Home » Menyusui » Tanda Bayi Lapar

Tanda Bayi Lapar

tanda_bayi_lapar_bundanetSetiap bayi memiliki cara berbeda untuk menunjukkan kalau ia merasa lapar. Namun, lama kelamaan, Bunda akan semakin mahir untuk mengenali bahwa bayinya mulai lapar, apa sajakah tanda-tanda bayi lapar?

Tanda-tanda bayi lapar biasanya berupa:

  • Mulut, bibir, dan lidah bergerak, misalnya membuat gerakan mengisap; membuka dan menutup mulut; menjulurkan lidah.
  • Bayi akan menggerakkan kepalanya dari kiri ke kanan (atau sebaliknya), seperti mencari sesuatu; disebut dengan reflex rooting. Bila Bunda menyentuh sisi kepala bayi dan bayi mencari sesuatu untuk diisap, berarti ia lapar.
  • Bayi akan meletakkan tangannya di mulut dan mengisapnya.
  • Memutarkan kepalanya ke arah payudara jika Bunda menggendongnya.
  • Menangis merupakan tanda lapar yang lanjut.
  • Kadang-kadang, Bunda merasakan payudaranya penuh.

Berikut ini akan kami bagikan tips bagi Bunda yang sedang menyusui:

  1. ASI on Demand. Jangan menjadwalkan pemberian ASI. Susuilah bayi sesering mungkin sesuai dengan keinginannya dan hentikan menyusui hanya setelah bayi merasa kenyang. Karena ASI diproduksi sesuai dengan kebutuhan, semakin di hisap oleh bayi atau semakin sering payudara kosong, maka semakin sering pula ASI akan di produksi.
  2. Bantu bayi bila menunjukkan gejala akan bersendawa. Bagaimana caranya? Sendawakan dengan menggendong tegak pada dada Bunda dan tepuk-tepuk perlahan punggungnya. Dengan begitu maka udara yang terhisap bersama ASI secara perlahan akan keluar. Atau, dudukan bayi di pangkuan Bunda, letakkan salah satu telapak tangan Bunda di perut bayi dan telapak tangan lain dipunggung bayi, condongkan badan bayi sampai sebagian berat badan bayi tertumpu pada tangan yang menunjang perut bayi dan dagu bayi menempel pada tangan Bunda, tepuk-tepuk perlahan punggung bayi dengan tangan Bunda.
  3. Susui dengan kedua payudara secara bergantian. Setiap kali memulai menyusui, gunakan payudara secara bergantian atau susui dari payudara yang terasa paling penuh terlebih dahulu.
  4. Agar ASI tidak memancar sewaktu akan disusukan, keluarkan sedikit dengan tangan sebelum mulai menyusui untuk menghindari bayi tersedak dan menolak susu. Caranya adalah dengan menopang payudara secara lembut dan mengurut ke arah areola sambil memutar pijatan ke sekeliling payudara. Kemudian, tekan areola dengan ibu jari.
  5. Bagi Bunda yang terpaksa harus meninggalkan bayinya, simpanlah ASI agar dapat diberikan melalui cupfeeder pada saat bayi merasa lapar. ASI dapat disimpan di tempat yang bersih selama 6-8 jam.

Bayi akan berhenti menyusu dengan sendirinya jika ia merasa kenyang dan puas. Bayi pun akan tertidur pulas dan nyaman dalam dekapan Bunda. Jika posisi badan bayi atau pelekatan mulut bayi pada payudara tidak tepat, sebaiknya hentikan menyusui bayi. Cara melepaskan payudara yang baik saat bayi menyusu adalah dengan memasukkan kelingking ke ujung mulut bayi untuk melepaskan tekanan negatif dari bayi.

Bayi yang disusui dengan ASI akan mendapatkan gizi terbaik yang tidak tergantikan bahkan oleh susu formula yang paling mahal sekalipun. Menyusui juga dapat merekatkan jalinan cinta antara ibu dan bayinya, untuk itu lakukanlah kegiatan menyusui ini dengan penuh cinta dan kasih sayang, happy breastfeeding.

 

Updated: 06/06/2016

Similar posts