Home » Kesehatan Anak » Tumbuh Kembang » Tips Memilih Popok Bayi

Tips Memilih Popok Bayi

Bayi anda akan membutuhkan popok yang akan ia gunakan pada pagi dan malam hari selama dua sampai tiga tahun kedepan atau sampai dia dapat buang air kecil atau besar sendiri di toilet. Ada begitu banyak jenis popok yang ditawarkan di supermarket dan apotik, jadi pilihlah popok yang menurut Anda terbaik untuk kenyamanan anak anda dan biaya hidup anda. Berikut tips memilih popok bayi yang dapat anda gunakan sebagai acuan sebelum anda membeli popok untuk buah hati.

Jenis Popok

Pada dasarnya, ada dua jenis popok yang saat ini beredar di pasaran. Popok sekali pakai dan popok yang dapat digunakan kembali. Pilihlah dengan bijaksana, popok mana yang nyaman digunakan oleh bayi anda, menghemat biaya dan memudahkan anda.

Popok Sekali Pakai

popok-sekali-pakai-bundanetPopok sekali pakai pertama kali diproduksi pada tahun 1930-an dan menjadi hal yang umum dipakai saat ini. Popok sekali pakai ini praktis dan mudah digunakan. Popok sekali pakai hadir dengan bentukan kaki yang elastis untuk mencegah kebocoran dan tidak perlu peniti atau celana plastik. Popok sekali pakai tersedia dalam ukuran mulai dari bayi baru lahir sampai balita dan beberapa varian dengan gaya anak laki-laki dan perempuan. Namun, popok sekali pakai ini mahal dan jutaan orang membuangnya setiap hari, mereka menciptakan masalah sampah yang sangat besar untuk lingkungan.

Karena popok sekali pakai dibuang ke tempat pembuangan akhir sampah berdampak buruk terhadap lingkungan, dan proses produksinya membutuhkan sumber daya dan energi yang tidak sedikit, popok kain kini kembali populer.

Popok Yang Dapat Digunakan Kembali (Popok Kain atau Clody)

Popok kain mungkin tampak lebih mahal pada awalnya karena anda perlu membeli setidaknya 12-24 potong popok kain dengan kualitas yang baik. Tetapi popok kain bisa menjadi lebih murah dalampopok-kain-clody-bundanet jangka panjang karena anda dapat menggunakannya berkali-kali dan dapat digunakan pada lebih dari satu anak. Beberapa orang tua juga menemukan bahwa popok yang dapat digunakan kembali lebih baik untuk bayi yang berusia lebih tua pada malam hari karena popok kain lebih menyerap banyak. Popok kain perlu dicuci dan dikeringkan setiap selesai pemakaiannya, walaupun di beberapa daerah ada layanan pencucian popok yang akan mengambil popok kotor dari rumah anda dan mengembalikannya dalam keadaan bersih dan kering. Gunakan popok yang dapat digunakan kembali dengan alas yang memungkinkan urin cepat terserapnya serta mengurangi risiko ruam popok dan infeksi saluran kemih.

Anda memerlukan persediaan celana berlapis plastik untuk mencegah kebocoran, kecuali tipe yang anda pilih memiliki lapisan luar plastik. Pilih celana plastik dengan popper pengikat (kancing jepret) agar pas. Untuk menjaga agar tetap lunak dan lentur, saat pencucian, basuh popok kain dalam air hangat dengan cairan pembersih secukupnya, tepuk rata dan biarkan sampai merata. Bentuk terbaru yang bisa digunakan ulang sesuai dengan bayi anda tanpa dilipat. Popok kain saat ini juga memiliki pengait dengan tab velcro, jadi tidak perlu peniti atau klip. Beberapa bahkan memiliki lapisan luar plastik, untuk mencegah kebocoran.

 

Keuntungan & Kerugian Berdasarkan Jenis Popok
Popok Sekali Pakai Popok Kain
Keuntungan:

·         Tidak perlu dicuci, tidak perlu peniti atau celana plastik.

·         Tidak beresiko melukai bayi dengan penggunaan peniti.

·         Praktis.

Keuntungan:

·         Cukup melakukan pembelian satu kali saja.

·         Lebih murah dalam pemakaian jangka panjang.

·         Dapat digunakan berulang pada anak selanjutnya.

Kerugian:

·         Hanya dapat digunakan sekali pakai.

·         Lebih mahal jika digunakan terus menerus.

·         Meningkatkan sampah limbah

Kerugian:

·         Harus di cuci dan dikeringkan setelah dipakai.

·         Cara pemakaiannya lebih sulit, kecuali jika Anda menggunakan yang jenis reusable

 

 

Referensi:

  1. Newborn & baby guide (http://www.webmd.boots.com)
  2. Choosing Nappies (Buku Conception, Pregnancy and Birth – DR Miriam Stoppard)
  3. Choosing reusable nappies (http://www.babycentre.co.uk)

 

Similar posts