Home » Kehamilan » Melahirkan » Tahap – Tahap Dalam Proses Persalinan

Tahap – Tahap Dalam Proses Persalinan

Proses persalinan merupakan proses yang dinamis dan merupakan rangkaian proses yang bisa berlangsung sejam hingga 24 jam bahkan lebih. Cepat atau lambatnya proses persalinan tergantung dari banyak faktor. Pada saat persalinan pertama kali biasanya memerlukan waktu yang lebih lama. Hal ini terjadi karena leher rahim dan vagina pada saat persalinan pertama kali masih kaku sehingga proses persalinan memerlukan waktu yang lebih lama.

tahap_tahap_persalinan_bundanet

Berapa lama proses persalinan akan berlangsung dan bagaimana hal itu berlangsung akan berbeda-beda dari satu wanita dengan wanita lain dan dari persalinan yang pertama dengan yang berikutnya.

tahap_tahap_persalinan_bundanetWalaupun setiap proses persalinan adalah unik, urutan proses yang terjadi akan tetap sama. Proses persalinan dibagi menjadi tiga tahap yang biasa disebut sebagai kala.

Kala I terjadi ketika proses pembukaan leher rahim. Kala I merupakan proses yang paling lama dibandingkan lainnya dan kala I ini dibagi lagi menjadi fase laten, fase aktif dan transisi.

Kala II adalah saat mengedan dan melahirkan bayi.

Kala III adalah lahirnya plasenta.

Kala I : fase laten, fase aktif dan transisi

tahap_tahap_persalinan_bundanet

Selama persalinan, leher rahim akan mengalami penipisan dan pembukaan sehingga bayi dapat turun ke dalam vagina sebagai persiapan untuk mengedan dan melahirkan. Sejalan dengan waktu, leher rahim yang tebal dan tertutup akan menipis dan terbuka penuh 10 cm. Pembukaan ini cukup luas untuk kepala bayi agar bisa melewati leher rahim. Rahim merupakan organ berupa kumpulan otot yang membentuk rongga. Bayangkan rahim seperti sebuah botol besar elastis yang terbalik. Leher rahim adalah leher botol tersebut. Saat persalinan di mulai leher rahim tertutup.

tahap_tahap_persalinan_bundanetDengan kontraksi menyebabkan leher rahim menjadi terbuka akibat otot rahim mengkerut (kontraksi) dan menekan ke arah bawah. Kontraksi rahim menyebabkan terjadinya pembukaan dengan dua cara. Selama kontraksi, bayi akan ditekan ke arah leher rahim sehingga leher rahim akan terbuka. Kontraksi juga menyebabkan leher rahim menjadi tipis dan ditarik ke sekeliling kepala bayi. Kontraksi berulang akan menyebabkan leher rahim akan terbuka lengkap 10 cm.

Fase Laten

Fase laten merupakan fase dimana leher rahim yang tertutup menjadi terbuka hingga 3 cm. Periode ini biasanya yang paling lama, tetapi pada fase ini kontraksi masih ringan dan jarang sehingga masih sangat bisa ditoleransi. Secara umum, kontraksi selama fase laten berlangsung 30-60 tahap_tahap_persalinan_bundanetdetik. Kontraksi bisa belum teratur atau sudah teratur, dengan interval antara 5-20 menit. Biasanya dengan intensitas ringan hingga sedang. Bersamaan dengan kontraksi, bunda dapat mengalami sakit pinggang, lambung terasa tidak  nyaman dan mungkin diare. Beberapa wanita merasakan sensasi hangat pada perut saat persalinan dimulai. Bunda juga mungkin mendapatkan adanya bloody show –  lendir kental yang bersemu darah dari vagina – akibat mulai terbukanya leher rahim. Fase laten dapat berlangsung beberapa jam hingga berhari-hari, jadi bunda harus bersabar. Leher rahim harus lunak dan tipis dahulu sebelum dapat terbuka.

