Home » Kesehatan Anak » Tumbuh Kembang » Pola Tidur Bayi

Pola Tidur Bayi

pola-tidur-bundanetBayi baru lahir biasanya akan memiliki pola tidur sebanyak enam belas sampai tujuh belas jam dalam sehari. Namun kebanyakan bayi tidak tertidur selama lebih dari dua hingga empat jam sekaligus, di siang maupun di malam hari, selama beberapa minggu pertama kehidupannya.

Sebagai orang tua baru, Bunda mungkin akan terbangun beberapa kali di malam hari untuk mengganti popoknya, menyusui, dan menggendongnya jika ia rewel di malam hari.

Mengapa Pola Tidur Bayi Yang Baru Lahir Tidak Dapat Diprediksi?

Siklus tidur bayi jauh lebih pendek dari pada orang dewasa, dan bayi akan menghabiskan lebih banyak waktu dalam tidur dengan gerakan mata yang cepat (Rapid Eye Movement – REM), yang dianggap perlu untuk perkembangan luar biasa yang terjadi di otak mereka. Durasi tidur yang cukup pada bayi menyebabkan peningkatan fokus, perilaku, pembelajaran, memori, regulasi emosional, kualitas hidup, serta kesehatan mental dan fisiknya.

Pada usia enam sampai delapan minggu, kebanyakan bayi mulai tidur untuk waktu yang lebih singkat di siang hari dan tidur lebih lama di malam hari, meskipun sebagian besar bayi akan terus terbangun untuk menyusui di malam hari. Mereka juga memiliki periode tidur REM yang lebih singkat, dan periode tidur nyenyak yang lebih lama (non-REM).

TIPS MEMBENTUK POLA TIDUR BAYI

  1. Ajarkan bayi Anda perbedaan antara siang dan malam. Di awal kelahirannya, pada sebagian besar bayi akan memiliki pola tidur yang panjang di siang hari dan akan terbangun di malam hari. Untuk beberapa hari pertama Bunda tidak akan bisa berbuat banyak mengenai hal ini. Namun begitu bayi berusia sekitar satu hingga dua minggu, Bunda bisa mulai mengajarinya untuk membedakan siang dan malam dari hari ke hari.
  2. Di siang hari saat bayi terbangun, ajaklah ia untuk berinteraksi dan bermain sebanyak yang Anda bisa, jaga agar rumah dan ruangan tetap terang dan cerah. Tak perlu khawatir akan kebisingan di siang hari yang biasa terjadi di rumah anda seperti suara telepon, musik, atau mesin cuci. Jika dia cenderung tidur saat menyusui, bangunkan dia. Saat menyusui, jelaskan pada bayi tentang konsep siang. Sebagai contoh “Kalau cahayanya terang seperti ini, ini tandanya siang. Di siang hari, manusia beraktifitas. Di siang hari waktunya kamu berjemur, mandi, pijat dan menyusu”.
  3. Pada malam hari, jangan bermain bersamanya saat ia terjaga. Redupkan lampu, usahakan untuk meminimalisir suara ketika di malam hari, dan jangan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk berbicara dengannya. Saat menyusui, beritahukan pada bayi mengenai konsep malam. Sebagai contoh “Kalau cahayanya redup seperti ini, ini tandanya malam hari. Di malam hari manusia tidur, tidak ada yang beraktifitas”.
  4. Kenakan pakaian yang berbeda di siang dan malam hari. Di pagi hari, setelah selesai mandi, kenakan pakaian yang berlengan pendek dan celana ukuran pendek, sedangkan untuk malam hari, gunakan pakaian yang berlengan panjang dan celana ukuran panjang. Agar bayi dapat merekam perubahan waktu melalui perbedaan jenis pakaian yang ia kenakan tersebut.
  5. Pelajari tanda-tanda bahwa bayi sudah lelah. Apakah dia menggosok matanya, menarik telinganya, atau menjadi lebih rewel dari biasanya?. Jika Bunda melihat tanda-tanda kantuk ini atau tanda-tanda kantuk lainnya, cobalah mengantarnya tidur. Insting mengenai ritme dan pola harian bayi anda akan semakin terasah. Bunda akan semakin tahu secara naluriah kapan saat bayi ingin tidur siang.
  6. Latih rutinitas tidur untuk bayi Anda. Tidak ada salahnya untuk mulai mencoba membentuk rutinitas tidur bayi sedini mungkin. Ini dapat menjadi sebuah contoh alternatif cara membuat bayi Anda tertidur, yaitu dengan menyanyikan lagu pengantar tidur atau memberinya ciuman selamat malam.
  7. Menurut Jodi Mindell, associate director dari Sleep Disorders Center di Children’s Hospital of Philadelphia dan penulis Sleeping Through the Night, pada saat bayi berusia 6 sampai 8 minggu, Anda bisa mulai melatih bayi untuk tertidur sendiri. Baringkan bayi saat dia mengantuk namun masih terjaga.

Untuk di awal proses perubahan jam tidur, Jika bayi cenderung tidur lebih dari jam 22.00 di malam hari, tidak masalah membangunkannya di pagi hari untuk membantunya mengatur ulang jam hariannya. Bayi perlu mengikuti pola tidur dan bangun yang teratur, dan dia akan menggantinya dengan tidur di siang hari (tidur siang). Bangunkan dia pada waktu yang sama setiap pagi untuk membentuk pola rutinitas pada anak sejak dini.

Bila bayi sedang tidak sehat, wajar jika pola tidurnya terganggu. Bayi mungkin ingin tidur siang pada waktu yang berbeda di siang hari. Dia bahkan mungkin enggan tidur di malam hari atau mulai terbangun di malam hari saat ia biasanya tertidur. Jika hal ini terjadi, jangan terlalu khawatir tentang pola tidurnya. Namun usahakan tetap menjaga rutinitas tidur yang sama. Begitu dia merasa lebih sehat, Bunda dapat sedikit demi sedikit mengubah pola tidur siangnya dan jam tidurnya kembali seperti normal lagi.

 

Referensi

  1. Baby Sleep Basics: Birth To 3 Months (www.babycenter.com)
  2. Baby Sleep Patterns By Age (www.babysleepsite.com)

 

 

Updated: 11/07/2017

Similar posts