Home » Menyusui » Syarat Pendonor ASI

Syarat Pendonor ASI

syarat-pendonor-asi-bundanetDapat memberikan ASI secara eksklusif merupakan keinginan setiap ibu yang menyusui anaknya. Bagi ibu yang memiliki produksi ASI yang banyak bahkan cenderung berlebihan, tentu memiliki keinginan untuk dapat menjadi pendonor ASI. Lalu bolehkah sebetulnya mendonorkan ASI jika kita memiliki produksi ASI yang berlebih?

Air Susu Ibu (ASI) juga merupakan cairan tubuh manusia, sama halnya dengan darah. Seorang pendonor darah wajib dalam keadaan sehat dan memenuhi kualifikasi sebelum mendonorkan darahnya. Begitu pula dengan pendonor ASI. Lalu apa saja syarat menjadi seorang Ibu Pendonor ASI? Adakah pemeriksaan yang harus dijalani sebelum menjadi pendonor ASI?

Syarat Menjadi Pendonor ASI

  1. Bayi telah berusia lebih dari 6 bulan
  2. Bayi dalam kondisi sehat serta tidak memiliki masalah kesehatan dan masalah berat badan
  3. Produksi ASI telah memenuhi kebutuhan bayi dan memutuskan untuk mendonorkan ASI atas dasar produksi ASI yang berlebihan
  4. Tidak merokok
  5. Tidak mengkonsumsi minuman berakohol
  6. Tidak menerima transfusi darah atau transplantasi organ atau jaringan tubuh selama 12 bulan terakhir
  7. Tidak mengkonsumsi obat atau suplemen herbal termasuk hormon insulin, hormon tiroid, dan produk yang dapat mempengaruhi bayi.
  8. Tidak ada riwayat menderita penyakit menular seperti Hepatitis, HIV atau Human T-lymphotropic Virus 2 (HTLV2)
  9. Tidak memiliki pasangan seksual yang beresiko menularkan penyakit menular seperti HIV, HTLV2, Hepatitis B atau C, termasuk penderita hemofilia yang rutin menerima transfusi darah)
  10. Tidak memiliki riwayat penyakit kanker
  11. Tidak terinfeksi Human Papiloma Virus (HPV)

Setelah syarat-syarat tersebut telah terpenuhi, Bunda perlu melakukan serangkaian pemeriksaan seperti:

  1. Pemeriksaan HIV, HTLV, Sifilis, Hepatitis B, Hepatitis C dan CMV (jika akan mendonorkan ASI pada bayi prematur)
  2. Apabila ada keraguan pada status pendonor, pemeriksaan dapat dilakukan setiap 3 bulan sekali

Menjaga Kualitas ASI Yang Di Donorkan

  1. Pendonor ASI harus telah mengikuti pelatihan mengenai manajemen ASI Perah, menjaga kebersihan ASI Perah dan cara memerah ASI yang benar
  2. ASI Perah harus disimpan didalam wadah bersih dan tertutup seperti botol kaca bertutup karet, wadah plastik ASI yang BPA Free dan berbahan polypropylene atau polycarbonate.

Pendokumentasian

Dokumentasi menjadi hal terpenting dalam proses donor ASI. Pendokumentasian berisi identitas pendonor ASI, identitas penerima donor ASI, lembar persetujuan, dan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan pendonor ASI. Peran pemerintah melalui Kementrian terkait atau LSM sangat diperlukan untuk pelaksanaan dan pengawasan kegiatan donor ASI. Kebijakan pemerintah diperlukan untuk mengatur penggunaan ASI Donor.

Referensi:

  1. Donor Qualification Guidelines (nationalmilkbank.org)
  2. Donor ASI (I Gusti Ayu Nyoman Pratiwi – Ikatan Dokter Anak Indonesia)
Similar posts