Apa yang bunda bisa lakukan

Sebelum kontraksi makin sering dan kuat, bunda masih dapat melakukan pekerjaan rumah tangga, menonton televisi atau film, bermain game atau menelepon seseorang. Pilih aktivitas yang paling nyaman untuk bunda dan membantu mengalihkan bunda dari kontraksi. Bunda bisa duduk santai di kursi atau berjalan berkeliling. Berjalan merupakan aktivitas yang baik karena dapat membantu proses persalinan.

Saat fase laten, aktivitas di bawah ini juga bisa membantu :

  • Mandi atau berendam
  • Mendengarkan musik yang membuat relaksasi
  • Minta suami untuk memijat
  • Coba untuk bernapas dalam dan perlahan
  • Sering berganti posisi
  • Minum air, jus atau cairan lainnya
  • Makan makanan ringan dan sehat
  • Kompres dengan handuk basah
  • Gunakan pelembut bibir bila bibir kering
  • Berkemih sesering mungkin
  • Untuk mengurangi sakit pinggang, kompres hangat atau es atau gunakan bergantian.

Tanpa pemeriksaan, tidak mungkin untuk mengetahui apakah bunda sudah sampai pada tahap fase aktif atau belum, tetapi banyak tanda yang bunda dapat rasakan untuk menentukan kapan bunda berangkat ke rumah sakit.

Saat di Rumah Sakit

Saat tiba di rumah sakit, bunda akan diantar ke kamar bersalin. Beberapa hal yang biasanya dilakukan di kamar bersalin adalah :

  • Tanya jawab seputar riwayat kehamilan, riwayat persalinan sebelumnya, riwayat penyakit, riwayat alergi dan riwayat operasi
  • Pemeriksaan tanda vital : tekanan darah, nadi dan suhu
  • Pemeriksaan kardiotokografi untuk menilai kondisi bayi dan kontraksi rahim
  • Pemeriksaan dalam vagina untuk menilai pendataran dan pembukaan leher rahimtahapan-dalam-persalinan-bundanet

Jika kontraksi rahim belum cukup kuat untuk membuka leher rahim sehingga belum ada pembukaan, bunda mungkin akan ditawarkan untuk pulang dulu sambil menunggu kontraksi yang lebih teratur dan lebih kuat. Kontraksi kadang-kadang diawalnya dapat teratur, tetapi kemudian ditengah proses persalinan berhenti atau berkurang.

Fase Aktif

Fase aktif berlangsung sejak pembukaan leher rahim 4 cm hingga hampir 7 cm. Fase aktif merupakan awal dari kerja keras sebelum menjadi ibu. Kontraksi akan menjadi lebih kuat dan secara progresif menjadi lebih lama. Lama kontraksi minimal 45 detik hingga 1 menit. Jarak antara kontraksi antara tiga hingga empat menit, atau bahkan bisa berjarak antara dua hingga tiga menit. Karena itu, pada fase ini, waktu istirahat bunda di antara kontraksi menjadi lebih singkat. Kabar baiknya adalah fase ini berlangsung lebih singkat. Bayi dalam perjalanan turun ke dalam rongga panggul bersamaan dengan berlanjutnya pembukaan leher rahim. Pada fase ini, untuk wanita yang pertama kali melahirkan, rata-rata leher rahim akan terbuka 1 cm tiap jam. Sedangkan pada wanita yang sudah pernah melahirkan, proses pembukaan akan berlangsung lebih cepat. Fase aktif, rata-rata, berlangsung antara tiga hingga delapan jam, secara umum berlangsung lebih singkat dibandingkan fase laten, tetapi berlangsung lebih intens. Selama fase ini akan dilakukan :

tahap_tahap_persalinan_bundanet

  • Pemeriksaan panggul, untuk memantau perubahan yang terjadi pada leher rahim (penipisan dan pembukaan leher rahim).
  • Pemeriksaan kondisi bayi dengan mendengar dan menghitung detak jantung janin atau dengan kardiotokografi
  • Memantau kondisi dan tanda vital ibu.

Saat ini mungkin saja ketuban sudah pecah spontan atau petugas kesehatan akan memecahkan selaput ketuban untuk mempercepat proses persalinan.

