemukan peningkatan risiko bayi lahir kecil atau masalah lainnya selama tidak ada kontraindikasi baik karena kondisi kehamilan maupun kondisi kesehatan.

Hindari hipertermia (berendam air panas, sauna, suhu lingkungan yang terlalu panas, olah raga berat) karena hipertermia pada trimester pertama dapat meningkatkan risiko kelainan bawaan pada janin.

Hindari obesitas atau terlalu kurus. Obesitas meningkatkan risiko hipertensi, preeklampsia, diabetes dan bayi besar. Wanita dengan obesitas dianjurkan melakukan diet sebelum hamil dan menjaga diet 1.800 kalori saat mencoba hamil. Wanita yang terlalu kurus (underweight) berisiko mengalami gangguan haid, kesulitan hamil, bayi berat badan lahir rendah, persalinan prematur dan anemia.

Nilai risiko kekurangan nutrisi terutama pada vegatarian, pica dan intoleransi susu. Pasien tersebut mungkin membutuhkan konsultasi ke ahli gizi untuk pemilihan jenis makanan dan suplementasi.

Hindari penggunaan berlebihan vitamin A (batas sehari 3000 IU), vitamin D (batas sehari 400 IU) dan kafein (batas sehari 200 mg). Vitamin A 20.000 – 50.000 IU sehari dapat mengakibatkan risiko cacat bawaan pada janin, hal ini terutama dari penggunaan lebih dari satu multivitamin. Karena itu pula ibu hamil tidak dianjurkan konsumsi hati berlebihan. Dosis vitamin D lebih dari 1.600 – 2.000 IU sehari dapat menyebabkan hiperkalsemia dan gangguan pertumbuhan janin. Kafein yang terlalu tinggi dapat menyebabkan bayi dengan berat badan lahir rendah dan keguguran. Kafein dapat ditemukan dalam kopi, teh, coklat maupun beberapa minuman ringan dan minuman energi. Kafein dibatasi tidak lebih dari 200 mg sehari. Sebagai contoh 1 mug kopi instan mengandung 100 mg kafein, 1 mug teh mengandung 75 mg kafein, 1 kaleng cola mengandung 40 mg kafein dan 50 mg coklat batang mengandung 25 mg kafein.

Updated: 29/12/2016

Similar posts