Home » Menyusui » Perubahan Suasana Hati Pasca Melahirkan (Post Partum Blues)

Perubahan Suasana Hati Pasca Melahirkan (Post Partum Blues)

Sebagai ibu baru, Bunda tentu akan menghadapi banyak tantangan baru seperti mengemban tanggung post-partum-blues-bundanetjawab baru, perubahan gaya hidup, perubahan jam tidur serta pergeseran jam makan atau bahkan merasakan nyeri pada payudara jika Bunda menyusui tanpa adanya bimbingan. Perubahan tersebut mungkin akan membuat Bunda merasa lelah, cemas, sedih dan terperangkap dalam kebingungan. Bahkan pada beberapa wanita akan menangis karena hal-hal yang biasanya tidak akan mengganggu mereka. Semua perasaan tersebut adalah sesuatu yang normal selama beberapa minggu pasca melahirkan dan sebanyak 40 hingga 80 persen ibu baru akan mengalami perubahan suasana hati pasca melahirkan atau post partum blues.

Gejala Post Partum Blues

Banyak ibu baru yang mengalami perubahan suasana hati pasca melahirkan.

Berikut gejala dari post partum blues:

  1. Terkadang Bunda mungkin akan merasakan mudah marah
  2. Merasa selalu gugup
  3. Khawatir berlebihan
  4. Nafsu makan pun akan mengalami perubahan (bisa turun atau meningkat).
  5. Merasa kewalahan merawat bayi
  6. Mudah menangis
  7. Konsentrasi berkurang
  8. Sulit tidur

Jika Bunda merasakan gejala-gejala tersebut, mungkin Bunda akan merasa enggan atau malu untuk mengakuinya. Namun jika gejala tersebut dibiarkan berlarut-larut, gejala tersebut akan meningkat menjadi depresi pasca melahirkan. Ceritakan keluhan Bunda pada suami atau sahabat terdekat Bunda yang Bunda percaya. Dengan bercerita, itu akan mengurangi beban yang Bunda alami.

Penyebab Post Partum Blues

Post partum blues dapat dipicu oleh perubahan fisik, perubahan kadar hormon, faktor emosional atau kurangnya dukungan dari keluarga. Setelah lahir, tubuh Bunda berubah dengan cepat. Kadar hormon Bunda mengalami penurunan, payudara membesar karena proses produksi ASI, tubuh pun akan mengalami perubahan pasca melahirkan. Realitas fisik saja akan dapat memicu timbulnya post partum blues.

Secara emosional, Bunda mungkin akan khawatir mengenai kesehatan bayi seperti target berat badan yang harus dicapai bayi, kenaikan kadar bilirubin yang biasa dialami oleh bayi baru lahir, atau adanya tanda dehidrasi karena belum tepatnya proses menyusui.

Penanganan Post Partum Blues

  1. Post partum blues biasanya akan hilang dengan sendirinya selama 2 minggu setelah melahirkan, namun dengan dukungan penuh dari keluarga khususnya dari suami, post partum blues akan dapat dicegah.
  2. Jangan malu meminta bantuan. Sebagai orang tua baru, sangatlah wajar jika Bunda dan suami belum mengetahui bagaimana caranya merawat dan mengasuh bayi. Mintalah bantuan pada keluarga atau tenaga medis jika mengalami kesulitan.
  3. Usahakan untuk cukup tidur. Kurang tidur dapat memicu atau memperparah post partum blues. Karena ketika kita mengalami kurang tidur, tubuh akan merasakan lelah berkali-kali lipat ketimbang jika kita cukup tidur. Untuk itu, usahakan untuk tidur cukup setiap harinya. Jika bayi lebih banyak terbangun di malam hari dan lebih sering tidur di siang hari, saat bayi tidur di siang hari, ikutlah tidur bersamanya. Tidak perlu khawatir terhadap omongan orang yang mengatakan tidur di siang hari akan menaikkan darah putih ke mata. Karena hal tersebut hanyalah mitos belaka.
  4. Olahraga ringan. Lakukan olahraga ringan seperti jalan pagi, berenang atau sekedar bersepeda. Olahraga mampu menekan resiko terjadinya post partum blues.
  5. Bentuk lingkungan yang mendukung. Bergabunglah pada ibu-ibu baru sesama ibu menyusui yang memiliki energi dan semangat positif agar energi dan semangat positif tersebut dapat mengalir juga pada diri Bunda.
  6. Puji atas pencapaian diri. Tugas menjadi seorang ibu baru tidaklah mudah, untuk itu, beri apresiasi pada diri sendiri dengan cara-cara sederhana seperti lakukan hobby yang akan membuat Bunda merasakan senang seperti membaca buku, memasak atau membuat kue, pergilah ke salon sebentar untuk sekedar mencuci rambut, atau hubungi terapis pijat kerumah untuk menghilangkan kelelahan fisik yang Bunda alami setelah melahirkan.

Post partum blues dengan Depresi Pasca Melahirkan memiliki gejala yang hampir sama, bedanya adalah kalau post partum blues memiliki gejala yang lebih ringan dan waktu yang singkat, sedangkan depresi pasca melahirkan memiliki gejala yang lebih berat, dengan waktu yang lebih lama dan harus dilakukan rawat secara intensif. Hubungi dokter jika Bunda mengalami perubahan suasana hati pasca melahirkan dengan gejala yang berat dan berlangsung lebih dari 2 minggu pasca melahirkan.

Referensi:

  1. The Baby Blues (babycenter.com)
  2. Postpartum depression (www.mayoclinic.com)
Similar posts