Apa yang bunda rasakan

Saat fase aktif, kontraksi akan menjadi lebih nyeri dan mungkin akan merasakan peningkatan tekanan di pinggang. Saat ini mungkin bunda akan sulit untuk berbicara saat kontraksi terjadi. Diantara kontraksi bunda masih dapat berbicara, menonton televisi atau mendengarkan musik, minimal saat fase awal dari fase aktif.

Saat ini mungkin sudah sulit untuk tersenyum, merasa lebih lelah, lebih sensitif dan mudah marah. Di sinilah pentingnya mengikuti kelas persiapan melahirkan. Teknik pernapasan dan relaksasi dibutuhkan untuk bunda tetap tenang, mencegah mengedan saat kontraksi terjadi dan lebih mudah melalui fase ini.  Tetap konsentrasi, cari posisi yang paling nyaman dan buat kondisi ruangan senyaman mungkin.

Apa yang dapat bunda lakukan

teknik-relaksasi-bundanetUntuk melawan rasa yang makin tidak nyaman, gunakan teknik pernapasan dan relaksasi. Jika bunda belum pernah berlatih teknik ini, bidan atau dokter dapat memberikan contoh sederhana latihan pernapasan untuk membantu  melewati kontraksi. Sebagian wanita dapat melewati fase ini dengan cara alamiah, tetapi sebagian memerlukan bantuan penghilang nyeri (intrathecal labour analgesia/ILA) untuk melewati fase ini. Diskusikan dengan dokter anda untuk berbagai pilihan untuk membantu mengurangi nyeri yang terbaik untuk anda. Beberapa wanita merasa terbantu saat nyeri makin terasa dengan birthing ball atau mandi air hangat akan membantu mereka lebih rileks diantara kontraksi. Penurunan bayi juga dapat terbantu dengan sering berganti posisi. Berjalan akan mempercepat kemajuan persalinan karena pengaruh gerakan dan gaya gravitasi. Jika bunda merasa nyaman saat berjalan, lanjutkan berjalan, dan berhenti untuk mengatur pernapasan saat kontraksi. Lakukan berbagai variasi aktivitas karena tidak ada pendekatan tunggal yang bisa berhasil melewati proses melahirkan.

cara-mengurangi-sakit-saat-bersalin-bundanetCoba untuk konsentrasi melakukan relaksasi diantara kontraksi. Dengan begitu akan membantu bunda tetap kuat melewati tiap tahap dari proses melahirkan. Gunakan waktu tersebut untuk terus menjaga mental untuk melewati proses ini.

Kontraksi mungkin berat, tetapi proses persalinan ini tidak akan berlangsung selamanya, dan satu-satunya cara adalah dengan melalui proses ini dengan keinginan kuat dan konsentrasi.

Selama fase aktif, coba untuk berkemih setiap jam atau lebih sering. Bunda mungkin tidak akan merasakan keinginan untuk berkemih karena tekanan dari proses penurunan bayi, jadi minta bidan untuk mengingatkan bunda, jika perlu, untuk mengosongkan kandung kemih. Saat kepala bayi sudah sangat turun sehingga bunda bisa kesulitan untuk berkemih spontan atau jika bunda menggunakan epidural untuk mengurangi nyeri maka bidan mungkin akan menggunakan kateter untuk mengosongkan kandung kemih.

Bunda juga mungkin merasa sedikit mual selama fase aktif. Petugas kesehatan akan mengijikan bunda untuk minum air putih atau makan makanan ringan. Untuk menjaga agara mulut dan tenggorokan tidak kering, isap potongan es atau permen. Gunakan lip balm untuk menjaga bibir tetap lembab.

