Home » Menyusui » Saluran ASI Tersumbat

Saluran ASI Tersumbat

saluran-asi-tersumbat-bundanetSaluran ASI tersumbat biasanya terjadi pada salah satu payudara. Namun, ada pula ibu menyusui yang mengalami pada kedua payudara sekaligus. Kondisi ini sering disebut dengan istilah blocked duct atau plugged duct. Saluran tersumbat hampir selalu dapat terselesaikan tanpa pengobatan khusus antara 24 hingga 48 jam setelah terjadi. Selama sumbatan itu masih ada, bayi mungkin saja rewel ketika menyusu di payudara tersebut karena aliran ASI akan lebih lambat dari biasanya. Hal ini mungkin disebabkan karena adanya tekanan dari gumpalan yang menekan saluran lain.

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkannya, antara lain:

  • Tidak menyusui bayi secara rutin dan teratur
  • Produksi ASI yang jauh lebih banyak daripada jumlah ASI yang dihisap oleh bayi
  • Milk blister atau bintik putih yang menyumbat lubang putting
  • Stres, kelelahan atau sistem imun yang lemah
  • Tekanan berlebihan pada payudara, misalnya saat memerah ASI, bra yang terlalu ketat, posisi tidur yang tidak benar, dll.

Milk Blister

milk-blister-bundanetKadang-kadang, namun tidak selalu, saluran tersumbat diikuti dengan lepuh atau gelembung pada ujung puting. Warna putih datar pada puting bukan lepuh atau blister. Bila tidak ada rasa sakit pada gumpalan yang ada di payudara, hal ini menimbulkan kerancuan untuk menyebut lepuh atau blister pada puting sebagai saluran yang tersumbat. Lepuh atau blister, biasanya, terasa sakit dan merupakan salah satu penyebab rasa sakit pada puting yang terjadi setelah beberapa hari pertama. Beberapa ibu mengalami blister pada hari-hari pertama menyusui karena pelekatan yang buruk. Tidak ada seorangpun yang tahu mengapa seorang ibu tiba-tiba mengalami lepuh atau blister beberapa minggu setelah kelahiran bayinya.

Blister seringkali timbul tanpa ibu memiliki saluran yang tersumbat. Bila blister terasa sangat menyakitkan, segera hubungi konselor laktasi Anda.

Gejala

  1. Terdapat benjolan kecil menyakitkan di payudara
  2. Payudara memerah dan bengkak
  3. Sensasi panas atau bengkak yang dirasakan akan terasa lebih baik setelah menyusui bayi
  4. Terdapat titik putih kecil (sekitar diameter 1mm) pada ujung puting yang menyakitkan ketika Anda menyusui bayi Anda. Ini disebut “milk blister“.

Penyebab

Saluran ASI yang tersumbat paling sering disebabkan oleh susu stasis. Hal ini dapat terjadi jika:

  • Bayi Anda tidak mengosongkan payudara Anda secara rutin. Ini terjadi mungkin karena Anda menjadwalkan atau membatasi waktu menyusui, karena puting lecet, anak sedang tumbuh gigi, penggunaan dot, ibu sibuk, ibu kembali bekerja, bayi tiba-tiba tidur lebih lama, atau penyapihan mendadak
  • Bayi Anda tidak mengosongkan payudara Anda sepenuhnya. Ini terjadi mungkin karena bayi tidak melekat dengan baik.
  • Sejumlah kecil ASI biasanya menumpuk di ujung puting
  • Aliran susu terhambat karena Anda mengenakan pakaian yang terlalu ketat, menggunakan gendongan bayi terlalu menekan payudara Anda, atau Anda memegang payudara Anda terlalu dekat dengan puting saat menyusui.
  • Hyperlaktasi atau produksi ASI yang berlebih.
  • Mengalami cedera atau benturan keras pada payudara.

Pencegahan

  1. Pastikan posisi dan perlekatan bayi saat menyusu di payudara benar, jika Anda merasa kesulitan untuk mengetahui posisi dan perlekatan yang benar, segera hubungi konselor laktasi
  2. Variasikan posisi menyusui
  3. Minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi
  4. Hindari menggunakan bra atau pakaian yang terlalu ketat. Bra atau pakaian yang terlalu ketat dapat mendorong aliran susu menjadi meningkat

Pengobatan

  • Mengosongkan payudara. Di awal menyusui, berikan bayi Anda payudara yang mengalami sumbatan ASI (jika itu terlalu menyakitkan, Anda bisa mulai dengan payudara yang satunya) dan pastikan bayi menghisap payudara secara menyeluruh pada setiap sesi menyusu (tidak menariknya terlalu cepat). Jika bayi Anda tidak mengosongkan payudara secara optimal, lanjutkan pengosongan payudara dengan memompa sampai payudara terasa ringan.
  • Melonggarkan bra atau pakaian yang sedang digunakan. Terkadang, sumbatan ASI diperburuk oleh tekanan eksternal (misalnya, dari kemeja atau bra yang terlalu ketat). Pastikan bra Anda nyaman tetapi tidak terlalu ketat.
  • Variasikan posisi menyusui, agar semua saluran ASI dapat dirangsang secara imbang.
  • Kompres hangat (mencelupkan kain lap dalam air hangat) payudara yang mengalami sumbatan ASI sebelum menyusui, dapat membantu ASI mengalir. Bisa juga dengan cara mandi dengan air hangat atau berdiri di bawah shower air hangat, biarkan air hangat tersebut mengaliri payudara yang mengalami sumbatan.
  • Pijatan lembut. Melakukan pijatan lembut dengan gerakan melingkar pada payudara yang mengalami sumbatan baik sebelum dan selama menyusui, cara ini dapat membantu melonggarkan sumbatan ASI.

Kapan Harus Menghubungi Dokter atau Konselor Laktasi?

  1. Jika sumbatan ASI tidak mereda dengan perawatan di rumah
  2. Jika sumbatan ASI menyebabkan menyusui menjadi begitu menyakitkan dan membuat Anda tidak dapat menyusui

Referensi:

  1. Plugged Milk Ducts – What To Expect
  2. Blocked Ducts And Mastitis – dr. Jack Newman (International Breastfeeding Centre)
  3. Blocked Ducts During Breastfeeding – Baby Centre United Kingdom
  4. Clogged Milk Ducts – Baby Centre Advice Expert
Similar posts