Home » Kesehatan Anak » Tips Mengatasi Anak Susah Makan

Tips Mengatasi Anak Susah Makan

Susah-makan-bundanetSiapa yang tidak pusing bila si buah hati susah makan? Berbagai upaya tentu akan dilakukan Bunda agar anaknya mau makan. Tidak jarang Bunda memaksa anaknya agar mau makan, yang justru memicu ‘peperangan’ antara Bunda dan anak. Bunda juga sering memberikan multivitamin dan penambah nafsu makan dengan anggapan dapat memenuhi kebutuhan gizi anak dan meningkatkan nafsu makannya. Namun, apakah itu langkah yang tepat?

PENYEBAB ANAK SUSAH MAKAN

Jika kita memahami kenapa buah hati kita sering menolak makanan yang kita berikan, maka vitamin dan penambah nafsu makan sama sekali tidak diperlukan. Sebagian besar penyebab susah makan pada anak adalah faktor kejiwaan dan lingkungan anak seperti pemaksaan pada anak sehingga anak trauma, kekerasan pada anak, interaksi dengan orang tua kurang, orang tua kurang persuasif, anak tidak mau makan karena mencari perhatian orang tua, rasa makanan yang tidak enak, atau makanan yang diberikan kurang variatif dan kreatif. Sebagian kecil susah makan disebabkan anak sedang sakit. Anak yang sedang sakit, baik sakit ringan maupun sakit berat, tentu mengalami penurunan nafsu makan.

TIPS MENGATASI ANAK SUSAH MAKAN

Membangun interaksi yang baik antara orang tua dan anak merupakan pilar utama mengatasi masalah susah makan pada anak. Berikut ini beberapa tips mengatasi anak susah makan:

Segera bawa anak anda ke Unit Gawat Darurat (UGD) bila :

  • Buat suasana makan yang menyenangkan. Ajak anak makan bersama keluarga/saudara. Saat makan, usahakan anak tidak terganggu dengan berbagai hal seperti gadget dan televisi.
  • Berikan makanan sesuai jadwal teratur.
  • Jangan memaksa anak makan atau menghabiskan makanan. Bujuk anak untuk makan, penolakan bukan berarti anak tidak mau makan.
  • Puji anak bila mau makan.
  • Sajikan makanan yang variatif dan kreatif dengan warna, bentuk, dan aroma makanan yang menarik.
  • Jika menawarkan makanan yang baru bagi anak, bersabarlah membujuk anak makan.
  • Hindari makanan yang kandungan nutrisinya kurang karena dapat mempengaruhi nafsu makanan anak. Hindari memberikan cemilan yang tidak sehat atau minuman manis karena dapat membuat anak merasa kenyang.
  • Orang tua memberikan contoh makan yang baik yaitu gemar makan sayuran dan buah-buahan.


PERLUKAH VITAMIN DAN PENAMBAH NAFSU MAKAN?

Anak tidak membutuhkan suplemen vitamin. Karena kebutuhan vitamin anak dapat dipenuhi dari makanan sehari-hari. Buah-buahan dan sayuran merupakan sumber vitamin terbaik. Selain merupakan sumber alami, buah-buahan dan sayuran mengandung serat tinggi sehingga baik untuk pencernaan anak. Pemberian buah-buahan dan sayuran sejak dini dapat mencegah masalah susah makan di kemudian hari.

KELIRUMONOLOGI Suplemen Penambah Nafsu Makan

Suplemen/Obat Anggapan Orang Fakta Risiko Efek Samping
Multivitamin Dapat memenuhi kebutuhan vitamin anak dan meningkatkan nafsu makan. Vitamin anak dapat dipenuhi dari buah dan sayuran.

Vitamin tidak dapat meningkatkan nafsu makan.

Pemberian dosis besar dapat terjadi overdosis.
Lysine (asam amino esensial) Membantu tumbuh kembang anak dan meningkatkan nafsu makan. Kebutuhan lysine dapat dipenuhi dari makanan yang kaya lysine: daging, ayam, keju, ikan, telur, dan kacang.
Isoniazid Meningkatkan nafsu makan Isoniazid adalah obat tuberkulosis (TBC) Neuritis perifer, neuritis optis, hepatitis, dan insomnia.
Cyproheptadine Meningkatkan nafsu makan Cyproheptadine adalah obat alergi. Halusinasi, mulut kering, insomnia, dan tremor.
Curcuma Meningkatkan nafsu makan, meningkatkan kekebalan tubuh. Penelitian tidak membuktikan curcuma dapat meningkatkan nafsu makan.

Peran curcuma dalam meningkatkan kekebalan tubuh masih kontroversial.

Penambah nafsu makan juga tidak diperlukan oleh anak. Tidak terdapat penelitian yang menyatakan bahwa penambah nafsu makan efektif mengatasi masalah susah makan. Beberapa penambah nafsu makan yang sering diberikan atau bahkan diresepkan oleh dokter seperti isoniazid, cyproheptadine, dan curcuma justru dapat menimbulkan efek samping pada anak. Sebagai contoh, isoniazid merupakan obat untuk pengobatan tuberkulosis. Obat tersebut mempunyai risiko efek samping hepatitis (penyakit liver). Bila masalah anak kita hanya susah makan, kenapa harus diberikan obat tuberkulosis? Kenapa kita justru mengorbankan kesehatan anak kita?

Updated: 04/06/2016

Similar posts