Fase Transisi

fase_transisi_persalinan_bunanetFase terakhir dari Kala I dari persalinan disebut fase transisi. Fase ini merupakan fase terpendek tetapi merupakan fase tersulit. Selama transisi, leher rahim akan terbuka dari 7 cm hingga 10 cm. Kekuatan dan frekuensi kontraksi akan meningkat, dengan masa istirahat diantara waktu kontraksi akan lebih singkat. Mungkin hanya ada waktu untuk bernapas cepat sebelum muncul kontraksi berikutnya. Kontraksi mencapai intensitas puncak dengan segera, dan bisa berlangsung hingga 60 – 90 detik. Pada kenyataannya, mungkin terasa bagaikan kontraksi tersebut tidak pernah hilang sepenuhnya.

Bunda mungkin merasakan tekanan kuat pada punggung bawah dan anus. Mungkin juga bunda akan merasa mual dan muntah. Satu waktu akan merasa panas dan berkeringat, kemudian akan dingin dan menggigil. Tungkai bunda mulai gemetar atau kram, hal ini cukup umum terjadi.

Obat penghilang nyeri jarang diberikan dengan waktu kelahiran yang sudah dekat, tetapi kemungkinan masih tersedia. Pada saat ini, tidak dianjurkan pemberian obat anti nyeri intravena karena dapat mengganggu penapasan bayi saat lahir. Saat ini masih mungkin untuk memberikan epidural walaupun waktu persalinan sudah dekat. Percayakan kepada petugas kesehatan untuk membantu bunda membuat keputusan mengenai cara mengurangi nyeri.

Apa yang bunda rasakan

yang_dirasakan_saat_persalinan_bundanetFase transisi akan berlalu dengan cepat. Bunda dapat secara tiba-tiba melewati fase ini dan bersiap untuk mengedan. Atau mungkin bunda akan merasakan nyeri ini tidak pernah berakhir, dan tidak yakin apakah anda dapat menahan selama satu menit lagi. Banyak wanita, terutama yang mempraktekkan persalinan alami, merasa kelelahan dan agak kesulitan selama fase transisi. Jangan cemas jika bunda kehilangan kontrol emosi. Tetapi untuk membantu tetap fokus, coba untuk mengingat alasan sesungguhnya mengapa bunda harus melalui ini : UNTUK MELAHIRKAN DAN BERTEMU DENGAN BAYI ANDA. Dan bunda sudah hampir melewatinya! Tubuh bunda dirancang untuk melahirkan, dan bunda akan mampu melalui masa-masa sulit dari proses melahirkan. Jadi biarkan rahim anda melakukan tugasnya dan coba untuk tidak melawan atau takut terhadap nyeri.

Apa yang bisa bunda lakukan

yang_dilakukan_saat_bersalin_bundanetSelama fase transisi, konsentrasi untuk melewati tiap kontraksi. Jika hal ini membantu, fokus untuk melewati sebagian dari awal kontraksi. Setelah puncak dari kontraksi maka selanjutnya akan lebih mudah untuk dilalui. Selama fase transisi, bunda mungkin tidak ingin terganggu dengan suara radio atau televisi. Bunda mungkin dapat mencoba untuk melakukan beberapa teknik untuk melewati fase ini :

  • Melakukan perubahan posisi
  • Kompres dengan kain lembab dan dingin pada dahi
  • Meminta untuk dipijat diantara kontraksi
  • Lakukan teknik pernapasan, relaksasi dan fokus yang diajarkan di kelas prenatal

Jangan pikirkan tentang kontraksi yang sudah anda lewati atau kontraksi yang akan datang. Cukup tangani tiap kontraksi saat ia muncul. Makin berat fase ini dilalui, ingat bahwa hal ini berarti bunda hampir menyelesaikan fase ini. Panjang rata-rata fase transisi adalah 15 menit hingga 3 jam. Segera akan tiba waktunya untuk mengedan bayi hingga lahir!. Jika bunda merasakan keinginan untuk mengedan, coba untuk menahan hingga pembukaan leher rahim telah lengkap. Hal ini akan membantu mencegah leher rahim robek atau bengkak, yang mana akan memperlambat proses melahirkan. Memang sulit untuk menahan sensasi ini ketika tubuh mengisyaratkan untuk mengedan. Untuk melawan keinginan untuk mengedan, dengan bernapas seperti terengah-engah atau dengan cara meniup, kecuali jika anda diinstruksikan sebaliknya.

