Home » Menyusui » Tanda Bayi Cukup ASI

Tanda Bayi Cukup ASI

Tanda-Bayi-Cukup-ASI-BundanetApakah bayi saya mendapatkan cukup ASI? Tentu pertanyaan ini sering muncul dibenak Bunda saat menyusui. Ini merupakan sesuatu yang baik! Kita memang harus mengetahui apakah bayi mendapatkan cukup ASI. Kebiasaan masyarakat yang berpatok pada angka sering membuat Bunda khawatir tentang jumlah ASI yang diperoleh bayi. Namun ada beberapa cara untuk mengetahui tanda bayi cukup ASI. Cara cepat mengetahui bayi mendapatkan cukup ASI adalah dengan melihat seberapa baik bayi menyusu dan mengamati bayi setelah menyusu – apakah bayi nyaman, tertidur pulas, apa ia mencari-cari atau menghisap tangannya?

  • CARA BAYI MENGHISAP
    Bayi yang mendapatkan jumlah ASI yang cukup akan menghisap payudara dengan cara yang sangat khas. Ketika bayi mendapatkan ASI (dia bukan mendapatkan susu karena membuat gerakan menghisap pada payudara), ada jeda yang terlihat pada dagunya setelah ia membuka mulut selebar-lebarnya dan sebelum menutup mulut. Satu gerakan menghisap adalah membuka mulut selebar-lebarnya, jeda, lalu menutupnya. Semakin panjang jeda semakin banyak ASI yang diperoleh. Ini bisa dilihat di http://bit.ly/gIy2Vy 
  • BAYI TENANG DAN RILEKS
    Bayi terlihat rileks dan puas setelah menyusu dan akan melepas sendiri mulutnya dari payudara Bunda.
  • FREKUENSI BAB
    Bayi ASI biasanya akan BAB sebanyak 2 kali atau lebih setiap harinya. Beberapa hari pertama setelah kelahirannya bayi mengeluarkan mekonium berwarna hijau pekat hampir hitam, itu merupakan bahan yang telah terkumpul di dalam ususnya selama kehamilan. Kotoran (mekonium) akan keluar selama beberapa hari pertama, dan kemudian pada hari ketiga ketika bayi minum lebih banyak ASI, buang air besar menjadi lebih cerah.Biasanya pada hari keempat buang air besar sudah berbentuk kotoran ASI yang wajar. Kotoran ASI yang wajar memiliki bentuk kental sampai encer, berwarna kuning pekat, dan biasanya sedikit berbau.Meski begitu, buang air besar juga mungkin bervariasi. BAB dapat berwarna hijau atau jingga, berbiji, terdapat dadih atau lendir, atau penuh buih. Perbedaan warna tersebut tidak menunjukkan masalah. Selama bayi hanya mendapatkan ASI SAJA hal tersebut adalah NORMAL. Beberapa bayi ASI setelah tiga sampai empat pekan pertama kehidupannya, mendadak dapat mengubah pola buang air besar mereka dari sering menjadi sekali dalam tiga hari atau bahkan kurang. Itu wajar karena ASI diserap sempurna oleh pencernaan Bayi, lain hal nya dengan susu formula, susu formula tidak dapat diserap secara sempurna oleh pencernaan bayi.

Konsultasikan ke dokter anak jika bayi Bunda tidak BAB lebih dari 7-8 hari.

  • FREKUENSI BAK
    Bayi ASI akan BAK sebanyak 5-6 kali sehari dengan warna urin yang tidak pekat dan bau menyengat. Setelah beberapa hari pertama BAK seharusnya hampir tidak berwarna, namun tidak perlu khawatir jika sesekali tampak sedikit lebih gelap.

Bunda yang menyusui bayinya cenderung lebih banyak berinteraksi, ini artinya Bunda lebih peka terhadap bayinya. Misalnya kita tidak bisa mengukur berapa banyak ASI yang sudah diminum, artinya kita harus belajar melihat tanda-tanda ketika bayinya lapar. Semakin Bunda memahami, menanggapi dan memprediksikan kebutuhan bayinya, semakin mudah juga bayi memahami lingkungannya. Secara tidak langsung bayi juga memulai interaksinya saat mereka disusui. Mendorong mereka belajar kasih sayang untuk pertama kalinya. Pemberian ASI tidak hanya karena gizi dan semua kebaikan yang terkandung di dalamnya. Tapi juga bisa membangun hubungan yang lebih cerdas antara Bunda dan bayi. Jadi masalahnya bukan terletak pada ASInya sedikit atau banyak, Payudara besar atau kecil, atau dikasih susu formula atau tidak. Tapi lebih kepada usaha Bunda untuk mau atau tidak mau menyusui.

Updated: 06/06/2016

Similar posts