Home » Menyusui » Tips Menyapih Anak

Tips Menyapih Anak

tips-menyapih-anak-bundanetJika saat ini Bunda sedang menyusui, mungkin akan timbul pertanyaan pada benak Bunda. Kapan waktu terbaik untuk menyapih anak? Bagaimana caranya menghindari pembengkakan saat sudah tidak menyusui lagi? Anak dianggap disapih saat ia berhenti menyusu dan mendapatkan semua kebutuhan nutrisi dari sumber selain payudara. Berhenti menyusui bukan tanda berhentinya ikatan batin antara Bunda dan anak yang telah terjalin melalui menyusui. Menyapih merupakan kegiatan merawat dan memberi makan anak dengan cara yang berbeda.

Bunda adalah pengambil keputusan terbaik kapan penyapihan bisa dilakukan. Anda tidak perlu menetapkan target kapan penyapihan bisa dilakukan. Menurut American Academy of Pediatric merekomendasikan agar ibu menyusui paling tidak hingga satu tahun – dan mendorong wanita untuk menyusui lebih lama lagi jika Bunda dan bayi menginginkannya. Terlepas dari apa yang teman, kerabat, atau bahkan orang asing katakan, tidak ada cara yang benar atau salah untuk menyapih. Bunda bisa memilih waktu yang terasa tepat untuk Bunda, atau membiarkan anak Bunda menyapih secara alami saat dia merasa sudah siap.

Berikut cara yang bisa dilakukan saat berencana untuk menyapih anak:

  1. Kapan pun Bunda memilih untuk menyapih anak, pertimbangkan kebutuhan anak dan kesiapan diri Bunda sendiri. Jangan pernah membandingkan fase menyusui Bunda dengan fase menyusui Ibu lain. Pertimbangkan juga untuk tidak menggunakan tenggat waktu kapan Bunda dan anak dapat berhasil menyusui.
  2. Menyapih paling mudah dilakukan saat anak mulai kehilangan minat untuk menyusu dan itu bisa terjadi kapan saja saat anak sudah mulai makan makanan padat.
  3. Saat anak sudah mulai aktif bereksplorasi dan sudah mulai tidak sabar untuk berlama-lama menyusui dengan posisi duduk.
  4. Hindari menyapih secara mendadak dan bersifat menakut-nakuti. Para ahli mengatakan bahwa dengan tiba-tiba menghentikan proses menyusui, dapat menjadi pengalaman traumatis bagi bayi Bunda dan dapat menyebabkan saluran tersumbat atau infeksi payudara untuk Anda.
  5. Menyapih dengan perlahan dan pantau tanda-tanda frustasi pada anak.
  6. Mengurangi frekuensi menyusui secara bertahap satu per satu selama beberapa minggu sembari memberikan waktu pada anak untuk menyesuaikan diri. Produksi ASI Bunda juga akan berkurang secara bertahap dengan cara ini, tanpa menyebabkan payudara Bunda menjadi bengkak atau mastitis. Jika Anda mengalami pembengkakan payudara selama proses penyapihan, lakukan perawatan payudara (breastcare) untuk membantu mengurangi pembengkakan dan ketidaknyamanan yang Bunda rasakan.
  7. Persingkat waktu menyusui. Mulailah dengan membatasi berapa lama anak Anda menyusu di payudara. Jika biasanya dia menyusu selama sepuluh menit, cobalah lima menit.

Tunda Penyapihan Jika Ini Terjadi:

  1. Anak Anda sedang tidak enak badan. Jika anak Anda sakit, tunda penyapihan sampai dia merasa lebih baik. Anda mungkin juga mempertimbangkan untuk menunda penyapihan jika Anda merasa tidak enak badan. Anda berdua lebih siap untuk melakukan penyapihan jika Anda dan anak dalam keadaan sehat.
  2. Hindari memulai penyapihan saat terjadi perubahan besar di rumah, seperti jika keluarga Anda baru saja pindah rumah atau saat pengasuh anak Anda berganti dengan pengasuh baru.

Saat Bunda dan anak telah merasa siap untuk memulai penyapihan, lakukanlah dengan santai, tidak perlu menargetkan kapan penyapihan akan berhasil. Tidak perlu memusingkan omongan orang diluar sana. Bunda dan anaklah pengambil keputusan utama.

Referensi

  1. Weaning: When and how to stop breastfeeding (babycentre.com)
  2. Should I refuse feedings during the weaning process? (www.mayoclinic.org)
Similar posts