Kala II : Proses Melahirkan
proses_melahirkan_bundanet
Saat ini bunda akan diminta untuk mengedan, jadi bunda secara aktif akan terlibat sehingga proses melahirkan bisa terjadi. Segera puncak kepala bayi akan tampak pada liang vagina. Tetapi, walaupun suami dan petugas kesehatan sudah dapat melihat kepala bayi ketika anda mengedan, masih membutuhkan waktu 30-40 menit usaha anda untuk melahirkan bayi, khususnya jika menghindari episiotomi.

proses-lahirnya-bayi-bundanet

Kadang-kadang, ada kondisi di mana bayi membutuhkan dilahirkan dengan segera. Pada kondisi ini, episiotomi dilakukan untuk mempercepat proses melahirkan. Jika prosedur ini dibutuhkan maka bunda akan diberikan bius lokal. Pada sebagian besar kasus, proses melahirkan dapat terjadi tanpa perlu dilakukan prosedur ini.

saat_bayi_lahir_bundanet

Setelah mengedan hingga kepala bayi keluar maka bunda dianjurkan untuk berhenti mengedan sesaat ketika petugas kesehatan membersihkan jalan napas bayi dan memastikan tidak ada lilitan tali pusat yang mengganggu proses melahirkan. Bunda mungkin akan kesulitan untuk berhenti mengedan saat itu, tetapi berusahalah untuk mencoba. Supaya tidak mengedan, cobalah dengan cara bernapas cepat dan pendek.

Proses yang berjalan perlahan akan memberikan waktu daerah vagina untuk meregang sehingga robekan jalan lahir akan lebih minimal.

Agar tetap termotivasi, bunda mungkin bisa meraba kepala janin di vagina atau melihat kepala bayi dengan cermin. Saat ini sudah sangat dekat! Kemudian, anda akan terpacu untuk mengedan lagi. Hanya dengan beberapa kali mengedan lagi, bayi anda akan lahir!.

Segera setelah lahir

saat_bayi_lahir_bundanetSetelah lahir, bayi masih terhubung dengan plasenta melalui tali pusat. Seringkali suami dapat didampingi untuk memotong tali pusat. Biasanya tidak perlu tergesa-gesa untuk memotong tali pusat. Bagian pangkal tali pusat akan diklem, kemudian tali pusat digunting di antara dua klem tersebut. Jika tali pusat melilit leher bayi dengan ketat, tali pusat dapat di klem dan dipotong sebelum bahu bayi dilahirkan.

Segera setelah melahirkan, bayi akan diletakkan di lengan atau di atas perut bunda. Atau kadang-kadang, bayi mungkin akan diberikan ke perawat atau dokter anak untuk evaluasi dan observasi. Segera setelah melahirkan, bayi akan dikeringkan dan diberikan selimut untuk menjaga tetap hangat sambil dilakukan penilaian Apgar score pada menit pertama dan kelima. Pita identifikasi dipasang di lengan bayi sehingga bInisiasi_menyusu_dini_bundanetayi tidak tertukar. Hal ini hanya langkah awal dari banyak cara pencegahan untuk memastikan tidak terjadi kesalahan identifikasi. Segera setelah kondisi bayi stabil, bayi akan diletakkan di dada bunda untuk inisiasi menyusui dini (IMD). Tetapi jika bayi menunjukkan tanda berbahaya maka bayi perlu dibantu, misalnya kesulitan bernapas, maka bayi perlu di evaluasi lebih ketat.

Kala III: Lahirnya plasenta
proses-lahirnya-plasenta-bundanet

Plasenta merupakan organ yang melekat di dalam rahim dan terhubung dengan bayi melalui tali pusat. Organ ini berfungsi menyalurkan makanan ke bayi selama kehamilan. Pada fase ini, penting bagi petugas kesehatan untuk berusaha melahirkan plasenta dan memastikan bunda tidak mengalami perdarahan berlebihan.

