Home » Kesehatan Wanita » Kontrasepsi » Suntikan Kombinasi

Suntikan Kombinasi

Suntikan-Kombinasi_bundanetBerdasarkan jenis hormon yang terkandung maka kontrasepsi suntikan terbagi menjadi suntikan progestin dan suntikan kombinasi. Suntikan progestin hanya mengandung progestin, sedangkan suntikan kombinasi mengandung progestin dan estrogen.

Terdapat beberapa perbedaan antara kedua jenis kontrasepsi suntikan ini, antara lain perbedaan dalam penggunaannya di mana suntikan progestin diberikan setiap tiga bulan, dapat diberikan saat menyusui dan seringkali tidak haid selama menggunakan kontrasepsi tersebut. Sedangkan suntikan kombinasi diberikan sebulan sekali, tidak dianjurkan diberikan pada ibu menyusui dan biasanya bunda masih haid setiap bulan.

Suntikan kombinasi terdiri dari dua jenis, yaitu yang mengandung 25mg depo medroksiprogesteron asetat dan 5mg estradiol sipionat serta yang mengandung 50mg noretindron enantat dan 5mg estradiol valerat.

Cara kerja suntikan kombinasi ini adalah menekan terjadinya ovulasi (keluarnya sel telur dari indung telur), membuat lendir leher rahim menjadi kental sehingga sperma sulit masuk ke dalam rahim, terjadi perubahan pada lapisan dalam rahim sehingga implantasi (menempelnya hasil pembuahan di rahim) terganggu serta menghambat perjalanan hasil pembuahan oleh saluran telur. Suntikan kombinasi merupakan metode kontrasepsi yang sangat efektif (0,1 – 0,4 kehamilan per 100 perempuan) selama tahun pertama penggunaan.

Suntikan-Kombinasi_bundanet

KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN KONTRASEPSI  KOMBINASI
  • Resiko terhadap kesehatan kecil
  • Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri
  • Tidak diperlukan pemeriksaan dalam
  • Dapat digunakan jangka panjang
  • Efek samping yang ditimbulkan sangat kecil

Keuntungan nonkontrasepsi :

  • Mengurangi jumlah darah haid dan nyeri haid sehingga bisa mencegah anemia
  • Membantu mencegah kanker ovarium dan kanker endometrium
  • Mengurangi terjadinya tumor jinak payudara dan kista ovarium

 

KETERBATASAN MENGGUNAKAN KONTRASEPSI  KOMBINASI
  • Terjadi perubahan pola haid (menjadi tidak teratur, perdarahan bercak/ spotting atau perdarahan sela sampai 10 hari).
  • Mual, sakit kepala, nyeri payudara ringan (namun keluhan seperti ini akan hilang setelah suntikan kedua atau ketiga).
  • Efektivitasnya berkurang apabila digunakan bersamaan dengan obat epilepsi atau obat-obatan tuberkulosis.
  • Penambahan berat badan
  • Kemungkinan terlambatnya pemulihan kesuburan setelah penghentian pemakaian.
  • Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan penyakit menular seksual, hepatitis B atau infeksi virus HIV.


YANG BOLEH MENGGUNAKAN SUNTIKAN KOMBINASI

Siapa saja sih wanita yang boleh menggunakan suntikan kombinasi ini?

  • Bunda yang berusia reproduksi
  • Telah memiliki anak ataupun yang belum memiliki anak
  • Ingin mendapatkan kontrasepsi dengan efektivitas yang tinggi
  • Menyusui ASI pasca persalinan ˃ 6 bulan
  • Bunda yang baru melahirkan dan tidak menyusui
  • Bunda yang mengalami anemia dan nyeri haid hebat
  • Bunda dengan siklus haid teratur
  • Bunda yang memiliki riwayat kehamilan ektopik.
YANG TIDAK BOLEH MENGGUNAKAN SUNTIKAN KOMBINASI
  • Hamil atau diduga hamil
  • Menyusui
  • Perdarahan lewat vagina yang belum jelas penyebabnya
  • Penyakit hati akut (virus hepatitis)
  • Usia > 35 tahun yang merokok
  • Riwayat penyakit jantung, stroke atau dengan tekanan darah tinggi (> 180/110 mmHg)
  • Riwayat kelainan tromboemboli atau dengan diabetes > 20 tahun
  • Kelainan pembuluh darah yang menyebabkan sakit kepala atau migren
  • Kanker payudara


KEADAAN YANG MEMERLUKAN PENGAWASAN KHUSUS

Keadaan   Anjuran
Tekanan darah tinggi ˃ 180/110 mmHg dapat diberikan, tetapi perlu pengawasan.
Kencing manis Dapat diberikan pada kasus tanpa komplikasi dan kencing manisnya terjadi ˂20 tahun. Perlu diawasi.
Migrain Bila tidak ada gejala neurologik yang berhubungan dengan sakit kepala, boleh diberikan.
Menggunakan obat tuberkulosis/ obat epilepsi Berikan pil kontrasepsi kombinasi dengan 50µg etinilestradiol atau cari metode kontrasepsi lain.
Mempunyai penyakit anemia bulan sabit (Sickle Cell) Sebaiknya jangan menggunakan suntikan kombinasi.


