Home » Kesehatan Anak » Penyakit Anak » Ruam Popok Pada Bayi

Ruam Popok Pada Bayi

Ruam popok pada bayi merupakan bentuk umum dari kulit yang meradang (dermatitis) yang muncul pada kulit dibawah popok. Ruam popok biasanya terjadi pada bayi dan anak – anak dibawah usia 2 tahun. Ruam popok pada bayi sering berkaitan dengan keadaan kulit yang basah, jarangnya mengganti popok, sensifitas kulit dan adanya gesekan antara kulit dengan popok. Hampir setiap bayi mengalami ruam popok setidaknya satu kali selama tiga tahun pertama kehidupannya, dengan mayoritas di usia sembilan hingga dua belas bulan.

GEJALA

Mengidentifikasi ruam popok pada bayi cukup mudah. Ruam popok biasanya ditandai dengan memerahnya warna kulit di sekitar bagian bokong dan lipatan paha bayi. Ruam popok pada bayi juga dapat muncul pada daerah kemaluan dan kulit yang berada di bawah popok.

ruam-popok-pada-bayi-bundanet

PENYEBAB

Bila didapati anak mengalami ruam popok, hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari tahu apa penyebabnya. Ruam popok pada bayi biasanya di sebabkan oleh:

  1. Kebanyakan ruam popok disebabkan oleh gesekan yang terjadi ketika kulit bayi yang sensitif tergesek oleh popok yang basah. Hal ini menyebabkan ruam yang berwarna merah mengkilap pada daerah yang terkena gesekan tersebut.
  2. Kulit dibawah popok akan memerah yang disebabkan iritasi dari urine, kotoran atau detergen pembersih yang digunakan untuk mencuci pakaian bayi. Ruam ini akan muncul kemerahan di sekitar daerah lipatan paha.
  3. Reaksi Alergi. Ruam popok juga dapat terjadi sebagia reaksi alergi dari produk – produk yang biasa digunakan oleh bayi seperti tissue, sabun mandi, detergen pakaian, lotion atau merk popok sekali pakai yang biasa digunakan oleh bayi.
  4. Infeksi Jamur. Ruam dari infeksi candida juga dikenal sebagai infeksi jamur. Candida merupakan mikroorganisme jamur yang biasa ditemukan di tempat yang hangat dan lembab seperti lipatan paha, sekitar bokong dan mulut. Candida juga merupakan jamur penyebab sariawan. Ruam yang disebabkan oleh infeksi jamur biasanya memiliki ciri berwarna merah cerah serta dengan ukuran yang lebar – lebar.
  5. Ini merupakan ruam dikulit berwarna kuning berminyak yang juga dapat ditemukan di bagian tubuh lain seperti wajah, kepala dan leher.
  6. Bakteri Staph. Meskipun kurang umum dan jarang ditemukan, ruam popok juga dapat disebabkan oleh bakteri staph.

 

PENANGANAN

Pada dasarnya ruam popok pada bayi tidaklah membahayakan jiwa, namun hal ini tentu akan sangat membuat anak menjadi tidak nyaman dan rewel. Daerah lipatan paha dan bokong merupakan daerah yang lembab. Jika terjadi ruam popok dan tidak segera diatasi, dapat terjadi infeksi sekunder, terutama infeksi yang disebabkan oleh jamur. Jika tidak ditangani sejak awal, ruam yang mengalami infeksi akan mengakibatkan luka dan ketidaknyamanan pada bayi saat buang air besar. Penanganan sedini mungkin sangatlah penting untuk anak yang mengalami ruam popok. Perawatan kulit yang tepat adalah salah satu tindakan yang paling penting untuk mengatasi ruam popok. Teknik – teknik berikut dapat membantu meringankan atau memperpendek durasi ruam popok :

  1. Popok harus diganti lebih sering dari biasanya
  2. Saat mengganti popok, gunakan media yang lembut dan pastikan area sekitar bokong dan lipatan paha kering dengan mengeringkannya dengan handuk lembut atau tisu kering yang lembut
  3. Jika Anda menggunakan popok kain, pilih popok kain berbahan lembut dan menyerap keringat, hindari popok atau celana berbahan dasar plastik
  4. Evaluasi makanan yang dimakan. Jika ruam popok disebabkan oleh makanan yang dimakan, hentikan sementara jenis makanan tersebut sampai ruam popok benar-benar sembuh
  5. Perhatikan jenis sabun mandi atau detergen pakaian yang digunakan bayi. Jika ruam popok disebabkan karena reaksi alergi dari sabun atau detergen yang digunakan, hentikan sementara jenis sabun dan detergen tersebut
  6. Jika ruam muncul dikarenakan infeksi candida, maka hal tersebut dapat diobati dengan menggunakan salep anti jamur

Kapan Harus Ke Dokter?

  1. Ruam popok tak juga membaik meski telah dilakukan pengobatan selama 4 – 7 hari
  2. Ruam popok tampak semakin parah dan menyebar ke bagian tubuh lain

ruam-popok-bundanet

  1. Ruam popok tampak terinfeksi bakteri dengan gejala seperti keluarnya nanah atau pengerasan kulit berwarna kuning. Ini yang disebut impetigo dan harus di obati dengan antibiotik
  2. Anda tidak yakin apa yang menyebabkan munculnya ruam
  3. Anda mencurigai ruam disebabkan oleh alergi dan dokter akan membantu menentukan jenis alergen tersebut
  4. Ruam disertai dengan diare terus menerus selama lebih dari 48 jam
  5. Ruam tampak mengalami penyebaran yang cepat dan disertai dengan demam

PENCEGAHAN

Pencegahan merupakan cara efektif untuk mengatasi ruam popok. Berikut cara pencegahan ruam popok yang dapat digunakan

  1. Biasakan untuk selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah mengganti popok, karena mencuci tangan dapat membantu mencegah infeksi bakteri dan jamur
  2. Jika anak menggunakan popok sekali pakai, gantilah popok setelah anak buang air kecil dan buang air besar. Paling lama setiap 4 jam, popok harus diganti. Semakin lama area yang mengalami ruam bersentuhan dengan urine atau feses, iritasi akan semankin berat dan ruam akan menjadi semakin parah
  3. Jika anak menggunakan popok kain. Bagi anak yang memiliki kulit yang sensitif, perlu diperhatikan bagaimana cara mencuci popoknya. Ketika mencuci popok kain, usahakan untuk tidak menyisakan sabun atau detergen. Bilas dengan bersih. Sisa sabun atau detergen yang masih menempel pada popok juga dapat mengiritasi kulit anak
  4. Sebelum memakaikan popok, pastikan kulit anak dalam keadaan bersih dan kering
  5. Pilih media yang lembut untuk membersihkan kulit anak, gunakan kapas air hangat dan tissu kering yang lembut untuk mengeringkan kulit anak untuk mencegah iritasi pada kulit anak.

Referensi:

  1. Diaper Rash – Mayo Clinic
  2. Diaper Rash – Web MD
  3. Seputar Ruam Popok – dr Anthony Christian Darmawan (IDAI – Ikatan Dokter Anak Indonesia)
Similar posts