Home » Kesehatan Wanita » Tumor Pada Sistem Reproduksi Wanita » Tumor Jinak Rahim (MIOMA)

Tumor Jinak Rahim (MIOMA)

tumor_jinak_rahim_bundanetTumor jinak rahim (mioma) merupakan tumor jinak yang berkembang dari jaringan otot rahim. Ukuran, bentuk, dan lokasi tumor jinak rahim dapat sangat bervariasi. Mereka mungkin berada pada bagian dalam rahim, pada permukaan luar atau di dalam dinding rahim, atau bertangkai. Seorang wanita mungkin hanya memiliki satu tumor jinak rahim, tetapi bisa juga lebih dari satu dengan ukuran yang bervariasi.

Tumor jinak rahim merupakan tumor yang cukup umum ditemukan, kira-kira 80% wanita, pada sepanjang hidupnya, bisa ditemukan tumor jinak rahim. Sebuah tumor jinak rahim dapat tetap sangat kecil untuk waktu yang lama dan tiba-tiba tumbuh dengan cepat atau tumbuh lambat selama beberapa tahun. Sehingga tidak semua wanita dengan tumor jinak rahim akan mengalami gejala akibat tumor ini. Tumor jinak rahim paling sering terjadi pada wanita berusia 30-40 tahun, tetapi tumor ini dapat terjadi pada semua usia.

tumor_jinak_rahim_bundanet

PENYEBAB TUMOR JINAK RAHIM

Penyebab tumor ini tidak diketahui. Beberapa faktor yang diduga mempunyai peranan antara lain : hormon estrogen dan progesteron, faktor genetik di mana beberapa wanita mempunyai gen spesifik yang menyebabkan ia, dan keluarganya, lebih sering mempunyai tumor ini; gaya hidup dan faktor reproduksi. Beberapa tumor jinak rahim bisa terus membesar dan bisa pula mengecil. Tumor ini juga dapat membesar dengan cepat dalam waktu yang pendek.

GEJALA TUMOR JINAK RAHIM

Ukuran tumor jinak rahim bisa sangat bervariasi dari yang sangat kecil hingga sangat besar. Sebagian tumor jinak rahim berukuran kecil dan tidak menyebabkan gejala apapun. Tetapi, beberapa wanita dengan tumor jinak rahim bisa mengalami periode menstruasi yang lebih lama dan darah yang keluar lebih banyak atau tekanan pada rongga panggul atau nyeri yang dapat mempengaruhi kehidupan mereka. Tumor jinak rahim biasanya akan bergejala bila berukuran besar, berjumlah banyak atau berlokasi di tempat tertentu. Gejala akibat tumor jinak rahim akan berkurang jika bunda sudah tidak mengalami periode menstruasi lagi (menopause).

Gejala yang dapat terjadi akibat tumor jinak rahim:

  • Perubahan menstruasi
    – Menstruasi menjadi lebih lama, lebih sering atau darah menstruasi lebih banyak.
    – Nyeri saat menstruasi.
    – Perdarahan lewat jalan lahir (vagina) diluar menstruasi.
    – Kurang darah (anemia) karena kehilangan darah.
  • Rasa Sakit
    – Nyeri pada perut bagian bawah atau pinggang.
    – Nyeri saat hubungan seksual.
  • Gejala akibat tekanan dari tumor
    РKesulitan buang air kecil atau sering buang air kecil akibat tekanan tumor pada kandung kemih.
    РKonstipasi, nyeri pada dubur, atau sulit buang air besar akibat tekanan tumor  pada usus besar.
    – Kram perut
  • Rahim dan perut yang membesar, sehingga bisa tampak seperti wanita yang sedang hamil.
  • Keguguran
  • Kesulitan hamil.

Tetapi tumor jinak rahim juga bisa tidak menimbulkan gejala sama sekali. Sehingga tumor jinak rahim mungkin ditemukan saat pemeriksaan panggul rutin atau selama pemeriksaan untuk masalah kesehatan yang lain.