Setelah bayi lahir, bunda tetap merasakan kontraksi. Kontraksi saat ini ringan dan diperlukan karena beberapa alasan – salah satunya adalah untuk membantu lahirnya plasenta. Biasanya 5-10 menit setelah bayi lahir, plasenta akan terlepas dari dinding rahim. Kontraksi akan mendorong plasenta keluar dari rahim menuju liang vagina. Bunda mungkin diminta sedikit mengedan sekali lagi untuk melahirkan plasenta, yang biasanya keluar bersama dengan gumpalan darah. Kadang-kadang, dibutuhkan waktu hingga 30 menit hingga plasenta terlepas dari dinding rahim dan keluar.

Petugas kesehatan mungkin akan memijat perut bagian bawah bunda setelah bayi lahir. Hal ini dilakukan untuk merangsang kontraksi rahim, untuk membantu plasenta keluar. Setelah plasenta lahir, bunda mungkin akan diberikan obat berupa suntikan atau infus oksitosin untuk menjaga rahim tetap kontraksi. Penting untuk mempertahankan kontraksi rahim setelah melahirkan. Kontraksi akan membantu menutup pembuluh darah yang terbuka akibat terlepasnya plasenta sehingga memperkecil risiko perdarahan. Kontraksi juga membantu rahim kembali ke ukuran semula.

Apa yang bunda rasakan

Bunda seharusnya tidak merasakan nyeri hebat saat rahim berkontraksi untuk mendorong plasenta keluar. Kemungkinan bagian tersulitnya adalah bersabar menunggu plasenta lahir. Pijatan pada perut bagian bawah oleh petugas kesehatan mungkin sedikit menyakitkan.

Apa yang bunda bisa lakukan

Bunda dapat membantu keluarnya plasenta dengan mengedan saat diperintahkan.  Saat mengedan, petugas kesehatan akan melakukan tarikan terkontrol pada tali pusat yang melekat ke plasenta. Proses IMD dan menyusui akan menyebabkan tubuh melepaskan hormon oksitosin yang akan menyebabkan kontraksi rahim.

lahirnya_plasenta_bundanetPada sebagian besar kasus, lahirnya plasenta merupakan bagian rutin dari proses melahirkan. Tetapi komplikasi bisa terjadi jika plasenta tidak terlepas secara spontan dari dinding rahim (retensi plasenta). Pada kasus retensi plasenta, petugas kesehatan harus menjangkau bagian dalam rahim dan mengeluarkan plasenta dengan tangan. Tindakan ini biasanya dilakukan dengan pembiusan. Setelah plasenta keluar, petugas kesehatan akan memeriksa untuk memastikan plasenta normal dan utuh. Jika plasenta tidak utuh, maka sisa plasenta dalam rahim harus dikeluarkan. Kadang-kadang dibutuhkan tindakan kuret untuk mengeluarkan sisa plasenta. Hal ini harus dilakukan, karena jika sisa plasenta tidak dikeluarkan akan menyebabkan perdarahan dan infeksi.

plasenta_bundanetSebagian besar wanita tidak pernah melihat plasenta. Jika tertarik, bunda dapat meminta untuk melihatnya. Biasanya plasenta berbentuk bundar dan datar, merah, dengan diameter kira-kira 15-20 cm dan berat kira-kira 500 gr. Pada kehamilan kembar, mungkin akan ditemukan lebih dari satu plasenta. Atau hanya satu plasenta dengan lebih dari satu tali pusat yang keluar dari plasenta.

Bertemu dengan bayi
bertemu_dengan_bayi_bundanet
Pada sebagian besar orang tua, semua persiapan, nyeri dan usaha yang dilakukan untuk menyambut bayi ini lahir ke dunia akan segera dilupakan saat mereka menggendong bayi. Hal ini merupakan momen yang sangat penting dalam hidup anda. Anda adalah orang tua baru. Manusia baru telah lahir diantara kita. Ini merupakan keajaiban.

Nikmati momen ini, momen yang sangat indah dan tidak ada hal lain dalam hidup yang dapat menyamainya.

Updated: 06/06/2016

Similar posts