KAPAN DAPAT MULAI MENGGUNAKAN SUNTIKAN KOMBINASI?

Suntikan pertama dapat diberikan dalam waktu 7 hari siklus haid. Bila dilakukan saat haid maka tidak diperlukan kontrasepsi tambahan.

Bila suntikan pertama diberikan setelah hari ke-7 siklus haid, bunda tidak boleh melakukan hubungan seksual selama 7 hari setelah suntik atau menggunakan kontrasepsi lain untuk 7 hari ke depan.

Bila belum haid, suntikan pertama dapat diberikan setiap saat, asal saja dapat dipastikan bunda sedang tidak hamil. Bunda tidak boleh melakukan hubungan seksual selama 7 hari atau menggunakan kontrasepsi lain selama masa waktu 7 hari.

Pasca melahirkan, bila bunda tidak menyusui, suntikan kombinasi dapat diberikan segera setelah nifas.

Pasca keguguran, suntikan kombinasi dapat segera diberikan atau dalam waktu 7 hari.

Bunda yang sedang menggunakan metode kontrasepsi hormonal yang lain dan ingin menggantinya dengan kontrasepsi hormonal kombinasi. Selama Bunda menggunakan kontrasepsi sebelumnya dengan benar, suntikan kombinasi dapat segera diberikan tanpa perlu menunggu haid. Bila ragu, lakukan uji kehamilan terlebih dahulu.

Bila kontrasepsi sebelumnya juga kontrasepsi hormonal, dan Bunda tersebut ingin menggantinya dengan suntikan kombinasi, maka suntikan kombinasi tersebut dapat diberikan sesuai jadwal kontrasepsi sebelumnya. Tidak perlu menggunakan kotrasepsi lain.

Bunda yang menggunakan metode kontrasepsi non hormonal dan ingin menggantinya dengan suntikan kombinasi, maka suntikan pertama dapat segera diberikan, asal saja diyakini Bunda sedang tidak hamil, dan pemberiannya tanpa perlu menunggu datangnya haid. Bila diberikan pada hari 1 – 7 siklus haid, metode kontrasepsi tidak diperlukan. Bila sebelumnya menggunakan AKDR (IUD), dan ingin menggantinya dengan suntikan kombinasi, maka suntikan pertama diberikan hari 1 – 7 siklus haid. Cabut segera AKDR.

CARA PENGGUNAAN

Kontrasepsi ini disuntikan setiap bulan oleh dokter atau bidan di tempat pelayanan kesehatan. Bunda akan diminta datang setiap 4 minggu. Suntikan ulang dapat diberikan 7 hari lebih awal, dengan kemungkinan terjadi gangguan perdarahan. Dapat juga diberikan setelah 7 hari dari jadwal yang telah ditentukan, asal saja diyakini Bunda sedang tidak hamil dan tidak melakukan hubungan seksual selama 7 hari tersebut. Apabila ragu, lakukan tes kehamilan terlebih dahulu.

TANDA-TANDA YANG HARUS DI WASPADAI SETELAH MENGGUNAKAN SUNTIKAN KOMBINASI

Setelah Bunda memutuskan untuk memilih menggunakan kontrasepsi kombinasi ini, bunda juga harus mengetahui apa tanda-tanda yang harus diwaspadai pada pengguna suntikan kombinasi, apa saja itu?

  • Nyeri dada hebat atau nafas pendek. Kemungkinan adanya bekuan darah di paru atau serangan jantung.
  • Sakit kepala hebat, atau gangguan penglihatan. Kemungkinan terjadi stroke, hipertensi atau migrain.
  • Nyeri tungkai hebat. Kemungkinan telah terjadi sumbatan pembuluh darah pada tungkai.
  • Tidak terjadi perdarahan atau spotting selama 7 hari sebelum suntikan berikutnya, kemungkinan terjadi kehamilan.

Gejala-gejala diatas sangat jarang terjadi, namun apabila Bunda merasakan salah satu gejala di atas, segera konsultasikan pada dokter atau bidan Bunda ya.

Updated: 07/06/2016

Similar posts