KOMPLIKASI TUMOR JINAK RAHIM

Tumor jinak rahim yang bertangkai dapat terpuntir sehingga bisa menyebabkan nyeri, mual atau demam. Tumor jinak rahim yang tumbuh cepat atau yang tidak berkembang juga dapat menyebabkan rasa sakit. Tumor jinak rahim sangat jarang berubah menjadi ganas (kanker). Sebuah tumor jinak rahim yang sangat besar dapat menyebabkan pembengkakan perut. Pembengkakan ini dapat menyulitkan pemeriksaan panggul secara menyeluruh.

Tumor jinak rahim juga dapat menyebabkan kesulitan hamil, meskipun masalah lain lebih umum sebagai penyebabnya (faktor sperma, faktor saluran telur atau faktor ovulasi). Faktor-faktor lain harus ditelusuri sebelum tumor jinak rahim dianggap sebagai penyebab kesulitan hamil pada pasangan tersebut. Jika tumor jinak rahim dianggap sebagai penyebab, banyak wanita yang mampu menjadi hamil setelah tumor tersebut dibuang melalui operasi.

DIAGNOSIS TUMOR JINAK RAHIM

tumor_jinak_rahim_bundanet

Pada tumor jinak rahim yang cukup besar biasanya dapat terdeteksi selama pemeriksaan panggul rutin. Tetapi beberapa tes dibawah ini dapat memberikan informasi tentang tumor jinak rahim secara lebih jelas dan akurat.

  • Ultrasonografi, menggunakan gelombang suara untuk menciptakan gambaran rahim dan organ panggul lainnya. Pemeriksaan ultrasonografi bisa dilakukan melalui dinding perut (transabdominal) atau melalui jalan lahir (transvaginal). Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan yang sederhana, murah dan mudah untuk mendeteksi tumor jinak rahim baik yang berlokasi di dinding luar rahim, pada dinding rahim maupun di dinding dalam rahim.
  • Histeroskopi, menggunakan perangkat berupa teropong kecil untuk melihat bagian dalam rahim. Alat ini dimasukkan melalui jalan lahir (vagina) dan leher rahim. Alat ini khususnya dilakukan untuk melihat tumor jinak rahim yang berada dalam rongga rahim.
  • Sonohisteroskopi adalah pemeriksaan di mana cairan dimasukkan ke dalam rongga rahim melalui leher rahim. Ultrasonografi transvaginal kemudian digunakan untuk melihat bagian dalam dinding rahim. Cairan ini akan memberikan gambaran yang lebih jelas dari dinding dalam rahim.
  • Laparoskopi menggunakan perangkat berupa teropong untuk membantu dokter melihat bagian dalam perut. Hal ini dimasukkan melalui luka (sayatan) kecil tepat di bawah pusar atau dinding perut bawah. Dengan laparoskopi, dokter dapat melihat tumor jinak rahim yang berlokasi di dinding luar rahim dengan lebih jelas. Dan dengan alat ini dapat sebagai diagnosis maupun dilanjutkan dengan pengangkatan tumor.

Tes pencitraan, seperti magnetic resonance imaging (MRI) dan computed tomography scan (CT-Scan), dapat digunakan tetapi jarang diperlukan.

PENGOBATAN TUMOR JINAK RAHIM

Tumor jinak rahim yang tidak menimbulkan gejala, ukurannya kecil atau terjadi pada seorang wanita yang mendekati menopause seringkali tidak memerlukan pengobatan. Tanda-tanda dan gejala tertentu mungkin menandakan bahwa dibutuhkan pengobatan:

  • Jumlah darah menstruasi sangat banyak sehingga dapat menyebabkan anemia atau nyeri saat menstruasi yang mengganggu aktivitas normal
  • Pendarahan di antara siklus menstruasi
  • Ketidakpastian dari jenis tumor tersebut apakah tumor yang berasal dari rahim atau tumor jenis lain, misalnya tumor indung telur (ovarium)
  • Ukuran tumor bertambah dengan cepat
  • Kesulitan hamil yang diduga akibat dari tumor jinak rahim
  • Nyeri panggul.


