Home » Menyusui » Berpuasa Saat Menyusui

Berpuasa Saat Menyusui

ibu-menyusui-berpuasa-bundanetBulan suci Ramadhan telah tiba, bulan yang di nanti-nanti oleh seluruh umat Muslim di seluruh dunia. Bagi yang telah baligh (cukup umur), salah satu ibadah yang wajib dilakukan adalah berpuasa. Bagi Ibu menyusui yang ingin ikut berpuasa, dianjurkan saat bayi telah berusia lebih dari enam bulan atau telah selesai masa ASI Eksklusif, dimana bayi telah mendapatkan asupan nutrisi selain ASI yaitu Makanan Pendamping ASI (MPASI). Lalu, jika seorang Ibu menyusui ingin ikut berpuasa Ramadhan, amankah untuk sang bayi? Bagaimana cara berpuasa bagi Ibu menyusui yang baik dan sehat?

Dengan perubahan jadwal makan, bukan berarti asupan makanan yang dikonsumsi pun ikut berubah. Yang terpenting adalah, ibu menyusui harus tetap makan 3 kali sehari dan secara disiplin mengkonsumsi makanan dengan gizi berimbang, yaitu dengan komposisi 50% karbohidrat, 30% protein dan 10-20% lemak.

Studi mengatakan bahwa pengurangan kuantitas ASI bukan disebabkan oleh tidak makannya Bunda karena berpuasa, melainkan karena dehidrasi (kurangnya cairan yang masuk ke dalam tubuh). Untuk mencegah hal ini, maka ibu menyusui yang berpuasa harus mengkonsumsi lebih banyak cairan dibandingkan dengan orang lain yang berpuasa tetapi tidak menyusui. Bunda perlu minum air putih mulai dari berbuka puasa hingga sahur sedikitnya 8 – 12 gelas, boleh ditambah dengan jus buah atau susu segar.

Lalu, bagaimana dengan kualitas ASI? Menurut hasil penelitian Dr. Zimmerman dalam bukunya “Effect of the 24+ hours fast on breast milk composition”, meskipun kuantitas ASI sang Ibu tidak berkurang, ada perubahan komposisi yang signifikan dalam ASI, yaitu turunnya kadar zinc, magnesium dan potasium. Sehingga konsumsi makanan yang mengandung ketiga zat tersebut perlu ditambah. Selain itu, ibu menyusui perlu tambahan kalori dari makanan sekitar 700 kalori perhari, 500 kalori diambil dari makanan Bunda dan 200 kalori diambil dari cadangan lemak dalam tubuh Bunda. Komposisi makanan dengan gizi berimbang akan menghasilkan sari makanan yang bagus untuk anak.

Ibu menyusui yang merasa lemas saat berpuasa adalah hal yang wajar, apalagi jika Bunda baru saja menyusui buah hatinya. Jika Bunda telah mencoba untuk beristirahat sejenak namun alarm tubuh sudah memberikan tanda untuk berhenti berpuasa, Bunda tak perlu memaksakan diri. Namun jika Bunda masih sanggup untuk melanjutkan berpuasa, Bunda tetap dapat melanjutkan ibadah puasa. Tak perlu khawatir produksi ASI akan berkurang karena Bunda memutuskan untuk berpuasa.

Sejak dalam kandungan, Bunda merupakan “sekolah” pertama bagi sang buah hati, dengan berpuasa, secara tidak sadar, Bunda pun telah mengajarkan ajaran agama kepada Buah Hati. Jadi, jika Bunda telah memutuskan untuk tetap berpuasa selama Ramadhan dan tak ada kondisi yang membuat Bunda untuk tidak dapat berpuasa, yakinkan diri Bunda bahwa dengan berpuasa, Bunda pun sedang mengajarkan ilmu agama kepada buah hati dan proses puasa tersebut akan menjadikan buah hati menjadi anak yang sehat dan sholeh/sholehah. Karena, apa yang dipikirkan, itulah yang akan kita dapatkan. Tetapi, jika terdapat kondisi kesehatan Bunda atau kondisi kesehatan bayi yang bisa berbahaya jika berpuasa maka di dalam agama islam sudah diberikan kemudahan untuk tidak berpuasa saat menyusui.

Referensi:

  1. Modul Pelatihan Konseling Menyusui
  2. Buku “Effect of the 24+ hours fast on breast milk composition” – Zimmerman
Similar posts