Dapatkah Obat Digunakan Untuk Mengobati Tumor Jinak Rahim?

Terapi obat dapat digunakan untuk MENGURANGI GEJALA akibat tumor jinak rahim. Obat yang diberikan bertujuan mengurangi perdarahan berat atau nyeri saat menstruasi yang menyakitkan. Yang perlu diingat adalah pemberian obat-obatan ini semata-mata hanya untuk mengurangi gejala dan TIDAK mencegah pertumbuhan tumor jinak rahim. Sedangkan pengobatan yang sebenarnya adalah dengan pengangkatan tumor melalui pembedahan.

Terapi obat untuk tumor jinak rahim mencakup pilihan berikut:

  • Vitamin dan zat besi. Digunakan untuk wanita yang mengalami anemia.
  • Obat penghilang nyeri golongan NSAID (Nonsteroidal antiinflammatory drugs) dapat digunakan untuk mengurangi nyeri saat menstruasi dan mengurangi jumlah darah saat menstruasi pada beberapa wanita. Obat ini tidak mahal, mempunyai sedikit efek samping, bisa mengurangi nyeri menstruasi dan bunda cukup menggunakannya selama menstruasi.
  • Pil KB atau kontrasepsi hormonal lainnya (suntik KB, implan, AKDR hormonal). Obat ini sering digunakan untuk mengontrol perdarahan berat dan nyeri haid.
  • Gonadotropin-releasing hormone (GnRH) agonis. Obat ini menghentikan siklus menstruasi dan dapat mengecilkan tumor jinak rahim. Obat-obatan ini kadang digunakan sebelum operasi untuk mengurangi risiko perdarahan. Karena agonis GnRH memiliki banyak efek samping, obat ini hanya digunakan untuk periode singkat (kurang dari 6 bulan). Setelah seorang wanita berhenti mengkonsumsi agonis GnRH, ukuran dari tumor biasanya kembali ke ukuran sebelumnya.

Tindakan Pembedahan Tumor Jinak Rahim

tumor_jinak_rahim_bundanetMiomektomi adalah operasi pengangkatan tumor jinak rahim tanpa mengangkat seluruh rahim. Karena bunda tetap mempunyai rahim, maka masih mungkin untuk hamil dan memiliki anak. Tumor yang telah diangkat tidak akan tumbuh kembali setelah operasi, tetapi tumor jinak rahim yang baru dapat berkembang. Terdapat beberapa cara untuk melakukan miomektomi, cara yang terbaik tergantung dari lokasi, ukuran dan jumlah dari tumor jinak rahim.

  • Miomektomi abdominal – Pembedahan ini dilakukan melalui irisan pada perut bagian bawah seperti pada operasi seksio sesarea.
  • Miomektomi laparoskopi – Pembedahan ini menggunakan beberapa irisan kecil di dinding perut. Dokter menggunakan alat dan kamera (laparoskop) untuk mengeluarkan tumor. Selanjutnya tumor dapat dikeluarkan melalui irisan yang lebih besar atau tumor dipotong kecil-kecil kemudian dikeluarkan dari rongga perut.
  • Miomektomi histeroskopi – Jika tumor berada di dinding dalam rahim, dokter dapat menggunakan alat melalui leher rahim untuk mengeluarkan tumor. Cara ini terutama membantu pada kasus dengan jumlah darah menstruasi yang sangat banyak dan bukan untuk kasus akibat ukuran tumor yang besar.

Sedangkan histerektomi adalah pengangkatan rahim. Indung telur (ovarium) mungkin atau mungkin saja tidak akan diangkat, tergantung dari banyak faktor. Histerektomi dilakukan bila pengobatan lain dianggap kurang efektif atau tumor sangat banyak atau tumor sangat besar. Seorang wanita tidak bisa lagi untuk hamil setelah dilakukan tindakan histerektomi.
tumor_jinak_rahim_bundanet

Konsultasilah dengan dokter anda untuk mendapatkan pilihan penanganan yang paling sesuai untuk kondisi bunda.

Updated: 06/06/2016

Similar posts